Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan kebijakan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan deregulasi ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel dan mudah diakses berbagai sektor.

“Kami sedang membahas deregulasi PLTS. Ke depan, tidak lagi dibatasi jenisnya, baik itu atap, terapung, maupun ground-mounted, semuanya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ujar Eniya, Selasa (21/4/2026).

Langkah deregulasi ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan kapasitas energi surya nasional. Dalam dokumen PT PLN (Persero) melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), kapasitas PLTS ditargetkan mencapai 17,1 gigawatt (GW) hingga 2034.

Namun, pemerintah mendorong target yang lebih ambisius, yakni mencapai 80 hingga 100 GW, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional masih sekitar 1,5 GW, dengan kontribusi terbesar berasal dari PLTS atap sebesar 895 megawatt (MW).

Deregulasi PLTS juga diproyeksikan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Selain meningkatkan investasi di sektor energi bersih, kebijakan ini berpotensi menciptakan efek berganda terhadap industri dalam negeri.

“Kami memperkirakan ada sekitar 760 ribu lapangan kerja baru yang bisa tercipta dari pengembangan PLTS,” kata Eniya.

Pemanfaatan teknologi energi surya ke depan tidak hanya terbatas pada atap bangunan, tetapi juga akan diperluas ke berbagai sektor, termasuk fasilitas kesehatan, kawasan industri, hingga mendukung pengembangan kendaraan listrik.

Pemerintah menilai pengembangan PLTS menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung transisi energi nasional. Dengan deregulasi yang tengah disiapkan, energi surya diharapkan dapat menjadi salah satu tulang punggung penyediaan listrik di masa depan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada November 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 7,46 juta orang. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, dari total 155,27 juta angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja, sementara sisanya belum terserap pasar tenaga kerja. “Angkatan […]

  • Pemerintah Setop Impor Solar 2026, Bahlil: Indonesia Siap Mandiri Energi Lewat B50

    Pemerintah Setop Impor Solar 2026, Bahlil: Indonesia Siap Mandiri Energi Lewat B50

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan menghentikan impor solar mulai tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan melalui penerapan mandatori Biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) dalam bahan bakar solar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk […]

  • Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Cek Rinciannya

    Harga Emas Pegadaian Turun Lagi, Cek Rinciannya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperjualbelikan di Pegadaian hari ini mengalami penurunan. Tiga jenama utama, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, kompak turun dibandingkan harga pada hari sebelumnya. Berdasarkan data Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, Jumat (24/4/2026), harga emas Antam kini berada di angka Rp2.918.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri24 masing-masing di […]

  • Masih Perkasa, Harga Emas Antam Sudah Diposisi Rp2.351.000 per Gram

    Masih Perkasa, Harga Emas Antam Sudah Diposisi Rp2.351.000 per Gram

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih dalam trek positif. Itu dibuktikan pada hari ini, Senin (17/11/2025), harga emas Antam kembali naik sebesar Rp 3.000 menjadi Rp 2.351.000 per gram. Adanya kenaikan yang terjadi ini membuat harga beli kembali atau buyback emas Antam juga ikut naik. Mengutip situs Logam Mulia, kenaikannya […]

  • Google

    Simak Tren Pencarian di Google 2025, Kamu Mungkin Pernah Mencarinya

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah fenomena yang terjadi di tanah air tercermin pula di mesin pencari Google. Tren pencarian di berbagai bidang itu kemarin (4/12) dirilis oleh Google Indonesia. Simak listnya, sepertinya kamu juga pernah mencari kata tersebut di search engine Google. Melalui laporan tahunan Year in Search 2025, setidaknya ada empat pola tren pencarian terbesar. Dan […]

  • Harga Perak Hari Ini Naik Rp150 Jadi Rp36.445 per Gram

    Harga Perak Hari Ini Naik Rp150 Jadi Rp36.445 per Gram

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni yang diproduksi Antam kembali menguat. Hari ini harga perak Antam terangkat sebesar Rp150 menjadi Rp36.445 per gram dari sebelumnya Rp36.295 per gram. Pada awal pekan ini, Senin (8/12/2025), harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 9.511.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.557.448. […]

expand_less