Rupiah Perkasa Pagi Ini! Tembus Rp17.930 per Dolar AS
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi bergerak ke zona hijau. Mata uang Indonesia tercatat menguat 59 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.930 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.989 per dolar AS.
Di saat yang sama, indeks dolar AS mengalami pelemahan. Mata uang AS itu melemah 0,03 persen ke level 99.829.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan, yakni kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).
“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Ramdan.
Ia menambahkan bahwa bank sentral Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.
Selain itu, BI juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore) serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.
Pada Selasa (9/6) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, BI memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) sehingga kini berada pada level 5,5 persen.
Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga dinaikkan masing-masing sebesar 25 bps sehingga menjadi 4,50 persen dan 6,25 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan kurs rupiah telah melebihi proyeksi bank sentral sehingga Dewan Gubernur BI melalui Rapat Mingguan pada Selasa memutuskan untuk menaikkan BI-Rate.
Dalam siaran persnya, BI juga mengumumkan langkah-langkah penguatan stabilisasi rupiah di antaranya kenaikan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing, pembukaan kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter, baik rupiah maupun valas.
Adapun BI belum lama ini telah menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps pada RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
