Ekspor Jambi Turun 5,27 Persen pada Mei 2026, Pinang hingga Karet Jadi Penyebab Utama
- account_circle say say
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

Nilai ekspor Provinsi Jambi Mei 2026 turun menjadi US$194,72 juta. Penurunan dipicu melemahnya ekspor pinang, karet, minyak nabati, dan pulp.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor asal Provinsi Jambi kembali melemah pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor turun 5,27 persen dibanding April 2026, dari US$205,55 juta menjadi US$194,72 juta.
Penurunan tersebut bukan dipicu oleh satu komoditas, melainkan terjadi hampir di seluruh sektor andalan ekspor Jambi. Komoditas pinang, kopi, teh dan rempah-rempah, minyak nabati, karet beserta turunannya, kayu lapis hingga pulp dan kertas mengalami penurunan nilai ekspor.
Kelompok pertanian menjadi sektor yang paling tertekan. Nilai ekspornya anjlok 28,04 persen menjadi hanya US$8,18 juta. Ekspor pinang turun 22,02 persen, sedangkan kopi, teh dan rempah turun lebih tajam mencapai 41,85 persen.
Sektor industri juga belum mampu mempertahankan performanya. Nilai ekspor kelompok industri turun 20,31 persen menjadi US$85,65 juta. Pelemahan terutama berasal dari ekspor minyak nabati yang turun 21,84 persen, karet olahan turun 26,24 persen, serta pulp dan kertas yang merosot 38,63 persen.
Di tengah pelemahan tersebut, sektor pertambangan justru menjadi penopang utama. Nilai ekspor pertambangan meningkat 16,36 persen menjadi US$100,89 juta, didorong kenaikan ekspor gas alam dan batu bara.
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, nilai ekspor Jambi mencapai US$831,15 juta atau masih turun 5,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Meski mengalami penurunan bulanan, struktur ekspor Jambi masih didominasi sektor industri dengan kontribusi 50,12 persen, disusul pertambangan 45,13 persen dan pertanian 4,76 persen.
- Penulis: say say
