64 Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun di Merangin, 37 Rampung, Siapkah Beroperasi?
- account_circle say say
- calendar_month 48 menit yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jambi Al Haris saat meninjau Koperasi Merah Putih.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Merangin mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari 64 gerai yang masuk tahap pembangunan, sebanyak 37 unit dilaporkan telah rampung. Pemerintah kini menghadapi tantangan berikutnya, yakni memastikan fasilitas tersebut siap menjalankan kegiatan usaha.
Pemkab Merangin membentuk tim verifikasi dan validasi yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah serta unsur TNI. Tim tersebut bertugas memeriksa kesiapan gerai, pergudangan, dan kelengkapan pendukung koperasi di lapangan.
Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan program. Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian fasilitas yang tersisa agar koperasi dapat memasuki tahap operasional.
Berdasarkan data Pemkab Merangin, terdapat 215 KDKMP yang telah terbentuk secara kelembagaan di kabupaten tersebut. Dengan demikian, jumlah koperasi yang sudah terbentuk jauh lebih besar daripada jumlah gerai yang sedang dibangun. Pembentukan kelembagaan, penyelesaian bangunan, dan dimulainya kegiatan usaha merupakan tahapan berbeda.
Di tingkat Provinsi Jambi, Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo menyampaikan bahwa 1.584 koperasi Merah Putih telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, 251 gerai dilaporkan selesai dan siap beroperasi. Data ini menunjukkan bahwa tantangan program bukan hanya membentuk koperasi, tetapi juga menyiapkan fasilitas dan kegiatan usaha yang berjalan secara berkelanjutan.
Program KDKMP merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan kelurahan. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, koperasi dapat menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari penyediaan sembako, simpan pinjam, apotek, klinik, hingga pergudangan dan logistik, dengan mempertimbangkan karakteristik serta potensi wilayah.
Namun, gerai yang telah selesai dibangun belum otomatis menghasilkan pendapatan. Pengurus masih perlu menyiapkan modal kerja, pemasok, tenaga pengelola, pencatatan keuangan, serta barang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Merangin, keberhasilan program akan lebih tepat diukur dari jumlah koperasi yang benar-benar beroperasi, transaksi yang tercatat, lapangan kerja yang tercipta, dan manfaat yang dirasakan anggota. Penyelesaian bangunan merupakan langkah awal; keberlanjutan usaha menjadi ujian sesungguhnya.
- Penulis: say say
