Jumat, 26 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Asia-Pasifik Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kawasan Asia-Pasifik tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi global. Meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, para ekonom optimistis kawasan ini masih memiliki potensi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Christina Ruth Elisabeth, mengatakan keberhasilan Asia-Pasifik dalam tiga dekade terakhir berasal dari kombinasi liberalisasi perdagangan, integrasi rantai pasokan, dan kemajuan teknologi.

“Selama tiga dekade terakhir, Asia-Pasifik memainkan peran penting sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi global,” ujarnya dalam wawancara dengan Xinhua, dikutip Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, perekonomian Indonesia termasuk salah satu yang tetap tangguh di tengah tekanan global. Hal ini didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang stabil, serta munculnya peluang baru di sektor digital dan industri hijau.

Namun, Elisabeth juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu dihadapi negara-negara di kawasan ini, seperti peningkatan investasi berkualitas tinggi, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko eksternal akibat ketidakpastian global.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik mulai melambat karena kenaikan suku bunga global, kebijakan proteksionis, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasokan internasional. Selain itu, beberapa negara juga menghadapi populasi yang menua dan pertumbuhan produktivitas yang stagnan.

Meski demikian, Elisabeth menilai masih ada alasan kuat untuk optimisme.

“Asia-Pasifik masih memiliki potensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang. Kuncinya ada pada kerja sama regional yang lebih kuat, terutama dalam perdagangan digital, energi terbarukan, dan inovasi berkelanjutan,” jelasnya.

Tahun ini, tema kerja sama APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) adalah “Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Berkolaborasi, Berinovasi, dan Berkembang”, yang dianggap sangat relevan di tengah tren deglobalisasi dan proteksionisme.

Sebagai contoh kerja sama regional yang berhasil, Elisabeth menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hasil kolaborasi Indonesia dan China. Proyek ini disebut mampu memodernisasi infrastruktur, meningkatkan mobilitas, dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam adopsi teknologi baru.

Menjelang APEC 2026 di Beijing, ia berharap China dapat terus memperkuat peran strategisnya dalam kawasan dengan memperluas integrasi digital, memperkuat rantai pasokan, dan mendorong kerja sama energi bersih.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

  • Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas usulan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point sebagai bagian dari penguatan instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia. “Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM,” ujar Agus di […]

  • Harga Emas Antam Merosot Lagi, Kini Rp2.267.000 per Gram

    Harga Emas Antam Merosot Lagi, Kini Rp2.267.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kian merosot. Perdagangan hari ini, Rabu (29/10/2025), harga emas Antam turun sebesar Rp 15.000 menjadi Rp 2.267.000 per gram. Sementara, harga emas kepingan Antam terkecil mencapai Rp1.183.500. Sedangkan emas terbesar berukuran 1.000 gram dibanderol Rp2.207.600.000. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

  • Dari Kebun ke Dapur: Inovasi Olahan Sawit Jadi Peluang Baru UMKM di Jambi

    Dari Kebun ke Dapur: Inovasi Olahan Sawit Jadi Peluang Baru UMKM di Jambi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kelapa sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, di tangan seorang inovator asal Kabupaten Muaro Bungo, komoditas andalan Indonesia itu menjelma menjadi aneka produk pangan bernilai ekonomi tinggi. Melalui Workshop Kuliner Sawit yang akan digelar di Hotel Infinity, Kota Jambi, pada 9–10 Juni 2026 mendatang, inovator kuliner Iin Arlina akan kembali memperkenalkan […]

  • Harga Emas Naik Tajam! UBS & Galeri24 Tembus Rp2,4 Juta per Gram

    Harga Emas Naik Tajam! UBS & Galeri24 Tembus Rp2,4 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan menjelang akhir pekan. Dua produk logam mulia, UBS dan Galeri24, kompak mengalami lonjakan harga, sementara emas Antam belum ditampilkan dalam daftar harga resmi. Kenaikan harga emas ini menjadi sinyal bahwa investor kembali melirik aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan mata […]

expand_less