Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

Bukan Cuma Bikin Sesak, Kabut Asap Ancam Ekonomi Warga Jambi

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kabut asap tak hanya membuat napas warga Kota Jambi terasa berat. Dampaknya berpotensi merembet ke urusan dapur dan dompet masyarakat.

Selain mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari, kualitas udara yang memburuk di tengah kemarau panjang berpotensi menekan produksi pangan, mengerek harga kebutuhan pokok, hingga memperberat beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengamat ekonomi Prof Amri Amir mengatakan, kemarau panjang telah memberikan tekanan terhadap produksi sejumlah bahan pangan, terutama sayuran. Kondisi tersebut semakin berat ketika wilayah Jambi diselimuti kabut asap.

“Kemarau menyebabkan bahan makanan seperti sayuran dan lainnya mengalami penurunan produksi. Ditambah ada asap, tambah membuat turun produksi,” kata Amri Amir.

Menurut dia, penurunan produksi berpotensi membuat pasokan pangan berkurang. Sementara itu, kebutuhan masyarakat tidak otomatis ikut turun.

“Suplai akan berkurang, sementara permintaan tidak berubah. Itu biasanya harga naik, dan bisa menyebabkan inflasi dan kemiskinan bisa bertambah,” jelasnya.

Efek kabut asap, lanjut Amri, tidak hanya berhenti pada sektor pertanian. Aktivitas ekonomi lain juga ikut terdampak, termasuk transportasi, khususnya penerbangan.

Namun, kelompok yang paling rentan menanggung dampak ekonomi tersebut adalah masyarakat kecil. Pedagang kecil dan petani, terutama petani palawija, menjadi kelompok yang menghadapi tekanan berlapis.

Kemarau membuat tanah semakin gersang. Pada saat yang sama, kabut asap turut memperburuk kondisi tanaman sehingga produksi pertanian berpotensi semakin menurun.

“Saya melihat saat ini produksi berkurang. Baru-baru ini saya dari Kerinci, memang menurun suplai sayuran,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Amri, berbeda bagi masyarakat berpenghasilan tinggi. Kelompok tersebut dinilai memiliki pilihan lebih banyak untuk menghadapi gangguan ekonomi akibat kabut asap.

“Kalau pedagang besar, orang kaya tidak berpengaruh. Ada asap, dia bisa lari ke mana-mana,” katanya.

Sementara masyarakat kelas menengah ke atas, dampaknya lebih banyak berupa tambahan pengeluaran ketika harga kebutuhan mengalami kenaikan.

Namun, situasinya berbeda bagi petani dan rumah tangga miskin.

“Kalau yang masyarakat menengah ke atas, palingan hanya menambah pengeluaran karena kenaikan harga. Tapi petani, rumah tangga miskin itu tambah berat hidup mereka,” imbuhnya.

Amri berharap persoalan kabut asap dapat segera berakhir. Menurutnya, membaiknya kualitas udara bukan hanya penting bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk mengembalikan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu.

“Dengan membaiknya kualitas udara, aktivitas masyarakat dan roda perekonomian di Kota Jambi diharapkan kembali berjalan normal,” tandasnya.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen. Direktur Utama […]

  • Kota Jambi Ajukan 330 Formasi CPNS ke Pemerintah Pusat

    Kota Jambi Ajukan 330 Formasi CPNS ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jambi mulai mengajukan usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 kepada pemerintah pusat. Namun, tidak seluruh daerah mengusulkan kebutuhan aparatur baru, seiring pertimbangan fiskal daerah serta fokus penyelesaian tenaga honorer melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Usulan formasi CPNS menjadi bagian dari upaya pemenuhan […]

  • BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar edukasi literasi keuangan “Rupiah Tresno Budoyo” di Gedung Rajawali, Semarang. Kegiatan ini mengusung tema Dua Abad Perang Jawa: Menghidupkan Martabat, Meneguhkan Kemandirian sebagai upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan dengan pendekatan budaya. Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Nita Rachmenia, menjelaskan bahwa kegiatan ini […]

  • Tingkatkan PAD Pariwisata, Jambi-Kepri Teken Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala

    Tingkatkan PAD Pariwisata, Jambi-Kepri Teken Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menandatangani Kesepakatan Bersama (KSB) tentang pengelolaan bersama fasilitas pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan di Gedung Daerah Pemprov Kepri, Tanjung Pinang, Senin (13/04/2026) malam. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan konektivitas ekonomi antarprovinsi Sumatera serta potensi ekspor ke Singapura melalui Kepri. Pertemuan digelar dalam forum kepala […]

  • KSPM UNJA Gelar “Insight Room 2025” di Paviliun JBC Jambi, Hadirkan Tokoh Nasional dan Bahas Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    KSPM UNJA Gelar “Insight Room 2025” di Paviliun JBC Jambi, Hadirkan Tokoh Nasional dan Bahas Masa Depan Pasar Modal Indonesia

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Jambi menggelar acara bergengsi bertajuk “KSPM Insight Room: Spesial Nobar Capital Market and Summit Expo 2025” di Paviliun Jambi Business Center, Jumat (17/10/2025). Acara ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dan generasi muda untuk memperdalam wawasan seputar pasar modal, ekonomi nasional, dan peluang karier di dunia investasi. […]

  • Harga Emas Antam Mandek di Rp2,67 Juta, Momentum Beli?

    Harga Emas Antam Mandek di Rp2,67 Juta, Momentum Beli?

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terpantau stagnan pada perdagangan Senin (31/8/2026). Logam mulia yang selama ini jadi primadona investasi masyarakat itu masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Sabtu (29/8/2026), harga emas Antam sempat merosot tajam Rp48.000 dan bertahan di posisi saat ini. Kondisi ini […]

expand_less