ISPU Jambi Masuk Level Berbahaya, 4.267 Hektare Lahan Terbakar
- account_circle say say
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

Kebakaran Lahan di Muara Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kualitas udara di Provinsi Jambi kembali memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini ditandai dengan tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 di sejumlah wilayah.
Data pemantauan BMKG pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Kota Jambi mencapai 273,8 µg/m³, sementara Muaro Jambi mencapai 302,0 µg/m³. Kedua wilayah tersebut masuk kategori berbahaya karena konsentrasi PM2.5 telah melewati ambang 250,5 µg/m³.
Tingginya pencemaran udara tersebut tidak terlepas dari aktivitas karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jambi. Berdasarkan data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi hingga 6 Oktober 2026, tercatat 144 titik panas (hotspot) dalam satu hari. Secara kumulatif, jumlah hotspot sepanjang 2026 telah mencapai 12.106 titik.
Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 6 Oktober 2026 mencapai 4.267,51 hektare. Kabupaten Batanghari menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, mencapai 1.306,81 hektare, disusul Tanjung Jabung Barat 666,45 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 608,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare.
Dampak kabut asap juga mulai terlihat pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 10.151 kasus ISPA hingga 3 Oktober 2026. Di Batanghari, tercatat 3.349 kasus ISPA sejak pertengahan Agustus hingga awal Oktober.
Pemerintah bersama Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman, patroli, serta pemantauan titik panas. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dijadwalkan kembali pada 9–10 Oktober 2026 apabila kondisi awan memungkinkan.
- Penulis: say say
