Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indonesia menegaskan kinerja ekonomi yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis. Kinerja ekonomi Indonesia tersebut dinilai memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan dalam sejumlah pertemuan Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan RI dengan investor global, serta pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund (IMF) di Washington, D.C., AS, baru-baru ini.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tiga faktor kunci penopang ketahanan ekonomi nasional, yaitu kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.

“Ketiga faktor tersebut meliputi beberapa hal, pertama, konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel,” ujar Perry dikutip dari Media Indonesia, Jumat (17/4/2026).

Kedua, kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan seiring perubahan dinamika global. Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya.

Pertemuan Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan RI dengan para pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce mencerminkan pentingnya interaksi langsung antara pemangku kebijakan dan sektor swasta di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Komitmen Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, dalam sejumlah pertemuan di Washington DC, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah ketidakpastian global.

“Kami bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk dampaknya terhadap anggaran negara dan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, respons dari IMF, Bank Dunia, serta lembaga pemeringkat sangat positif, terutama terhadap kemampuan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa membebani kebijakan fiskal.

“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” jelasnya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    Danantara Dipastikan Gabung Proyek Smelter Mempawah Fase 2, Nilai Investasi Capai Rp 13,3 Triliun

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memastikan bahwa Danantara Indonesia akan ikut terlibat dalam proyek pengembangan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2. Proyek strategis nasional yang menjadi tulang punggung hilirisasi aluminium itu membutuhkan investasi besar, yakni antara USD 700–800 juta atau setara Rp 11,6–13,3 triliun (kurs Rp 16.700 per dolar AS). Direktur […]

  • DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    DJP Akan Audit Coretax Usai Serah Terima dengan Vendor Korea Selatan pada 2026

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyiapkan proses audit menyeluruh terhadap sistem perpajakan Coretax menjelang serah terima dari vendor asal Korea Selatan, LG CNS Qualysoft Consortium, yang dijadwalkan pada 2026. Saat ini, sistem tersebut tengah memasuki masa latency atau masa penjaminan. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa masa latency merupakan periode jeda […]

  • Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh. […]

  • Harley-Davidson Perluas Pasar ke Segmen Komersial dan Instansi, Bidik Perusahaan hingga Rental

    Harley-Davidson Perluas Pasar ke Segmen Komersial dan Instansi, Bidik Perusahaan hingga Rental

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harley-Davidson mulai mengubah strategi bisnis di Indonesia dengan memperluas pasar ke segmen komersial dan instansi. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan di tengah kondisi pasar otomotif yang menantang. Operations Director JLM Auto Indonesia, Irvino Edwardly, mengatakan bahwa strategi ini didukung oleh ekosistem internal grup melalui divisi fleet yang telah dimiliki perusahaan induk. “Secara […]

  • IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup di zona hijau. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, Kamis (6/11/2025), IHSG menguat 0,09% atau 7,30 poin ke 8.325. Dalam pembukaan ada sebanyak 249 saham menguat, 160 dibuka melemah, dan 219 saham belum berubah. Sejumlah saham emiten […]

  • WFA PNS Mulai Berlaku Hari Ini, ASN Bisa Kerja dari Mana Saja Selama Mudik Lebaran

    WFA PNS Mulai Berlaku Hari Ini, ASN Bisa Kerja dari Mana Saja Selama Mudik Lebaran

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS mulai Senin (16/3/2026). Kebijakan ini berlaku selama lima hari guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah tambahan hari libur bagi ASN, melainkan pengaturan fleksibilitas kerja […]

expand_less