Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga kini masih memproses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 bagi perusahaan mineral dan batu bara (minerba). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa sambil menunggu proses persetujuan rampung, pemerintah telah menerbitkan surat edaran sebagai dasar operasional sementara bagi perusahaan tambang.

Tri mengakui bahwa hingga saat ini persetujuan RKAB tahunan 2026 memang belum sepenuhnya diterbitkan. Hal itu disebabkan masih adanya sejumlah penyesuaian, terutama terkait rencana produksi perusahaan tambang.

“Sampai saat ini untuk yang RKAB tahunan 2026 belum memang. Ada beberapa penyesuaian karena terkait dengan produksi. Itu aja. Tapi sedikit lagi sudah,” kata Tri ditemui di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ia menegaskan, penyesuaian yang dilakukan bukanlah bentuk pemangkasan produksi secara drastis, melainkan penyesuaian agar sejalan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.

“Bukan pemangkasan, penyesuaian. Ya, pengaruhnya sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa rencana produksi mineral dan batu bara dalam RKAB 2026 akan diselaraskan dengan kebutuhan industri dalam negeri. Khusus untuk komoditas mineral, pemerintah mendorong agar hasil tambang diolah dan dimurnikan terlebih dahulu di dalam negeri.

“Nikel belum, masih dikonsolidasikan sama Dirjen Minerba. Ini kita masih akan bahas,” kata Yuliot ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (2/1/2026).

Yuliot menambahkan, pemerintah tengah mengevaluasi usulan RKAB yang diajukan perusahaan tambang agar selaras dengan kapasitas dan kebutuhan industri pengolahan serta pemurnian di dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk menurunkan produksi, melainkan mengatur agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang justru berpotensi menekan harga komoditas.

“Jadi tidak ada penurunan tapi kita menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Kalau over produksi ini kan dampaknya adalah penurunan harga. Jadi ya kan kita juga mengusahakan bagaimana industri bisa tetap berjalan. Jadi tingkat keuntungan itu bisa dioptimalkan dan juga ujung-ujungnya adalah penerimaan negara,” ujar Yuliot.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembangunan jalan Tol Jambi–Rengat kini memasuki fase krusial yang ditandai dengan tantangan terbesar dalam konstruksinya: pembangunan Jembatan Batanghari III. Jembatan ini rencananya akan melintasi Sungai Batanghari di Muaro Jambi dengan panjang bentang mencapai 1,2 kilometer, dan diperkirakan menelan biaya konstruksi hingga Rp2 triliun. Direktur Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menyampaikan […]

  • Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74. Penguatan Wall Street didorong oleh […]

  • Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    Pergeseran Konsumsi Akhir 2025 Jadi Sinyal Tantangan Ekonomi Indonesia pada 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergeseran perilaku konsumsi masyarakat pada akhir 2025 dinilai menjadi sinyal awal tantangan perekonomian Indonesia pada 2026. Tekanan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan mendorong rumah tangga lebih memilih menabung dibandingkan meningkatkan belanja. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi atau average propensity to consume pada Desember 2025 turun […]

  • Danantara Beberkan Alasan Utama Menyelamatkan Krakatau Steel

    Danantara Beberkan Alasan Utama Menyelamatkan Krakatau Steel

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Indonesia Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan komitmennya untuk melakukan langkah penyelamatan terhadap PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menegaskan bahwa Krakatau Steel (KRAS) memiliki posisi strategis dalam ekosistem industri baja nasional sehingga perlu mendapatkan dukungan penyehatan menyeluruh. Menurut Rohan, Krakatau Steel […]

  • Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Segini Jadinya Hari Ini

    Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah, Segini Jadinya Hari Ini

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah lemah lagi di awal perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.121 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.121 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.104 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Pemerintah Jajaki Ekspor Ikan Patin 700 Ton ke Arab Saudi saat Musim Haji

    Pemerintah Jajaki Ekspor Ikan Patin 700 Ton ke Arab Saudi saat Musim Haji

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjajaki peluang ekspor ikan patin sebanyak 600 hingga 700 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji pada musim haji mendatang. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud mengatakan rencana ekspor tersebut masih dalam tahap negosiasi dan […]

expand_less