IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45
- account_circle say say
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026).
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor energi 3,60%, perindustrian 2,98%, barang konsumen non primer 2,90%, serta properti dan real estate 2,81%.
Selain itu, sektor transportasi turun 2,78%, sektor bahan baku 2,73%, keuangan 2,51%, barang konsumen primer 2,40%, kesehatan 2,12%, dan teknologi melemah 1,69%.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan total volume mencapai 28,63 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,24 triliun. Tekanan jual mendominasi pasar dengan 642 saham melemah, hanya 90 saham menguat, dan 82 saham stagnan.
Di jajaran indeks LQ45, saham-saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat utama. Top losers dipimpin oleh Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 9,78% ke Rp2.030 per saham. Disusul Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang melemah 7,38% ke Rp1.380, serta Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 6,79% ke Rp4.870 per saham.
Sementara itu, pergerakan positif masih terlihat terbatas. Saham Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat kenaikan 1,08% ke Rp1.865 per saham, diikuti Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 0,75% ke Rp6.750 per saham.
Pelemahan IHSG kali ini tidak terlepas dari sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta tekanan dari kebijakan ekonomi global yang memicu aksi jual investor.
Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar