Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, integrasi rantai pasokan, dan kemajuan teknologi.

“Selama tiga dekade terakhir, Asia-Pasifik memainkan peran penting sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya dalam wawancara dengan Xinhua, dikutip Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, perekonomian Indonesia termasuk salah satu yang tetap tangguh di tengah tekanan global. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang stabil, serta munculnya peluang baru di sektor digital dan industri hijau.

Namun, Elisabeth juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu dihadapi negara-negara di kawasan ini, seperti peningkatan investasi berkualitas tinggi, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko eksternal akibat ketidakpastian global.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik mulai melambat karena kenaikan suku bunga global, kebijakan proteksionis, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasokan internasional. Selain itu, beberapa negara juga menghadapi populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang stagnan.

Meski demikian, Elisabeth menilai masih ada alasan kuat untuk optimisme.

“Asia-Pasifik masih memiliki potensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang. Kuncinya ada pada kerja sama regional yang lebih kuat, terutama dalam perdagangan digital, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.

Tahun ini, tema kerja sama APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) adalah “Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Berkolaborasi, Berinovasi, dan Berkembang”, yang dianggap sangat relevan di tengah tren deglobalisasi dan proteksionisme.

Sebagai contoh kerja sama regional yang berhasil, Elisabeth menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hasil kolaborasi Indonesia dan China. Proyek ini disebut mampu memodernisasi infrastruktur, meningkatkan mobilitas, dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam adopsi teknologi baru.

Menjelang APEC 2026 di Beijing, ia berharap China dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam kawasan dengan memperluas integrasi digital, memperkuat rantai pasokan, dan mendorong kerja sama energi bersih.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    Pagi Cerah, Rupiah Menguat Jadi Rp16.731 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pagi ini. Rupiah dibuka menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp16.731 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Penguatan rupiah juga diikuti mata uang di kawasan Asia dengan pergerakan bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah […]

  • Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berpotensi memicu disrupsi besar terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global. Sejumlah ekonom mengingatkan bahwa langkah-langkah ekstrem Trump, termasuk kebijakan tarif dagang hingga aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dapat menjadi preseden berbahaya yang berisiko ditiru negara-negara besar lain, termasuk China. Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal […]

  • Pertamina Perkuat Pelayanan SPBU dengan Inovasi ‘SPBU Signature’ untuk Pengguna Gen Z

    Pertamina Perkuat Pelayanan SPBU dengan Inovasi ‘SPBU Signature’ untuk Pengguna Gen Z

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina terus mengembangkan layanan SPBU di seluruh Indonesia dengan inovasi “SPBU Signature”, meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebagai operator lebih dari 7.000 SPBU, Pertamina fokus pada pelayanan yang tidak hanya menyediakan BBM, tetapi juga fasilitas tambahan seperti toilet, mushala, pojok belanja, hingga layanan pembuangan sampah mobil. Upaya ini memberikan pengalaman […]

  • Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Negosiasi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) antara badan usaha swasta dan Pertamina memasuki babak baru. Dua perusahaan besar, Shell dan Exxon, hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk membeli BBM atau bahan dasar (base fuel) dari Pertamina. Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Domatubun, mengatakan pembahasan dengan badan usaha swasta masih berjalan. Namun, […]

  • Ciri-ciri Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

    Ciri-ciri Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asam lambung memiliki peran penting dalam proses pencernaan makanan. Namun, produksi asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan, terutama jika naik ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai GERD, yaitu gangguan ketika asam lambung kembali naik ke esofagus dan menimbulkan berbagai keluhan. Asam lambung yang naik dapat menimbulkan sejumlah gejala yang cukup mengganggu, antara […]

  • Ara Sindir Pengembang: Kuota Sudah Digedein, Serapan FLPP Masih Rendah

    Ara Sindir Pengembang: Kuota Sudah Digedein, Serapan FLPP Masih Rendah

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menyindir pengembang atas rendahnya serapan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini. “Ini tadi dengan REI dan lainnya, waktu saya jadi Menteri, pertama mereka minta satu ‘tolong kuotanya digedein’. Saya sudah tingkatkan (kuota rumah subsidi) dari 200.300 unit di tahun 2024 menjadi […]

expand_less