Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Bendera Jepang
JAMBISNIS.COM – Jepang mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi kawasan dengan menyiapkan bantuan pinjaman sebesar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun bagi negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak global serta gangguan rantai pasok energi.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menegaskan bahwa dukungan tersebut bertujuan memperkuat cadangan energi negara-negara mitra sekaligus melindungi rantai pasok Jepang yang sangat bergantung pada kawasan Asia.
“Negara-negara Asia saling terhubung dalam rantai pasok. Stabilitas energi kawasan sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi bersama,” ujar Takaichi.
Dana pinjaman ini akan disalurkan melalui lembaga keuangan Jepang seperti Japan Bank for International Cooperation dan Nippon Export and Investment Insurance.
Bantuan tersebut mencakup:
- Pembelian minyak mentah
- Penguatan cadangan energi
- Diversifikasi sumber energi
- Pembangunan fasilitas penyimpanan minyak
Jepang juga mendorong negara-negara Asia untuk mencari alternatif pasokan energi, termasuk dari Amerika Serikat, guna mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah. Untuk diketahui Sekitar 90 persen minyak mentah yang melewati Selat Hormuz diketahui mengalir ke Asia. Ketegangan di wilayah ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi regional.
Kondisi ini diperparah oleh terbatasnya cadangan minyak di negara-negara Asia Tenggara dibandingkan Jepang. Meski memberikan bantuan besar, Jepang memastikan pasokan dalam negerinya tetap aman. Saat ini, Jepang telah mengamankan cadangan energi, termasuk nafta, untuk kebutuhan domestik selama sekitar empat bulan.
Selain itu, pemerintah Jepang juga berencana melepas tambahan 36 juta barel minyak dari cadangan nasional mulai awal Mei guna menjaga stabilitas pasokan global.
Langkah Jepang ini juga bertujuan mencegah efek domino terhadap industri penting, termasuk sektor kesehatan yang bergantung pada pasokan dari Asia seperti alat medis, kontainer, hingga sarung tangan.
Dengan langkah ini, Jepang berharap stabilitas energi di Asia tetap terjaga di tengah tekanan geopolitik global yang terus meningkat.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar