Wali Kota Jambi Beri Santunan kepada Keluarga Bocah 7 Tahun Korban Tenggelam di Paal Merah
- account_circle Ksandi
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- print Cetak

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum Muhammad Rafasya Aditya, bocah 7 tahun yang meninggal setelah terseret arus parit di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyerahkan santunan kepada keluarga Muhammad Rafasya Aditya, bocah berusia 7 tahun yang meninggal dunia setelah terseret arus parit yang meluap di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Maulana mendatangi rumah duka di RT 24, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Minggu (24/5/2026). Kedatangan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Jambi terhadap keluarga yang tengah berduka.
Rafasya meninggal setelah terseret arus drainase pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang bermain bersama sejumlah teman di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Tim SAR gabungan bersama warga kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran drainase. Setelah proses pencarian selama beberapa waktu, korban ditemukan pada Kamis (21/5/2026) pagi di sepanjang aliran gorong-gorong dalam kondisi meninggal dunia.
Dalam kunjungannya, Maulana didampingi Ketua Baznas Kota Jambi M. Fadli serta sejumlah pejabat terkait. Santunan uang duka diserahkan langsung kepada keluarga almarhum. Maulana menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pemerintah hadir untuk membantu keluarga korban menghadapi musibah tersebut.
“Kami beserta OPD terkait datang ke sini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi serta memberikan bantuan untuk sekadar meringankan beban kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Maulana.
Selain memberikan santunan, Maulana mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika hujan deras dan cuaca ekstrem terjadi. Ia meminta orang tua tidak membiarkan anak bermain di sekitar sungai, parit, drainase maupun genangan air yang berpotensi memiliki arus deras.
Menurut Maulana, kewaspadaan tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, mengingat curah hujan tinggi dapat menyebabkan saluran air meluap secara tiba-tiba. Pemerintah Kota Jambi juga menyatakan akan kembali memberikan bantuan kepada keluarga korban sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
- Penulis: Ksandi
