BPS: Pengangguran di Jambi Turun Jadi 4,08 Persen per November 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI/FOTO
JAMBISNIS.COM – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,08 persen, atau menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah angkatan kerja di Jambi mencapai 1,94 juta orang, meningkat 5,26 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, 1,86 juta orang tercatat bekerja, sementara 79,22 ribu orang masih menganggur.
Penurunan pengangguran sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor pengangkutan dan pergudangan yang mencatat kenaikan terbesar, yakni 3,72 ribu orang. Sektor konstruksi, pendidikan, industri pengolahan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mengalami penambahan tenaga kerja.
Dari sisi kualitas pekerjaan, BPS mencatat pergeseran positif menuju sektor formal. Sebanyak 808,93 ribu orang atau 43,48 persen penduduk bekerja kini berada di sektor formal, naik 2,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Sebaliknya, proporsi pekerja informal turun menjadi 56,52 persen.
BPS juga mencatat perbaikan signifikan pada jam kerja. Pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) meningkat menjadi 67,05 persen, sementara pekerja tidak penuh turun menjadi 32,95 persen. Tingkat setengah pengangguran tercatat hanya 7,48 persen, turun tajam 18,98 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Adapun pekerja paruh waktu juga menurun menjadi 25,47 persen.
Namun demikian, struktur ketenagakerjaan Jambi masih menghadapi tantangan. Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja masih didominasi lulusan SD ke bawah sebesar 33,48 persen, sementara tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma dan Universitas) baru mencapai 12,44 persen.
Sementara itu, jika dilihat dari karakteristik pengangguran, lulusan universitas justru mencatat TPT tertinggi, yakni 6,97 persen, disusul lulusan Diploma I/II/III dan SMA masing-masing 4,86 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.
Secara spasial, TPT di wilayah perkotaan tercatat 4,47 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan sebesar 3,83 persen. Meski demikian, penurunan TPT terbesar justru terjadi di wilayah perkotaan, yakni 1,09 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha menyatakan, penurunan pengangguran dan meningkatnya pekerja formal mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi daerah, namun penguatan kualitas tenaga kerja tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
“Perbaikan pasar kerja perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan pendidikan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar