Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

BPS dan Bank Dunia Bahas Garis Kemiskinan Nasional dan Internasional

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pada 5 Agustus lalu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan tingkat kemiskinan nasional per Maret 2026 sebesar 8,07%. Di sisi lain, berdasarkan pengelompokan negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle-Income Country), Bank Dunia memperkirakan 64,1% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dengan standar sebesar US$8,30 PPP atau sekitar Rp. 51.087 per orang per hari. Penjelasan mengenai angka kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia diuraikan di bawah ini.

Mengapa tingkat kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia berbeda?

Baik BPS maupun Bank Dunia menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Indonesia sebagai sumber data, namun keduanya mengukur kemiskinan dengan cara yang berbeda, karena pengukuran tersebut memiliki tujuan yang berbeda pula.

PS mengukur kemiskinan berdasarkan biaya hidup di Indonesia. BPS menghitung jumlah pengeluaran minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti perumahan, pakaian, dan transportasi, di 75 wilayah perkotaan dan perdesaan di setiap provinsi, serta memperbarui angka-angka tersebut dua kali setahun untuk menyesuaikan dengan perubahan harga. Pada bulan Maret 2026, ambang batas tersebut tercatat sebesar Rp669.235 per orang per bulan, atau sekitar US$3,60 per hari. Garis kemiskinan nasional ini dirancang untuk memberikan gambaran kemiskinan yang lebih akurat dengan mencerminkan standar dan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia.

Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Hal ini memerlukan standar yang sama, bukan garis kemiskinan yang didasarkan pada harga dan pola konsumsi masing-masing negara. Bank Dunia menggunakan tiga tolok ukur kemiskinan internasional yang disesuaikan dengan tiga kelompok pendapatan negara: US$3,00 per hari (setara dengan Rp18.465 per hari) untuk negara berpendapatan rendah, US$4,20 (Rp25.851 per hari) untuk negara berpendapatan menengah bawah, dan US$8,30 (Rp51.087 per hari) untuk negara berpendapatan menengah atas. Tolok ukur ini didasarkan pada garis kemiskinan yang umum digunakan oleh negara-negara dalam setiap kelompok pendapatan dan disesuaikan agar jumlah uang yang sama dapat membeli kelompok barang yang sebanding di berbagai negara. Estimasi kemiskinan Bank Dunia memperhitungkan tiga jenis dinamika harga: perubahan dari waktu ke waktu menggunakan IHK (Indeks Harga Konsumen), perbedaan antar wilayah (kabupaten/kota), dan perbedaan harga antar negara menggunakan penyesuaian berbasis Paritas Daya Beli (PDB).

 

Tingkat kemiskinan mana yang sebaiknya menjadi acuan bagi perumusan kebijakan dan pemantauan kemajuan di Indonesia?

Definisi kemiskinan nasional dan internasional sengaja dibuat berbeda karena keduanya memiliki tujuan yang berbeda, dan keduanya tepat untuk kegunaan masing-masing. Garis kemiskinan nasional ditetapkan oleh pemerintah serta bersifat spesifik bagi setiap negara dengan konteksnya masing-masing. Garis ini digunakan sebagai dasar kebijakan nasional dan untuk memantau kemajuan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Untuk memantau kemajuan Indonesia serta merumuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional, ukuran yang ditetapkan oleh BPS adalah yang paling relevan. Berdasarkan tolok ukur tersebut, tingkat kemiskinan turun dari 8,47% pada Maret 2025 menjadi 8,07% pada Maret 2026.

Untuk gambaran global, estimasi Bank Dunia tahun 2025 menunjukkan bahwa 3,7% penduduk Indonesia berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem, atau 15,5% di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah bawah, atau 64,1% di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas.

Apa penyebab perbedaan yang besar tersebut?

Perbedaan besar ini terutama berkaitan dengan penentuan garis kemiskinan, bukan karena memburuknya kondisi kehidupan. Ketika tingkat pendapatan Indonesia naik menjadi negara berpendapatan menengah atas pada tahun 2023, Bank Dunia menaikkan ambang batas kemiskinan yang digunakannya, dari US$4,20 menjadi US$8,30 per orang per hari. Dengan ambang batas yang lebih tinggi, secara alami menyebabkan lebih banyak orang berada di bawahnya; hal ini tidak berarti mereka menjadi lebih miskin.

Angka US$8,30 tersebut juga mencerminkan standar hidup di kelompok negara berpendapatan menengah atas yang luas, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita hingga hampir tiga kali lipat dari Indonesia. Oleh karena itu, angka ini menetapkan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar hidup yang berlaku di Indonesia.

Kedua ukuran tersebut juga memperlakukan perubahan harga dari waktu ke waktu dengan cara yang berbeda. BPS menyesuaikan garis kemiskinannya seiring dengan perubahan pola konsumsi dan standar hidup, sementara Bank Dunia menerapkan standar internasional yang tetap dan menyesuaikannya dengan inflasi. Akibatnya, kedua ukuran tersebut dapat menunjukkan tren penurunan kemiskinan yang berbeda.

Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh angka kemiskinan tersebut

Estimasi kemiskinan dari BPS dan Bank Dunia menggunakan data dasar yang sama, namun menjawab pertanyaan yang berbeda. BPS mengukur kemiskinan dalam konteks Indonesia, sehingga bermanfaat untuk pemantauan kemajuan dan kebijakan dalam negeri. Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Dalam hal ini, ukuran yang satu tidak lebih “benar” daripada yang lain; keduanya memiliki tujuan berbeda dan memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Sumber: BPS Provinsi Jambi

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maduro Ditahan di Penjara Federal Brooklyn, Siap Jalani Sidang di Pengadilan Manhattan Pekan Depan

    Maduro Ditahan di Penjara Federal Brooklyn, Siap Jalani Sidang di Pengadilan Manhattan Pekan Depan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan telah tiba dan ditahan di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Maduro dijadwalkan menghadapi proses hukum di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan. Sejumlah pejabat penegak hukum Amerika Serikat menyebutkan, Maduro sebelumnya diterbangkan menggunakan helikopter menuju Manhattan sebelum akhirnya dibawa dengan pengawalan ketat aparat keamanan […]

  • Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul Kamis (9/4/2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi karena tertekan sentimen global di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 […]

  • Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, India Jadi Pasar Utama

    Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, India Jadi Pasar Utama

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Ekspor pinang asal Provinsi Jambi menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat nilai ekspor komoditas tersebut mencapai Rp1,3 triliun pada 2025. Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang mengatakan peningkatan terlihat dari data sertifikasi Karantina Jambi. Pada 2024, tercatat 804 kali pengiriman pinang dengan nilai Rp632,8 miliar. Nilai tersebut kemudian […]

  • Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Turun, Segini Harga Terbarunya

    Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Turun, Segini Harga Terbarunya

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua hari menjelang pergantian tahun, dua produk buatan jenama UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun harga. Hanya saja, penurunan UBS lebih besar dibandingkan dengan Galeri24. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (30/12/2025), harga jual emas Galeri24 turun sebesar Rp9.000. Dari awalnya Rp2.627.000, kini harga Galeri24 menjadi Rp2.618.000 per gram. Sedangkan emas […]

  • Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

    Honda Kuasai 80 Persen Penjualan Motor Baru di Indonesia Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penjualan sepeda motor baru di Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 5.427.253 unit. Dari total tersebut, Honda mendominasi hampir 80 persen pasar, menjadikannya merek dengan penjualan tertinggi dalam industri roda dua nasional. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan Honda mencetak penjualan sekitar 4,2 juta unit, atau menguasai 77 persen pangsa pasar. Capaian […]

  • Emas Pegadaian Kompak Ambyar, Antam Turun Paling Dalam

    Emas Pegadaian Kompak Ambyar, Antam Turun Paling Dalam

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emas Antam, UBS, dan Galeri24 yang diperdagangkan di Pegadaian makin murah. Tiga produk logam mulia tersebut kembali serentak turun harga pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Koreksi memang tidak terlalu dalam. Namun, penurunan serentak tersebut membuat harga emas ketiga jenama kembali bergerak ke level yang lebih rendah. Mengacu data laman resmi Sahabat Pegadaian, emas Antam […]

expand_less