Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, integrasi rantai pasokan, dan kemajuan teknologi.

“Selama tiga dekade terakhir, Asia-Pasifik memainkan peran penting sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya dalam wawancara dengan Xinhua, dikutip Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, perekonomian Indonesia termasuk salah satu yang tetap tangguh di tengah tekanan global. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang stabil, serta munculnya peluang baru di sektor digital dan industri hijau.

Namun, Elisabeth juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu dihadapi negara-negara di kawasan ini, seperti peningkatan investasi berkualitas tinggi, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko eksternal akibat ketidakpastian global.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik mulai melambat karena kenaikan suku bunga global, kebijakan proteksionis, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasokan internasional. Selain itu, beberapa negara juga menghadapi populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang stagnan.

Meski demikian, Elisabeth menilai masih ada alasan kuat untuk optimisme.

“Asia-Pasifik masih memiliki potensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang. Kuncinya ada pada kerja sama regional yang lebih kuat, terutama dalam perdagangan digital, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.

Tahun ini, tema kerja sama APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) adalah “Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Berkolaborasi, Berinovasi, dan Berkembang”, yang dianggap sangat relevan di tengah tren deglobalisasi dan proteksionisme.

Sebagai contoh kerja sama regional yang berhasil, Elisabeth menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hasil kolaborasi Indonesia dan China. Proyek ini disebut mampu memodernisasi infrastruktur, meningkatkan mobilitas, dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam adopsi teknologi baru.

Menjelang APEC 2026 di Beijing, ia berharap China dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam kawasan dengan memperluas integrasi digital, memperkuat rantai pasokan, dan mendorong kerja sama energi bersih.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Pelatih Baru Timnas Indonesia Pekan Depan, Siapanya?

    Kabar Pelatih Baru Timnas Indonesia Pekan Depan, Siapanya?

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji mengungkapkan dalam waktu dekat akan ada kabar mengenai siapa yang akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia. Posisi pelatih Timnas Indonesia memang masih lowong sampai saat ini. Sosok terakhir yang mengisi posisi panas tersebut adalah Patrick Kluivert. Patrick Kluivert dan PSSI resmi berpisah pada Oktober lalu. Tidak lama setelah […]

  • Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

    Barang Milik Negara Senilai Rp 91 Triliun Kini Dilindungi Asuransi Skema Pooling Fund Bencana

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menandatangani Adendum III Kontrak Payung dengan Asuransi Jasindo sekaligus meluncurkan Asuransi Barang Milik Negara (BMN) Preferen berbasis skema Pooling Fund Bencana. Inisiatif ini juga menandai pembayaran premi pertama melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) kepada konsorsium asuransi BMN. Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan […]

  • Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas usulan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point sebagai bagian dari penguatan instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia. “Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM,” ujar Agus di […]

  • Emas Antam Ambruk Lagi! Turun Rp15 Ribu, Buyback Ikut Terseret

    Emas Antam Ambruk Lagi! Turun Rp15 Ribu, Buyback Ikut Terseret

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam kembali menunjukkan tren pelemahan pada Kamis (30/4/2026). Logam mulia tersebut tercatat turun cukup dalam, melanjutkan tekanan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga emas Antam anjlok Rp15.000 dari sebelumnya Rp2.784.000 menjadi Rp2.769.000 per gram. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa pasar emas tengah berada dalam tekanan. Tak hanya […]

  • AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah. Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Melonjak 27,78 Persen, Ayam Broiler Naik 3,03 Persen, Komoditas Lain Stabil

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Melonjak 27,78 Persen, Ayam Broiler Naik 3,03 Persen, Komoditas Lain Stabil

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo pada 20 April 2026 terpantau relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan daging ayam broiler mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, harga daging ayam broiler naik 3,03 persen menjadi Rp33.000 per kilogram. Sementara itu, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. […]

expand_less