Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pada 5 Agustus lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026 sebesar 8,07%. Di sisi lain, berdasarkan pengelompokan negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle-Income Country), Bank Dunia memperkirakan 64,1% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar sebesar US$8,30 PPP atau sekitar Rp. 51.087 per orang per hari. Penjelasan mengenai angka kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia diuraikan di bawah ini.

Mengapa tingkat kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia berbeda?

Baik BPS maupun Bank Dunia menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Indonesia sebagai sumber data, namun keduanya mengukur kemiskinan dengan cara yang berbeda, karena pengukuran tersebut memiliki tujuan yang berbeda pula.

PS mengukur kemiskinan berdasarkan biaya hidup di Indonesia. BPS menghitung jumlah pengeluaran minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti perumahan, pakaian, dan transportasi, di 75 wilayah perkotaan dan perdesaan di setiap provinsi, serta memperbarui angka-angka tersebut dua kali setahun untuk menyesuaikan dengan perubahan harga. Pada bulan Maret 2026, ambang batas tersebut tercatat sebesar Rp669.235 per orang per bulan, atau sekitar US$3,60 per hari. Garis kemiskinan nasional ini dirancang untuk memberikan gambaran kemiskinan yang lebih akurat dengan mencerminkan standar dan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia.

Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Hal ini memerlukan standar yang sama, bukan garis kemiskinan yang didasarkan pada harga dan pola konsumsi masing-masing negara. Bank Dunia menggunakan tiga tolok ukur kemiskinan internasional yang disesuaikan dengan tiga kelompok pendapatan negara: US$3,00 per hari (setara dengan Rp18.465 per hari) untuk negara berpendapatan rendah, US$4,20 (Rp25.851 per hari) untuk negara berpendapatan menengah bawah, dan US$8,30 (Rp51.087 per hari) untuk negara berpendapatan menengah atas. Tolok ukur ini didasarkan pada garis kemiskinan yang umum digunakan oleh negara-negara dalam setiap kelompok pendapatan dan disesuaikan agar jumlah uang yang sama dapat membeli kelompok barang yang sebanding di berbagai negara. Estimasi kemiskinan Bank Dunia memperhitungkan tiga jenis dinamika harga: perubahan dari waktu ke waktu menggunakan IHK (Indeks Harga Konsumen), perbedaan antar wilayah (kabupaten/kota), dan perbedaan harga antar negara menggunakan penyesuaian berbasis Paritas Daya Beli (PDB).

 

Tingkat kemiskinan mana yang sebaiknya menjadi acuan bagi perumusan kebijakan dan pemantauan kemajuan di Indonesia?

Definisi kemiskinan nasional dan internasional sengaja dibuat berbeda karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda, dan keduanya tepat untuk kegunaan masing-masing. Garis kemiskinan nasional ditetapkan oleh pemerintah serta bersifat spesifik bagi setiap negara dengan konteksnya masing-masing. Garis ini digunakan sebagai dasar kebijakan nasional dan untuk memantau kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Untuk memantau kemajuan Indonesia serta merumuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional, ukuran yang ditetapkan oleh BPS adalah yang paling relevan. Berdasarkan tolok ukur tersebut, tingkat kemiskinan turun dari 8,47% pada Maret 2025 menjadi 8,07% pada Maret 2026.

Untuk gambaran global, estimasi Bank Dunia tahun 2025 menunjukkan bahwa 3,7% penduduk Indonesia berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem, atau 15,5% di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah bawah, atau 64,1% di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas.

Apa penyebab perbedaan yang besar tersebut?

Perbedaan besar ini terutama berkaitan dengan penentuan garis kemiskinan, bukan karena memburuknya kondisi kehidupan. Ketika tingkat pendapatan Indonesia naik menjadi negara berpendapatan menengah atas pada tahun 2023, Bank Dunia menaikkan ambang batas kemiskinan yang digunakannya, dari US$4,20 menjadi US$8,30 per orang per hari. Dengan ambang batas yang lebih tinggi, secara alami menyebabkan lebih banyak orang berada di bawahnya; hal ini tidak berarti mereka menjadi lebih miskin.

Angka US$8,30 tersebut juga mencerminkan standar hidup di kelompok negara berpendapatan menengah atas yang luas, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita hingga hampir tiga kali lipat dari Indonesia. Oleh karena itu, angka ini menetapkan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar hidup yang berlaku di Indonesia.

Kedua ukuran tersebut juga memperlakukan perubahan harga dari waktu ke waktu dengan cara yang berbeda. BPS menyesuaikan garis kemiskinannya seiring dengan perubahan pola konsumsi dan standar hidup, sementara Bank Dunia menerapkan standar internasional yang tetap dan menyesuaikannya dengan inflasi. Akibatnya, kedua ukuran tersebut dapat menunjukkan tren penurunan kemiskinan yang berbeda.

Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh angka kemiskinan tersebut

Estimasi kemiskinan dari BPS dan Bank Dunia menggunakan data dasar yang sama, namun menjawab pertanyaan yang berbeda. BPS mengukur kemiskinan dalam konteks Indonesia, sehingga bermanfaat untuk pemantauan kemajuan dan kebijakan dalam negeri. Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Dalam hal ini, ukuran yang satu tidak lebih “benar” daripada yang lain; keduanya memiliki tujuan berbeda dan memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sumber: BPS Provinsi Jambi

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Membara

    Trump Klaim AS Tenggelamkan 9 Kapal Perang Iran, Konflik Timur Tengah Kian Membara

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal perang milik Iran di tengah perang yang terus berkobar di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (1/3/2026). “Saya baru saja diberitahu, kita sudah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, […]

  • Uang rupiah Play Button

    Terkait Redenominasi Rupiah, Pelaku Usaha Perlu Pembaruan Sistem Akuntasi dan Teknologi Informasi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wacana redenominasi rupiah yang sudah sejak lama diapungkan ke publik, kembali diseriusi oleh pemerintah. Hal ini diketahui mulai diseriusi pemerintah setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029 Dimintai pendapatnya mengenai rencana ini, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, […]

  • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau naik serentak di Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadnata Abadi pada Kamis (19/2/2026) siang. Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon […]

  • Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

    Panda Bond RI Laris di China, Permintaan Tembus Rp45 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia sukses mencatat sejarah baru di pasar keuangan global. Untuk pertama kalinya, pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond, yakni surat utang global berdenominasi yuan (CNY), di pasar keuangan China. Penerbitan perdana ini mendapat sambutan luar biasa dari investor dengan nilai permintaan yang mencapai sekitar CNY 17 miliar atau setara Rp45 triliun. Dalam transaksi […]

  • 10 Rahasia Ekonomi Jambi yang Jarang Diungkap BPS, Nomor 6 Jadi Penopang Utama Daerah

    10 Rahasia Ekonomi Jambi yang Jarang Diungkap BPS, Nomor 6 Jadi Penopang Utama Daerah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit, karet, batu bara, dan minyak bumi di Indonesia. Namun di balik kekayaan sumber daya alam tersebut, terdapat sejumlah fakta ekonomi yang belum banyak diketahui masyarakat. Berdasarkan penelusuran dari berbagai publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, BKPM, Kementerian […]

  • BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut layanan BI-Fast kini menjadi salah satu sistem pembayaran tercepat dan termurah di dunia. Saat ini, tarif transaksi BI-Fast hanya Rp2.500 per transaksi dengan batas maksimal transfer Rp500.000 per sekali transaksi. Perry menegaskan, biaya tersebut sangat kompetitif dibandingkan standar global. “Rp2.500 itu kalau dikonversi ke dolar, hanya […]

expand_less