Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pemangkasan Dana Transfer Daerah 2026, RI Disebut Kembali ke Pola Sentralisasi Ala Orde Baru

Pemangkasan Dana Transfer Daerah 2026, RI Disebut Kembali ke Pola Sentralisasi Ala Orde Baru

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kebijakan pemerintah pusat memangkas dana transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 memicu gelombang protes dari para kepala daerah. Langkah itu dinilai sebagai titik balik desentralisasi fiskal, bahkan dianggap mengarah kembali ke pola sentralisasi ala Orde Baru. Puluhan kepala daerah yang datang menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuarakan keresahan atas pemangkasan TKD yang mencapai Rp226,9 triliun, dari Rp919,9 triliun tahun ini menjadi hanya Rp692,9 triliun pada 2026. Mereka khawatir kebijakan ini akan memukul kemampuan fiskal daerah dan mengancam semangat otonomi yang menjadi hasil reformasi 1998.

“Daerah tentu banyak sekali yang merasakan dampak dari pemotongan TKD itu, di antaranya ada daerah yang mungkin sulit membayar belanja pegawai, besar sekali. Apalagi ada keharusan membayar P3K dan sebagainya. Nah, ini luar biasa berdampak terhadap APBD 2026,” ujar Gubernur Jambi Al Haris, Selasa (8/10/2025).

Desentralisasi fiskal merupakan amanat UU Otonomi Daerah pascareformasi, yang memberi kewenangan kepada daerah untuk mengelola anggarannya sendiri. Namun, sejumlah ekonom menilai, implementasinya belum sepenuhnya optimal, terbukti dari maraknya kasus penyalahgunaan anggaran daerah serta kapasitas fiskal yang masih timpang.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, hingga 2024 masih ada 166 kabupaten dan kota dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bawah Rp100 miliar. Menanggapi protes itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya persoalan dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal. Ia menegaskan, langkah efisiensi dilakukan agar daerah memperbaiki tata kelola keuangannya.

“Desentralisasi enggak jelek-jelek amat, tapi pelaksanaan selama kemarin-kemarin mungkin ada kesan kurang bagus. Ada kesan ya, saya enggak tahu [aslinya],” ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (7/10/2025).

Ia menekankan, perbaikan tata kelola fiskal menjadi kunci agar pemerintah pusat dan DPR tidak segan menaikkan kembali dana transfer ke daerah.
“Kalau realisasi belanja dan tata kelolanya baik, tentu DPR akan lebih mudah menaikkan TKD lagi,” ujarnya.

Purbaya menambahkan, evaluasi akan dilakukan pada kuartal II/2026, dan jika penerimaan pajak meningkat, alokasi TKD bisa kembali dinaikkan.

Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman Hairul menilai kebijakan pemangkasan TKD berpotensi melemahkan kemandirian fiskal daerah. Menurutnya, langkah pemerintah pusat justru mengingatkan pada pola pikir sentralistik seperti masa Orde Baru.

“Kebijakan ini mengacak-acak prinsip fundamental desentralisasi fiskal yang dikenal dengan istilah money follows function. Kalau kewenangan tetap besar tapi dana dipotong drastis, itu kontraproduktif,” ujar Hairul, Senin (6/10/2025).

Ia menegaskan, jika program-program strategis seperti pembangunan infrastruktur kembali ditarik ke pemerintah pusat, maka fungsi pemerintah provinsi bisa terdegradasi. “Lah ini kan cara berpikir Orba banget dengan sentralisasinya. Kalau begitu hapuskan saja provinsi, cukup K/L dan kabupaten/kota,” pungkasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Percasi Jambi Lepas Lima Atlet ke Kejurnas Catur 2025 di Mamuju

    Ketua Percasi Jambi Lepas Lima Atlet ke Kejurnas Catur 2025 di Mamuju

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi, Mario Liberty Siregar, secara resmi melepas lima atlet catur terbaik asal Provinsi Jambi yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat, yang digelar pada 8 hingga 12 November 2025 mendatang. Acara pelepasan berlangsung dengan khidmat di Raules Kafe […]

  • Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Nanas? Ini Penjelasan Medisnya

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nanas kerap dianggap sebagai buah yang harus dihindari oleh penderita asam lambung karena rasanya yang asam. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Penderita GERD tetap diperbolehkan mengonsumsi nanas, selama dalam jumlah terbatas dan tidak dikonsumsi saat perut kosong. Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu proses pencernaan. […]

  • Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

    Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga ayam dan telur di berbagai daerah menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya permintaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat justru memunculkan tantangan baru di sisi pasokan. Permintaan ayam dan telur meningkat signifikan […]

  • Setahun Pemerintahan Prabowo, Sektor ESDM Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja dan PNBP Rp183 Triliun

    Setahun Pemerintahan Prabowo, Sektor ESDM Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja dan PNBP Rp183 Triliun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat capaian positif di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia berhasil membukukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp183 triliun serta membuka lebih dari 276 ribu lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Bahlil menegaskan bahwa arah pembangunan sektor […]

  • Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan signifikan pada Senin (12/1/2026). Sementara itu, mayoritas bahan pokok lainnya terpantau stabil, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Harga cabai merah besar tercatat naik 20 persen menjadi Rp 25.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah kecil […]

  • Rupiah Tidak Loyo Lagi,  Berpeluang ke Level Ini

    Rupiah Tidak Loyo Lagi,  Berpeluang ke Level Ini

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat hari ini, Kamis (22/1/2026). Rupiah dibuka bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.929 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp 16.936 per dolar AS. Pada saat bersamaan, greenback terpantau bergerak di tempat alias stagnan. Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman […]

expand_less