Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Pemerintah Serap Rp25 Triliun dari Lelang SUN Pekan Ini

Pemerintah Serap Rp25 Triliun dari Lelang SUN Pekan Ini

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyerap dana senilai Rp25 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) pada 2 Desember 2025. Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penerimaan masuk yang tercatat pada lelang kali ini mencapai Rp69,64 triliun.

Serapan terbesar berasal dari seri FR0106 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp5,5 triliun dari penawaran masuk Rp7,19 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,45991 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Serapan berikutnya berasal dari seri FR0102 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp4,15 triliun dari penawaran masuk Rp6,73 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,74988 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Selanjutnya, pemerintah menyerap dana sebesar Rp3,85 triliun dari FR0107 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp7,71 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,54987 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Dari seri FR0105 (pembukaan kembali), dimenangkan dana sebesar Rp3,25 triliun dari penawaran masuk Rp5,41 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,77971 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Kemudian, pemerintah menyerap dana sebesar Rp2 triliun dari tiga seri, yakni SPN01260103 (penerbitan baru), SPN12261203 (penerbitan baru), dan FR0108 (pembukaan kembali). Seri SPN01260103 menerima penawaran masuk sebesar Rp2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,55000 persen dan jatuh tempo 3 Januari 2026.

Seri SPN12261203 menerima penawaran masuk Rp4,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,00000 persen dan jatuh tempo 3 Desember 2026. Sedangkan, seri FR0108 menerima penawaran masuk senilai Rp16,14 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,23928 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Serapan selanjutnya yaitu seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan senilai Rp1,25 triliun dengan penawaran masuk tertinggi sebesar Rp17,41 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 5,71000 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Terakhir, pemerintah menyerap dana senilai Rp1 triliun dari seri SPN12260305 (pembukaan kembali) yang menerima penawaran masuk Rp1,35 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,70000 persen dengan jatuh tempo 5 Maret 2026.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Antara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja perbankan hingga akhir tahun ini diyakini masih tetap solid. Keyakinan itu tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025. Survei melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai sebesar 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum pada September 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan survei […]

  • PLN Mobile Jadi “Kantor Mini” Digital, 69 Juta Pengguna Urus Listrik dan SPKLU Lewat Satu Aplikasi

    PLN Mobile Jadi “Kantor Mini” Digital, 69 Juta Pengguna Urus Listrik dan SPKLU Lewat Satu Aplikasi

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) terus mempercepat transformasi digital layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi tersebut kini berkembang menjadi super app yang disebut sebagai “kantor mini” PLN karena menghadirkan berbagai layanan dalam satu platform digital. Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Retail PLN Joni mengatakan, perubahan ini menandai pergeseran layanan dari sistem konvensional berbasis loket […]

  • Hingga Februari, 4 Juta Bidang Tanah Belum Bersertifikat

    Hingga Februari, 4 Juta Bidang Tanah Belum Bersertifikat

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat sebanyak 122 juta bidang tanah telah bersertifikat dari total sekitar 126 juta bidang tanah di Indonesia. Pemerintah kini mengejar penyelesaian sertifikasi terhadap sisa sekitar 4 juta bidang tanah. Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengatakan percepatan sertifikasi merupakan proses yang berjalan secara alami […]

  • Maruarar Minta Data Warga Korban Pinjol Dihapus dari SLIK OJK agar Bisa Akses Rumah Subsidi

    Maruarar Minta Data Warga Korban Pinjol Dihapus dari SLIK OJK agar Bisa Akses Rumah Subsidi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempertimbangkan langkah pemutihan data masyarakat terdampak pinjaman online (pinjol) dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Kebijakan ini dinilai penting agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap memiliki kesempatan untuk mengakses program rumah subsidi dari pemerintah. […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Angso Duo Jambi Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil per 19 Februari 2026. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui sistem SIHARKO. Kenaikan harga tercatat pada komoditas cabai. Cabe rawit hijau naik 10 persen menjadi Rp 40.000 per kilogram. […]

  • Indonesia setop impor solar mulai 1 Juli, Ini Alasannya

    Indonesia setop impor solar mulai 1 Juli, Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026. Keputusan itu menyusul penerapan biodiesel 50 persen atau B50 berbasis kelapa sawit yang siap menggantikan kebutuhan solar impor secara penuh. “Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip dari Antara, Senin […]

expand_less