Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

PMI Manufaktur Indonesia Melambat ke 50,1 pada Maret 2026, Tertekan Ekspor dan Biaya Produksi

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kinerja sektor industri nasional menunjukkan perlambatan setelah Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menilai penurunan ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan pada sektor manufaktur, meskipun masih berada di zona ekspansi.

“Ini bukan sinyal kolaps, tetapi menunjukkan mesin manufaktur sedang menghadapi tekanan dari sisi permintaan dan biaya,” ujarnya.

Perlambatan PMI dipicu oleh melemahnya permintaan ekspor serta meningkatnya biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga energi dan logistik.

Gejolak geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, turut memperburuk kondisi dengan meningkatkan ketidakpastian rantai pasok global dan biaya pengiriman.

Sejumlah indikator utama juga menunjukkan pelemahan, seperti turunnya output setelah empat bulan bertumbuh serta melambatnya pesanan baru untuk pertama kalinya dalam delapan bulan terakhir.

Kondisi ini berdampak signifikan terhadap industri padat karya, termasuk sektor mebel dan kerajinan yang sangat bergantung pada pasar ekspor.

Penurunan pesanan dari luar negeri membuat pelaku industri menahan produksi, menunda ekspansi, hingga lebih berhati-hati dalam merekrut tenaga kerja baru.

“Tekanan ekspor tidak hanya menurunkan penjualan, tetapi juga berdampak pada utilisasi pabrik dan keputusan tenaga kerja,” jelas Sobur.

Meski melambat, PMI manufaktur Indonesia masih berpeluang bertahan di zona ekspansi. Hal ini ditopang oleh permintaan domestik yang relatif stabil.

Namun, keberlanjutan ekspansi dinilai sangat bergantung pada stabilitas global, terutama terkait harga energi, nilai tukar, serta kebijakan pemerintah.

Pelaku industri pun mendorong pemerintah untuk memperkuat dukungan melalui pengendalian biaya logistik dan energi, perluasan akses pembiayaan, serta peningkatan promosi ekspor dan diversifikasi pasar.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar bertahan di atas 50, tetapi memastikan ekspansi tetap sehat dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagian dalam kantor OJK

    OJK Buka Rekrutmen PCAM 9 dan MLE 2025, Ini Syarat, Kualifikasi, dan Link Pendaftaran

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka rekrutmen Pendidikan Calon Asisten Manajer (PCAM) Angkatan 9 dan Multi Level Entry (MLE) tahun 2025. Pendaftaran telah dibuka pada 21–27 November 2025 secara daring melalui laman resmi lembaga tersebut. Pembukaan lowongan ini menjadi bagian dari strategi OJK dalam memperkuat kapasitas pengawasan sektor jasa keuangan melalui rekrutmen talenta […]

  • IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    IHSG Anjlok 2,46% ke 6.926 Sesi I, Saham Tambang Tersungkur Pimpin Penurunan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok dalam pada perdagangan sesi I, Kamis, 30 April 2026. Indeks ditutup melemah 174,67 poin atau 2,46% ke level 6.926,54. Tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 618 saham turun, hanya 95 saham menguat, dan 98 saham bergerak stagnan. Pelemahan merata di seluruh sektor, menandakan sentimen negatif yang luas di […]

  • Lawan Zambia, Indonesia U-17 Bidik Hasil Sempurna

    Lawan Zambia, Indonesia U-17 Bidik Hasil Sempurna

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia U-17 akan memulai petualangannya di Piala Dunia U-17 2025 dengan menantang Zambia U-17 di Qatar, Selasa (4/11/2025) sekira pukul 22.45 WIB. Laga pembuka ini menjadi momen krusial bagi pasukan Nova Arianto untuk membangun kepercayaan diri dan membuka peluang lolos dari Grup H. Dengan Brasil dan Honduras menanti di dua laga berikutnya. […]

  • Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ditlantas Polda Jambi resmi menggelar Operasi Zebra 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Fokus utama operasi tahun ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang banyak melibatkan remaja usia 15–24 tahun. Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Polda Jambi pada Senin (17/11/2025) sore. Dirlantas Polda […]

  • OJK Play Button

    OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan. Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh […]

  • Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini, Brent Tembus US6 dan WTI US,92 Dipicu Ketegangan Iran

    Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini, Brent Tembus US$106 dan WTI US$96,92 Dipicu Ketegangan Iran

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (24/4/2026) pagi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya melibatkan Iran. Berdasarkan laporan pasar global, harga minyak jenis Brent crude naik US$1,23 atau 1,17% menjadi US$106,3 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) juga menguat US$1,07 atau 1,12% ke posisi […]

expand_less