Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

Negosiasi BBM SPBU Swasta Mandek, Shell dan Exxon Belum Sepakat Beli dari Pertamina

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Negosiasi pengadaan bahan bakar minyak (BBM) antara badan usaha swasta dan Pertamina memasuki babak baru. Dua perusahaan besar, Shell dan Exxon, hingga kini belum mencapai kesepakatan untuk membeli BBM atau bahan dasar (base fuel) dari Pertamina.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Domatubun, mengatakan pembahasan dengan badan usaha swasta masih berjalan. Namun, kedua entitas tersebut masih membutuhkan waktu sebelum mengambil keputusan.

“Exxon dan Shell belum dapat memberikan keputusan lanjutan,” ujar Roberth saat dihubungi Liputan6.com, Senin (6/10/2025).

Diketahui, hal ini merupakan hasil lanjutan dari pembicaraan antara Pertamina dan badan usaha swasta di kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Jumat (3/10/2025).

Roberth menjelaskan, Shell masih harus berkoordinasi dengan kantor pusatnya terkait spesifikasi pemenuhan kepatuhan vendor (vendor compliance).
Sementara itu, Exxon akan melakukan diskusi internal untuk kebutuhan November 2025 karena masih memiliki stok BBM.

“Exxon akan berdiskusi untuk kebutuhan November (2025) karena masih memiliki stok,” tambahnya.

BBM Swasta Berpotensi Kosong

Sebelumnya, stok BBM di sejumlah SPBU swasta berisiko kosong hingga akhir 2025. Opsi yang tersedia bagi operator swasta adalah membeli BBM dari Pertamina. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, membenarkan potensi kekosongan stok tersebut.

“Ya ini pilihan ya, maksudnya mau kosong sampai akhir tahun atau mau ada yang disepakati (dengan Pertamina)?” kata Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

Sejak Agustus 2025, sejumlah SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR mulai kehabisan stok BBM. Pemerintah pun menawarkan opsi impor bahan dasar melalui Pertamina. Namun, skema ini belum mendapat kesepakatan dari badan usaha swasta.

Laode memastikan bahwa bahan dasar yang sudah diimpor Pertamina akan tetap dimanfaatkan meski tidak dibeli oleh pihak swasta.

“Kalau bahan dasar tetap terpakai, sebab itu disampaikan bahwa kelangkaan tidak akan terjadi. Mengapa? Karena kan sebenarnya ada, cuma yang satunya belum ada yang tadi, yang satunya yang sudah ada di Pertamina. Kalau Pertamina itu enggak akan kehabisan,” jelasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Menguat 0,45 Persen ke 8.318, Pasar Cermati Pidato Trump dan Risiko Geopolitik Global

    IHSG Menguat 0,45 Persen ke 8.318, Pasar Cermati Pidato Trump dan Risiko Geopolitik Global

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) pagi di tengah sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG naik 37,32 poin atau 0,45 persen ke level 8.318,15. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,41 poin atau 0,41 […]

  • Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

    Rupiah Makin Perkasa! Sentuh Rp17.778 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah makin perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di perdagangan Senin (15/6/2026) ini mata uang Indonesia menguat signifikan dan kini bertengger di level Rp17.778 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, kurs  rupiah tercatat menguat 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.860 per dolar AS. Penguatan ini […]

  • Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    Ini 5 Poin Kesimpulan Rapat DPR dan Pemerintah soal Polemik BPJS PBI

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – DPR RI dan pemerintah menyepakati sejumlah langkah untuk mengatasi polemik penonaktifan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam rapat konsultasi DPR dan pemerintah yang digelar di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Menteri Keuangan, Menteri Sosial, Menteri […]

  • Rupiah Tak Mau Tumbang! Dolar AS Loyo, Kurs Pagi Ini Turun ke Rp17.896

    Rupiah Tak Mau Tumbang! Dolar AS Loyo, Kurs Pagi Ini Turun ke Rp17.896

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah akhirnya bisa keluar dari tekanan. Sempat melemah pada penutupan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (9/10/2026), sekaligus menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka menguat 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.896 per dolar AS. Posisi tersebut […]

  • Naik Dratis! Harga Emas Antam Dijual Rp2.354.000 per Gram

    Naik Dratis! Harga Emas Antam Dijual Rp2.354.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik dratis hari ini, Jumat (24/10/2025). Investor kini dapat membeli Rp2.354.000 untuk ukuran satu gram. Sementara harga emas Antam termurah dibanderol Rp1.227.000. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam naik dratis Rp 33.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (23/10/2025) yang berada di level Rp […]

  • Rupiah Tetap Diposisi Rp16.583 per Dolar AS

    Rupiah Tetap Diposisi Rp16.583 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Nilai tukar rupiah dibuka datar pada perdagangan hari ini, Selasa (7/10/2025). Rupiah tetap diposisi Rp16.583 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.583 per dolar AS. Sementara itu, sejumlah mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi. Mata uang yen Jepang dibuka melemah 0,09%, lalu dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura melemah 0,01%, dolar […]

expand_less