Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Regional » Transfer Pemerintah Pusat Sumbang 79 Persen Pendapatan di APBD Provinsi Jambi, Tak Heran Gubernur Temui Menkeu

Transfer Pemerintah Pusat Sumbang 79 Persen Pendapatan di APBD Provinsi Jambi, Tak Heran Gubernur Temui Menkeu

  • account_circle Deddy Rachmawan
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Transfer dana ke daerah atau TKD kembali jadi perbincangan. Terlebih setelah puluhan gubernur termasuk Gubernur Jambi Al Haris, menemui Menteri Keuangan Purbaya pada Selasa (7/10) kemarin.

Mengutip Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2025, tahun ini Pemprov Jambi menerima TKD sebesar Rp 2,4 triliun lebih. Persisnya Rp2.499.074.902.000. Sementara itu untuk diketahui, APBD Provinsi Jambi tahun 2025 sebesar Rp 4.575 triliun.

Namun ada persoalan dalam penyerapan TKD ini. Menyitat buku Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan II Tahun 2025 terungkap bahwa sampai dengan triwulan II 2025, pendapatan transfer masih menjadi komponen pendapatan daerah Provinsi Jambi yang kontribusinya paling besar yaitu sebesar 79,29% dari total keseluruhan pendapatan daerah dengan nilai nominal sebesar Rp6.139,75 miliar (37,77% dari pagu).

“Hal ini menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada Provinsi Jambi.” Demikian tertulis dalam buku yang diterbitkan oleh Kanwil DJPb Provinsi Jambi.

“Masih rendahnya capaian realisasi pendapatan transfer dikarenakan pemerintah daerah belum mencatat seluruh dana transfer yang telah diterima pada laporan keuangan secara tepat waktu. Penyebab utamanya adalah tingkat kepatuhan pejabat/pegawai pemda pada OPD (terutama penerima DAK Non Fisik) yang masih rendah dalam melakukan pengesahan, baik pendapatan transfer maupun belanjanya, setelah dana TKD tersebut mereka terima dan belanjakan.”

Masih tingginya persentase kontribusi Pendapatan Transfer terhadap Pendapatan Daerah (79,29%) menunjukkan bahwa Provinsi Jambi masih sangat bergantung pada dukungan dana dari pusat. Pemerintah daerah harus benar-benar serius untuk terus menggali potensi daerah sehingga PAD dapat ditingkatkan secara progresif dan tingkat ketergantungan terhadap transfer dari pusat dapat berkurang.

Sebelumnya diberitakan, dalam pertemuan dengan Menkeu Al Haris menyampaikan penurunan TKD memengaruhi kemampuan daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan, termasuk dalam hal pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), belanja operasional, hingga kewajiban terhadap tenaga PPPK.

“Daerah tentu banyak sekali yang merasakan dampak dari TKD, di antaranya ada daerah yang mungkin sulit membayar TPP-nya. Operasional belanja pegawai besar sekali, apalagi ada keharusan membayar PPPK dan sebagainya,” jelasnya.

  • Penulis: Deddy Rachmawan
  • Editor: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hunter Biden Tantang Eric Trump Duel Cage Fight

    Hunter Biden Tantang Eric Trump Duel Cage Fight

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Putra mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Hunter Biden, menantang putra Presiden AS saat ini Donald Trump, Eric Trump, untuk bertarung dalam duel kurungan atau cage fight. Tantangan tersebut disampaikan Hunter melalui sebuah video yang diunggah di kanal media sosial Channel 5 pada Kamis (9/4/2026). Dalam video itu, ia mengaku dihubungi oleh YouTuber […]

  • Sentralisasi DHE ke Himbara, Ekonom Ingatkan Bahaya Liquidity Shock dan Monopoli

    Sentralisasi DHE ke Himbara, Ekonom Ingatkan Bahaya Liquidity Shock dan Monopoli

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah merancang perubahan aturan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam untuk memperkuat pasokan valuta asing di dalam negeri. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil tanpa pertimbangan matang bisa memicu rush valas hingga menimbulkan gangguan stabilitas ekonomi. Seperti diketahui, pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025 yang […]

  • Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    Backlog Perumahan RI Turun Jadi 9,6 Juta Unit pada 2025

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan angka backlog atau kekurangan kepemilikan rumah di Indonesia mengalami penurunan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, backlog perumahan tercatat sekitar 9.637.157 unit. Angka ini turun dibandingkan hasil Susenas 2023 yang mencapai sekitar 9,9 juta unit. Kepala Divisi Riset […]

  • Kadin Dukung Langkah Menteri Keuangan Tindak Impor Ilegal Pakaian Bekas

    Kadin Dukung Langkah Menteri Keuangan Tindak Impor Ilegal Pakaian Bekas

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menindak tegas praktik impor ilegal pakaian bekas. Kebijakan ini dinilai penting untuk melindungi dan mendorong kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, mengatakan […]

  • 5 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Membuat Rebusannya

    5 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Membuat Rebusannya

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kunyit putih bukan sekadar bumbu dapur, tapi juga obat herbal ampuh untuk kesehatan. Dari melancarkan pencernaan hingga membantu menurunkan berat badan, rebusan kunyit putih dapat menjadi solusi alami bagi berbagai masalah tubuh—meski rasanya pahit, khasiatnya luar biasa. Kunyit putih atau Curcuma zedoaria adalah tanaman herbal yang kaya manfaat. Berbeda dari kunyit kuning yang […]

  • Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    Natalius Pigai: Konflik Papua Butuh Solusi Besar, Pemerintah Didorong Tempuh Pendekatan Damai

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menilai eskalasi konflik di Papua tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan parsial. Ia menegaskan perlunya langkah besar, menyeluruh, dan berbasis dialog untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang. Pernyataan itu disampaikan Pigai menyusul laporan Komnas HAM yang mencatat 97 peristiwa kekerasan sepanjang 2025 dan 26 kasus tambahan […]

expand_less