Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

Kenapa Banyak Lulusan SMK di Jambi Nganggur? TPT Capai 7,95 Persen, Ini Masalahnya

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk menyiapkan lulusan agar memiliki keterampilan dan lebih mudah masuk dunia kerja. Namun, di Provinsi Jambi, lulusan SMK masih menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK pada Agustus 2025 mencapai 7,95 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya dalam data ketenagakerjaan Jambi.

Kondisi ini menarik karena secara nasional pendidikan vokasi justru diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai.

Di Jambi, persoalannya bukan semata-mata karena lulusan SMK tidak memiliki keterampilan. Ada persoalan yang lebih kompleks, mulai dari kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri, terbatasnya lapangan kerja formal, hingga pengalaman kerja lulusan baru.

BPS Jambi mencatat TPT pada Februari 2026 sebesar 3,99 persen, turun 0,50 persen poin dibandingkan Februari 2025. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 1,87 juta orang, sedangkan penduduk yang bekerja sekitar 1,80 juta orang.

Artinya, secara keseluruhan pengangguran di Jambi mengalami penurunan.

Namun, persoalan lulusan SMK masih perlu mendapat perhatian. Data BPS Jambi dari Sakernas Agustus 2025 menunjukkan TPT lulusan SMK mencapai 7,95 persen, jauh lebih tinggi dibanding TPT provinsi pada periode yang sama yang berada di 4,26 persen.

Dengan kata lain, tantangan mendapatkan pekerjaan bagi lulusan SMK relatif lebih berat dibandingkan gambaran umum pasar kerja Jambi.

Kenapa Lulusan SMK Sulit Mendapat Pekerjaan? Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

SMK memang membekali siswa dengan keterampilan berdasarkan bidang keahlian. Namun, kebutuhan industri berubah cepat mengikuti perkembangan teknologi dan kondisi ekonomi.

Ketika kompetensi yang dimiliki lulusan tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan, ijazah SMK belum otomatis membuat seseorang langsung terserap ke pasar kerja.

Bahkan, BPS Provinsi Jambi sebelumnya telah menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah, Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK dan dunia usaha untuk memperkuat penempatan tenaga kerja serta menciptakan link and match di pasar kerja.

Struktur ekonomi dan pasar kerja Jambi juga menjadi bagian penting untuk memahami persoalan ini.

BPS mencatat pada Agustus 2025, lapangan pekerjaan utama di Jambi masih didominasi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan kontribusi sekitar 43,36 persen terhadap penyerapan tenaga kerja.

Pada saat yang sama, sebanyak 57,27 persen pekerja berada di sektor informal.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Jambi memiliki karakter yang berbeda dengan daerah yang ekonominya lebih banyak ditopang industri manufaktur atau sektor teknologi.

Bagi lulusan SMK yang mengambil jurusan otomotif, teknik, teknologi informasi, bisnis atau keahlian lainnya, pekerjaan yang sesuai dengan bidang pendidikan belum tentu tersedia dalam jumlah besar di daerah tempat mereka tinggal.

Akibatnya, lulusan memiliki beberapa pilihan: bekerja tidak sesuai jurusan, masuk sektor informal, berwirausaha, mencari pekerjaan ke luar daerah, atau menganggur sambil menunggu pekerjaan yang dianggap sesuai.

BPS mencatat ekonomi Provinsi Jambi sepanjang 2025 tumbuh 4,93 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 4,50 persen. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan sebesar 8,88 persen.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti seluruh kelompok lulusan pendidikan langsung mendapatkan pekerjaan.

Sektor yang tumbuh belum tentu membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Begitu pula pekerjaan yang tersedia belum tentu sesuai dengan kompetensi lulusan SMK.

Inilah salah satu tantangan yang perlu dijawab pemerintah daerah bersama sekolah dan dunia usaha.

Besarnya sektor informal di Jambi juga menunjukkan bahwa dunia kerja tidak hanya berada di perusahaan besar.

UMKM dapat menjadi salah satu alternatif bagi lulusan SMK, terutama bagi mereka yang memiliki keterampilan teknis dan kemampuan kewirausahaan.

Lulusan jurusan otomotif, misalnya, dapat membuka bengkel. Lulusan tata boga dapat mengembangkan usaha makanan. Lulusan desain atau multimedia dapat menawarkan jasa desain dan produksi konten. Sementara lulusan bidang teknologi informasi dapat mengembangkan jasa digital.

Artinya, pendidikan SMK tidak harus berujung pada posisi sebagai karyawan.

Namun, agar lulusan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, kemampuan teknis perlu dilengkapi dengan keterampilan bisnis, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, serta kemampuan membaca peluang pasar.

BPS Jambi juga mencatat bahwa 46,21 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal pada Februari 2026, meningkat 1,55 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja, tetapi tantangan lulusan SMK masih membutuhkan kebijakan yang lebih spesifik.

Sekolah perlu mengetahui jenis tenaga kerja yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

Industri juga perlu lebih aktif memberikan masukan terhadap kurikulum, menyediakan tempat praktik kerja, membuka rekrutmen bagi lulusan baru, serta memberikan sertifikasi yang benar-benar dibutuhkan.

Sementara pemerintah daerah dapat memperkuat sistem informasi pasar kerja agar sekolah memiliki gambaran mengenai kebutuhan tenaga kerja di setiap sektor ekonomi.

Tingginya TPT lulusan SMK di Jambi tidak otomatis berarti pendidikan SMK gagal. Angka 7,95 persen justru menjadi sinyal bahwa masih ada jarak antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

Apalagi, secara keseluruhan TPT Jambi telah turun menjadi 3,99 persen pada Februari 2026. Artinya, masalahnya semakin spesifik: bagaimana memastikan lulusan SMK mendapatkan akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka.

Ke depan, keberhasilan pendidikan vokasi di Jambi tidak cukup diukur dari berapa banyak siswa yang lulus.

Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak lulusan yang bekerja, apakah pekerjaannya sesuai kompetensi, berapa lama mereka menunggu pekerjaan, dan apakah sebagian lainnya mampu menciptakan usaha sendiri.

Sebab, lulusan SMK seharusnya bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi tenaga terampil sekaligus pencipta lapangan kerja baru di Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor […]

  • Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Cek Rinciannya

    Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Cek Rinciannya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperjualbelikan di Pegadaian hari ini mengalami penurunan. Tiga jenama utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, kompak turun dibandingkan harga pada hari sebelumnya. Berdasarkan data Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, Jumat (24/4/2026), harga emas Antam kini berada di angka Rp2.918.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri24 masing-masing di […]

  • Nvidia Jadi Perusahaan Pertama Tembus Valuasi US$ 5 Triliun

    Nvidia Jadi Perusahaan Pertama Tembus Valuasi US$ 5 Triliun

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raksasa chip asal Silicon Valley, Nvidia, berada di jalur untuk menjadi perusahaan pertama di dunia dengan valuasi mencapai US$ 5 triliun. Pencapaian ini datang hanya tiga bulan setelah Nvidia mencatat rekor menembus nilai pasar US$ 4 triliun. Permintaan tinggi terhadap chip buatan Nvidia menjadi pendorong utama lonjakan harga saham perusahaan sejak awal 2023. […]

  • Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Minerba hingga 2.500 Hektare

    Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Minerba hingga 2.500 Hektare

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membuka peluang bagi koperasi untuk mengelola tambang mineral dan batu bara (minerba). Kebijakan ini ditegaskan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025, perubahan kedua atas PP No.96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba. Langkah tersebut menjadi angin segar bagi gerakan koperasi nasional, karena untuk pertama kalinya koperasi diberi ruang legal […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini, 26 Agustus 2026: Kabut Asap Masih Mengintai

    Prakiraan Cuaca Jambi Hari Ini, 26 Agustus 2026: Kabut Asap Masih Mengintai

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan ringan, sementara beberapa wilayah lainnya menghadapi kabut, asap, hingga udara kabur. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang tersedia, kondisi berkabut atau berasap masih berpotensi terjadi di wilayah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan […]

  • Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerataan akses internet di Provinsi Jambi masih menghadapi tantangan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan masih ada puluhan desa yang belum tersentuh sinyal internet. Berdasarkan Pendataan Potensi Desa (Podes), tercatat sebanyak 19 desa/kelurahan di Jambi belum memiliki akses internet sama sekali. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan digital di sejumlah […]

expand_less