Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kabut asap tak hanya membuat napas warga Kota Jambi terasa berat. Dampaknya berpotensi merembet ke urusan dapur dan dompet masyarakat.

Selain mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari, kualitas udara yang memburuk di tengah kemarau panjang berpotensi menekan produksi pangan, mengerek harga kebutuhan pokok, hingga memperberat beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengamat ekonomi Prof Amri Amir mengatakan, kemarau panjang telah memberikan tekanan terhadap produksi sejumlah bahan pangan, terutama sayuran. Kondisi tersebut semakin berat ketika wilayah Jambi diselimuti kabut asap.

“Kemarau menyebabkan bahan makanan seperti sayuran dan lainnya mengalami penurunan produksi. Ditambah ada asap, tambah membuat turun produksi,” kata Amri Amir.

Menurut dia, penurunan produksi berpotensi membuat pasokan pangan berkurang. Sementara itu, kebutuhan masyarakat tidak otomatis ikut turun.

“Suplai akan berkurang, sementara permintaan tidak berubah. Itu biasanya harga naik, dan bisa menyebabkan inflasi dan kemiskinan bisa bertambah,” jelasnya.

Efek kabut asap, lanjut Amri, tidak hanya berhenti pada sektor pertanian. Aktivitas ekonomi lain juga ikut terdampak, termasuk transportasi, khususnya penerbangan.

Namun, kelompok yang paling rentan menanggung dampak ekonomi tersebut adalah masyarakat kecil. Pedagang kecil dan petani, terutama petani palawija, menjadi kelompok yang menghadapi tekanan berlapis.

Kemarau membuat tanah semakin gersang. Pada saat yang sama, kabut asap turut memperburuk kondisi tanaman sehingga produksi pertanian berpotensi semakin menurun.

“Saya melihat saat ini produksi berkurang. Baru-baru ini saya dari Kerinci, memang menurun suplai sayuran,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Amri, berbeda bagi masyarakat berpenghasilan tinggi. Kelompok tersebut dinilai memiliki pilihan lebih banyak untuk menghadapi gangguan ekonomi akibat kabut asap.

“Kalau pedagang besar, orang kaya tidak berpengaruh. Ada asap, dia bisa lari ke mana-mana,” katanya.

Sementara masyarakat kelas menengah ke atas, dampaknya lebih banyak berupa tambahan pengeluaran ketika harga kebutuhan mengalami kenaikan.

Namun, situasinya berbeda bagi petani dan rumah tangga miskin.

“Kalau yang masyarakat menengah ke atas, palingan hanya menambah pengeluaran karena kenaikan harga. Tapi petani, rumah tangga miskin itu tambah berat hidup mereka,” imbuhnya.

Amri berharap persoalan kabut asap dapat segera berakhir. Menurutnya, membaiknya kualitas udara bukan hanya penting bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk mengembalikan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.

“Dengan membaiknya kualitas udara, aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Kota Jambi diharapkan kembali berjalan normal,” tandasnya.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh ternyata menyimpan proses pemasangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pemilik rumah baru menyadari adanya masalah setelah keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, hingga retak, padahal usia bangunan masih tergolong baru. Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan saat proses pemasangan adalah apakah keramik perlu direndam air […]

  • Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat […]

  • FIFA Perkenalkan FIFA Peace Prize, Diberikan Desember 2025

    FIFA Perkenalkan FIFA Peace Prize, Diberikan Desember 2025

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memperkenalkan “FIFA Peace Prize-Football Unites the World”. Penghargaan FIFA bagi individu yang dianggap berjasa dalam menjaga perdamaian dan persatuan melalui sepak bola. Rencananya, penghargaan tersebut mulai diberikan FIFA pada Desember 2025. “Sepak bola selalu tentang perdamaian. Maka FIFA atas nama seluruh komunitas sepak bola global memberikan FIFA Peace […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • Update Sembako Angso Duo: Cabai Naik 16,67%, Bawang Turun

    Update Sembako Angso Duo: Cabai Naik 16,67%, Bawang Turun

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada 13 April 2026 terpantau relatif stabil. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai mengalami kenaikan, sementara harga bawang justru menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah. Harga cabai merah besar dan cabai merah […]

  • Sebentar Lagi Bayar Transportasi di Korsel Bisa Pakai Kartu Kredit

    Sebentar Lagi Bayar Transportasi di Korsel Bisa Pakai Kartu Kredit

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Korea Selatan mulai meninjau sistem yang memungkinkan wisatawan asing menggunakan bus dan kereta bawah tanah di negara itu dengan kartu kredit yang diterbitkan di luar negeri. Kementerian Pertanahan dan Transportasi baru-baru ini meluncurkan penawaran untuk menugaskan studi tentang pengenalan sistem pembayaran transportasi umum sistem terbuka, yang akan dimulai bulan ini dan berlangsung […]

expand_less