Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

  • account_circle Fitri Amalia
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan keuangan berkelanjutan dan implementasi nilai ekonomi karbon.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di London, Inggris.

Dalam forum internasional tersebut, OJK menegaskan bahwa sistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berintegritas menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“OJK akan terus memastikan bahwa agenda keuangan berkelanjutan dan pembiayaan transisi tidak berhenti sebagai kerangka kebijakan, tetapi benar-benar menjadi mekanisme pasar yang kredibel. Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem keuangan yang stabil, berintegritas, dan mampu membiayai masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif,” ujar Friderica.

Menurutnya, tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan sumber pembiayaan, tetapi memastikan dana mengalir kepada proyek-proyek yang layak secara ekonomi, memiliki kredibilitas, dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan nasional.

Sebagai negara berkembang sekaligus anggota G20, Indonesia dinilai perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan industrialisasi dengan target mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

OJK Perkuat Regulasi Pembiayaan Transisi

Dalam sesi Transition Finance Panel – Country-level Perspectives pada The Net Zero Delivery Summit, OJK menjelaskan bahwa pembiayaan transisi harus diarahkan untuk mendukung transformasi sektor-sektor yang sulit menurunkan emisi, seperti energi, manufaktur, transportasi, pertanian, kehutanan, serta penggunaan lahan.

Untuk mendukung hal tersebut, OJK terus memperkuat berbagai instrumen keuangan berkelanjutan, di antaranya:

  • Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
  • Penguatan pelaporan keberlanjutan sesuai standar internasional.
  • Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS).
  • Penyusunan panduan transition finance dan transition plan.
  • Pengembangan instrumen keuangan hijau dan infrastruktur pasar.

Selain itu, OJK tengah menyusun revisi POJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan yang ditargetkan terbit pada 2026. Regulasi tersebut akan diselaraskan dengan standar pelaporan keberlanjutan nasional maupun internasional, termasuk IFRS S1 dan IFRS S2.

Friderica mengatakan, Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia menjadi acuan bagi industri jasa keuangan dan investor dalam menentukan kegiatan ekonomi hijau maupun kegiatan transisi sehingga risiko praktik greenwashing dapat diminimalkan.

“OJK ingin memastikan bahwa sektor-sektor yang perlu bertransisi tidak ditinggalkan, tetapi didorong memiliki rencana transisi yang kredibel,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memperkenalkan Satu Karsa, platform blended finance yang dikembangkan bersama Kementerian Kehutanan untuk mendukung proyek karbon berbasis alam.

Program tersebut difokuskan pada kegiatan reforestasi, agroforestri, pemulihan lahan kritis, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi.

Menurut Friderica, pendekatan tersebut membuka peluang masuknya investasi jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan aset alam Indonesia.

OJK juga menegaskan komitmennya memperkuat integritas perdagangan karbon nasional melalui pengawasan IDX Carbon sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Sebagai anggota Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon sesuai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025, OJK akan terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon yang transparan dan akuntabel.

Saat ini OJK juga tengah menyelesaikan revisi POJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru mengenai instrumen Nilai Ekonomi Karbon.

Sejak diluncurkan pada 2023, Bursa Karbon Indonesia telah mencatat transaksi sekitar 2 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai transaksi lebih dari Rp93 miliar, mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap perdagangan karbon nasional.

“Bursa karbon hanya akan dipercaya apabila unit karbon yang diperdagangkan terukur, tercatat, tertelusur, dan bebas dari penghitungan ganda. Karena itu, integritas pasar, kualitas data, kredibilitas verifikasi, dan tata kelola menjadi prasyarat utama,” ujar Friderica.

Selain menjadi pembicara di berbagai forum internasional, OJK juga menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan lembaga global, termasuk London School of Economics and Political Science (LSE) melalui Centre for Economic Transition Expertise (CETEx).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, pembiayaan transisi, pengawasan risiko iklim, hingga peningkatan kapasitas regulator.

OJK menilai kolaborasi internasional menjadi faktor penting agar standar keuangan berkelanjutan global dapat diterapkan secara adil sesuai karakteristik negara berkembang. Dukungan dunia internasional juga diperlukan dalam bentuk pembiayaan jangka panjang, pengembangan metodologi, peningkatan kualitas data, serta penguatan kapasitas regulator dan pelaku industri jasa keuangan.

 

Tags
  • Penulis: Fitri Amalia

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum hilang. Mata uang Indonesia kembali tidak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.670 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan memang terbilang tipis. […]

  • Minyak Dunia Ambrol! Dari US1 Kini Terseret ke US

    Minyak Dunia Ambrol! Dari US$111 Kini Terseret ke US$92

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi (29/5/2026), memperpanjang tren penurunan tajam yang terjadi sepanjang pekan ini. Tekanan jual semakin kuat, menandai perubahan arah signifikan di pasar energi global. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, harga minyak jenis Brent sebagai acuan global berada di level US$92,74 per barel, turun dari […]

  • Safari Ramadan di Masjid NW Al Hijrah, Wali Kota Jambi Maulana Salurkan Wifi Gratis untuk Rumah Ibadah

    Safari Ramadan di Masjid NW Al Hijrah, Wali Kota Jambi Maulana Salurkan Wifi Gratis untuk Rumah Ibadah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi, Maulana, menyerahkan secara simbolis bantuan akses wifi gratis untuk rumah ibadah di Masjid NW Al Hijrah, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Jumat (27/2/2026). Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi pada malam ke-10 Ramadan. Maulana mengatakan, bantuan fasilitas wifi gratis di […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar 10 Juni 2026: Ayam Broiler dan Cabai Naik

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar 10 Juni 2026: Ayam Broiler dan Cabai Naik

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, pada Rabu (10/6/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, harga daging ayam broiler mengalami kenaikan sebesar 12,5 persen menjadi Rp40.002 per kilogram. Kenaikan ini menjadikan ayam broiler sebagai salah satu komoditas […]

  • 4 Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Pemain Tak Bisa Lagi Buang Waktu

    4 Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Pemain Tak Bisa Lagi Buang Waktu

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – FIFA resmi menetapkan empat perubahan regulasi yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026. Aturan baru ini dirancang untuk meningkatkan disiplin permainan sekaligus meminimalisasi praktik pemborosan waktu di lapangan. Turnamen edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu juga menjadi yang terbesar dalam sejarah, dengan melibatkan 48 tim peserta. Sejumlah […]

  • Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    Jangan Asal Pakai Ban Besar pada Sepeda Motor, Ini Risiko dan Dampaknya bagi Keselamatan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penggunaan ban berukuran lebih besar pada sepeda motor kian menjadi tren di kalangan pengendara. Selain dianggap mampu meningkatkan tampilan kendaraan menjadi lebih gagah, modifikasi ini juga dinilai memberikan kesan lebih kokoh. Namun di balik itu, penggunaan ban yang tidak sesuai standar pabrikan ternyata menyimpan sejumlah risiko, terutama terkait performa dan keselamatan berkendara. Ban […]

expand_less