Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Investor Tembus 239 Ribu, Tapi Belum Ada Emiten Lokal Melantai di Bursa Efek Indonesia

Investor Tembus 239 Ribu, Tapi Belum Ada Emiten Lokal Melantai di Bursa Efek Indonesia

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Minat masyarakat Jambi terhadap investasi saham terus menunjukkan tren positif. Jumlah investor pasar modal di Provinsi Jambi terus bertambah, namun hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Jambi yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data terbaru yang dirilis Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) di Provinsi Jambi telah mencapai 239.609 investor. Angka tersebut meningkat sekitar 36 ribu investor baru dibandingkan posisi akhir 2025. Nilai aset investasi masyarakat Jambi juga telah menembus sekitar Rp3,3 triliun.

Peningkatan tersebut menunjukkan literasi dan inklusi pasar modal di Jambi terus berkembang. Investor tidak lagi didominasi kalangan profesional, tetapi juga mulai berasal dari mahasiswa, ASN, pelaku UMKM hingga generasi muda.

Meski jumlah investor tumbuh signifikan, tantangan besar masih dihadapi dunia usaha di Jambi. Sampai saat ini belum ada perusahaan lokal yang berhasil melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

BEI Jambi selama beberapa tahun terakhir terus melakukan edukasi kepada pelaku usaha agar memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis. Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak perusahaan perkebunan, perdagangan, logistik hingga industri pengolahan di Jambi yang memiliki potensi berkembang menjadi perusahaan terbuka.

Bagi investor di Jambi, sejumlah sektor dinilai memiliki keterkaitan erat dengan struktur ekonomi daerah, antara lain:

  • Perkebunan sawit, seperti PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
  • Pertambangan batu bara, seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
    Perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sektor-sektor tersebut menjadi perhatian karena memiliki hubungan langsung dengan aktivitas ekonomi yang berkembang di Provinsi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginginkan Indonesia harus mencontoh Jepang terkait penerapan bangunan tahan gempa. Dody beralasan, Indonesia berada di ring of fire atau cincin api. Hal itu ditandai dengan aktivitas gunung berapi dan gempa bumi berkala akibat pergerakan dan pertemuan lempeng-lempeng tektonik. “Kita harus mulai mencontoh Jepang. Memang kemudian ada tim […]

  • Bank Bersiap, Nasabah Diprediksi Rajin Menabung Hingga Akhir 2025

    Bank Bersiap, Nasabah Diprediksi Rajin Menabung Hingga Akhir 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah stabilnya daya beli masyarakat dan inflasi yang terjaga, perbankan melihat peluang baru menjelang akhir tahun. Harapannya, nasabah akan semakin rajin menabung, memberi angin segar bagi kinerja penghimpunan dana murah (CASA) hingga tutup tahun 2025. Optimisme ini diperkuat oleh survei Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menyebutkan bahwa saat ini hingga tiga bulan […]

  • Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    Laba Bersih Bank Danamon Indonesia Tembus Rp1,1 Triliun, Kredit dan CASA Tumbuh di Kuartal I-2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Danamon Indonesia mencatat kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 35 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, serta perbaikan kualitas aset. Laba operasional bank tercatat sebesar Rp 1,6 triliun, didorong efisiensi biaya kredit yang membaik 13 persen. Direktur Utama […]

  • Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya membahas proposal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait rencana pembangunan gedung baru tertinggi yang akan berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. “Enggak […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24-UBS Turun, Antam Stagnan

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24-UBS Turun, Antam Stagnan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau bervariasi pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Tiga produk emas utama mencatat arah yang berbeda, dengan dua di antaranya kompak melemah. Sementara satu lainnya masih stagnan. Mengutip dari laman resmi Sahabat Penggadaian, harga emas Galeri24 tercatat turun menjadi Rp2.612.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada emas UBS yang kini […]

  • Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp16.872 per Dolar AS

    Rupiah Hari Ini Menguat Jadi Rp16.872 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026), perkasa. Rupiah dibuka bergerak menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.872 per dolar AS. Sebelumnya mata uang Indonesia ini diposisi Rp16.876 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah membaiknya sentimen risk on […]

expand_less