Selasa, 9 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan kebijakan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan deregulasi ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel dan mudah diakses berbagai sektor.

“Kami sedang membahas deregulasi PLTS. Ke depan, tidak lagi dibatasi jenisnya, baik itu atap, terapung, maupun ground-mounted, semuanya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ujar Eniya, Selasa (21/4/2026).

Langkah deregulasi ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan kapasitas energi surya nasional. Dalam dokumen PT PLN (Persero) melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), kapasitas PLTS ditargetkan mencapai 17,1 gigawatt (GW) hingga 2034.

Namun, pemerintah mendorong target yang lebih ambisius, yakni mencapai 80 hingga 100 GW, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional masih sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi terbesar berasal dari PLTS atap sebesar 895 megawatt (MW).

Deregulasi PLTS juga diproyeksikan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan investasi di sektor energi bersih, kebijakan ini berpotensi menciptakan efek berganda terhadap industri dalam negeri.

“Kami memperkirakan ada sekitar 760 ribu lapangan kerja baru yang bisa tercipta dari pengembangan PLTS,” kata Eniya.

Pemanfaatan teknologi energi surya ke depan tidak hanya terbatas pada atap bangunan, tetapi juga akan diperluas ke berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan, kawasan industri, hingga mendukung pengembangan kendaraan listrik.

Pemerintah menilai pengembangan PLTS menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung transisi energi nasional. Dengan deregulasi yang tengah disiapkan, energi surya diharapkan dapat menjadi salah satu tulang punggung penyediaan listrik di masa depan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp 626,4 Miliar Kuartal III 2025, Capai 35% dari Target

    Puradelta (DMAS) Raih Marketing Sales Rp 626,4 Miliar Kuartal III 2025, Capai 35% dari Target

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), mencatat marketing sales sebesar Rp 626,4 miliar pada kuartal III 2025. Realisasi ini setara 35% dari target tahunan Rp 1,81 triliun. Prapenjualan DMAS sepanjang tahun berjalan berasal dari penjualan lahan industri seluas 18 hektare, dengan sektor Data Center dan FMCG sebagai kontributor […]

  • Rupiah Menguat Tiga Poin Menjadi Rp16.725 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tiga Poin Menjadi Rp16.725 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat (14/11/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.725 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.728 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,41%, disusul peso Filipina yang naik […]

  • B50 Tanpa Impor Mulai Juli 2026, Kementerian ESDM Targetkan Stop Impor Solar 5 Juta Ton

    B50 Tanpa Impor Mulai Juli 2026, Kementerian ESDM Targetkan Stop Impor Solar 5 Juta Ton

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan program biodiesel B50 akan mulai diterapkan secara nasional pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menandai langkah besar Indonesia menuju kemandirian energi, dengan seluruh bahan baku dipastikan berasal dari dalam negeri tanpa impor. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi […]

  • Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

    Roti Awet Hingga 6 Bulan, Masih Aman Dikonsumsikah?

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Roti dengan masa simpan hingga enam bulan kerap menimbulkan pertanyaan di masyarakat: apakah masih aman dikonsumsi? Produk roti awet biasanya melalui proses pengolahan, pengemasan, dan penambahan bahan tertentu untuk memperpanjang daya tahan. Ahli Gizi sekaligus Ketua PD Asosiasi Dietisien Indonesia (Asdi) Jakarta Siti Dharma Azizah mengatakan, roti yang mengandung pengawet, dan legal alias […]

  • 9 Makanan Khas Imlek dan Maknanya, Simbol Harapan Baik di Tahun Baru

    9 Makanan Khas Imlek dan Maknanya, Simbol Harapan Baik di Tahun Baru

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat, kumpul keluarga, dan meja makan yang penuh hidangan istimewa. Bukan sekadar lezat, makanan khas Imlek juga dipercaya menyimpan makna mendalam sebagai doa dan harapan untuk menyambut tahun yang baru. Mulai dari simbol umur panjang, kelimpahan rezeki, hingga keharmonisan keluarga, setiap sajian punya cerita dan […]

  • Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali bersemangat pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah kini menguat ke level Rp16.889 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia bergerak menguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.889 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup berada diposisi Rp16.911 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata […]

expand_less