Batang Hari dan Ekonomi Perkebunan: Dari Komoditas ke Bisnis Turunan
- account_circle say say
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

BPS pernah mencatat pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang terbesar ekonomi Kabupaten Batang Hari, dengan kontribusi 43,33 persen pada 2021. Industri pengolahan menyumbang 10,83 persen dan pertambangan 10,18 persen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ketika sebuah daerah memiliki basis ekonomi perkebunan yang kuat, peluang bisnis tidak berhenti pada produksi komoditas. Rantai ekonomi yang terbentuk dapat menciptakan kebutuhan pada pengolahan, distribusi, perdagangan dan jasa pendukung.
BPS pernah mencatat pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang terbesar ekonomi Kabupaten Batang Hari, dengan kontribusi 43,33 persen pada 2021. Industri pengolahan menyumbang 10,83 persen dan pertambangan 10,18 persen.
Struktur tersebut menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi primer dapat menjadi fondasi bagi sektor lainnya. Dari sisi bisnis, perkebunan menciptakan kebutuhan yang cukup panjang. Mulai dari penyedia sarana produksi, transportasi, pengumpulan hasil, pengolahan, perdagangan hingga jasa keuangan.
Karena itu, pelaku usaha yang melihat Batang Hari hanya sebagai pasar konsumen akhir berpotensi melewatkan bagian lain dari rantai ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Jambi secara keseluruhan mencapai 4,93 persen pada 2025. BPS juga mencatat transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,88 persen.
Kombinasi aktivitas produksi dan distribusi membuat konektivitas menjadi faktor penting. Bagi bisnis, lokasi yang dekat dengan sumber produksi dapat memberikan keuntungan tertentu. Sementara lokasi yang dekat dengan pasar memberikan keuntungan dari sisi distribusi dan akses konsumen.
Tidak ada satu formula lokasi yang berlaku untuk semua bisnis. Yang lebih penting adalah memahami posisi sebuah usaha dalam rantai ekonomi. Batang Hari menunjukkan bahwa peluang bisnis tidak selalu berada di tempat konsumen berkumpul. Kadang peluang justru berada di antara produsen dan konsumen.
- Penulis: say say
