Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan komitmen Indonesia untuk menerapkan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices/GRP) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang transparan dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC Structural Reform Ministerial Meeting/SRMM) yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam forum internasional tersebut, Wamendag Roro hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menekankan bahwa penerapan GRP menjadi kunci dalam membangun tata kelola regulasi yang adaptif di tengah perubahan dan inovasi global yang berlangsung cepat.

“Kami menekankan pentingnya tata kelola regulasi yang adaptif dan fleksibel agar dapat secara efektif mengimbangi inovasi yang pesat,” ujar Roro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/10).

Dyah Roro menegaskan, Indonesia terus mendorong kerja sama regulasi internasional untuk memperkuat konektivitas ekonomi kawasan. Upaya tersebut dilakukan melalui penghapusan hambatan yang tidak perlu, peningkatan interoperabilitas regulasi antarnegara, dan penggunaan standar internasional sebagai dasar harmonisasi kebijakan.

Menurutnya, regulasi yang transparan dan efisien akan menciptakan iklim bisnis yang lebih kompetitif dan inklusif, sehingga mendukung percepatan perdagangan, investasi, dan integrasi ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

“Kerja sama regulasi lintas batas akan membuka pasar yang lebih terhubung dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha di kawasan,” kata Wamendag.

Dalam kesempatan itu, Dyah Roro juga mengapresiasi inisiatif kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB) yang diusung APEC. Ia menyebut, program tersebut telah berkontribusi besar dalam mengatasi hambatan perdagangan dan memperkuat efisiensi pasar.

Indonesia, kata Roro, mendukung penuh pelaksanaan Rencana Aksi EoDB APEC ke-4 (2026–2035) setelah keberhasilan implementasi tahap sebelumnya.

“Kami berkomitmen mencapai target APEC, yakni peningkatan 20 persen di lima area prioritas pada tahun 2035,” ujarnya.

Adapun lima area prioritas APEC meliputi:

  • Perdagangan dan investasi
  • Inovasi dan digitalisasi
  • Pertumbuhan yang kuat, seimbang, berkelanjutan, dan inklusif
  • Kerja sama teknis dan ekonomi (ECOTECH)
  • Pencapaian Bogor Goals

Selain isu regulasi, Roro juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam mendukung reformasi struktural dan pertumbuhan ekonomi masa depan. Indonesia, lanjutnya, terus mengkaji potensi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

“Kami berupaya menjembatani kesenjangan digital, memperkuat infrastruktur yang tangguh, dan meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat,” jelasnya.

Roro juga menyambut baik topik Laporan Kebijakan Ekonomi APEC 2026 (AEPR) yang berfokus pada Reformasi Struktural dan Transformasi Digital Berbasis AI. Laporan ini, menurutnya, akan menjadi panduan penting dalam berbagi praktik terbaik antarnegara anggota APEC.

Forum SRMM ke-4 ini juga membahas pentingnya peningkatan akses terhadap layanan dasar, seperti pendidikan dan pelatihan tenaga kerja, layanan kesehatan, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian kawasan.

Selain itu, APEC 2025 yang mengusung tema “Building a Sustainable Tomorrow: Connect, Innovate, Prosper” menekankan komitmen untuk memperkuat jaring pengaman sosial (social safety net) bagi masyarakat yang terdampak perubahan ekonomi dan sosial, termasuk akibat kehilangan pekerjaan, disabilitas, atau transisi usia kerja.

Pertemuan SRMM ke-4 ini dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan Koo Yun Cheol, serta dihadiri oleh para menteri ekonomi dan perdagangan dari negara anggota APEC.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Bisa Dilalui Terbatas, KAI Masih Batasi Kecepatan

    Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Bisa Dilalui Terbatas, KAI Masih Batasi Kecepatan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyatakan jalur kereta api pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi kini dapat dilalui secara terbatas, setelah sebelumnya terdampak banjir akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, KAI masih memberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam serta pengawasan ketat di lokasi terdampak. Pembatasan dilakukan untuk […]

  • Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

    Harga CPO dan Kakao Naik US$ 1.049,58 per Metrik Ton

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan kenaikan harga referensi (HR) untuk komoditas minyak kelapa sawit atau CPO serta harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada periode Mei 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan bahwa HR CPO pada Mei 2026 ditetapkan sebesar US$ 1.049,58 per metrik ton (MT). Angka ini meningkat […]

  • Ketegangan Amerika Serika dan Iran Biang Kerok Kenaikan Harga Minyak Dunia

    Ketegangan Amerika Serika dan Iran Biang Kerok Kenaikan Harga Minyak Dunia

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak pada Minggu (19/4/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mendorong kenaikan signifikan pada harga minyak mentah global. Mengutip laporan pasar, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar 7 persen menjadi 89,74 dolar […]

  • 10 Rekomendasi Takjil Sehat dan Praktis untuk Berbuka Puasa Ramadan 2026, Lezat dan Bergizi

    10 Rekomendasi Takjil Sehat dan Praktis untuk Berbuka Puasa Ramadan 2026, Lezat dan Bergizi

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan selama bulan Ramadan. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan makanan yang mampu mengembalikan energi secara bertahap tanpa membebani sistem pencernaan. Mengacu pada panduan gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan, pemilihan takjil yang tepat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, menjaga hidrasi, serta memenuhi kebutuhan […]

  • PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    Kinerja sektor industri nasional menunjukkan perlambatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai penurunan ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan pada sektor manufaktur, meskipun masih berada di zona ekspansi. “Ini bukan sinyal […]

  • Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana kenaikan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026 menimbulkan kecemasan petani. Kebijakan ini dinilai melemahkan daya saing sawit Indonesia yang berujung pada penerimaan petani terkait harga sawit. Menurut Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem kelapa sawit […]

expand_less