Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Kembali Tersungkur! Pagi Ini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring tekanan yang masih membayangi pasar keuangan.

Pada perdagangan pagi ini, dikutip dari Antara, rupiah turun 37 poin atau sekitar 0,21 persen menjadi Rp17.743 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS.

Pelemahan rupiah menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlangsung di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan dolar AS. Sentimen pasar internasional, arah kebijakan suku bunga, hingga arus modal asing masih menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Kondisi ini memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) periode April 2026 yang dijadwalkan pada Rabu (20/5/2026) siang ini.

Pasar kini menanti keputusan krusial bank sentral: apakah akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% atau menaikkannya menjadi 5% demi membendung depresiasi yang kian dalam.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, secara tegas menyarankan kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5%. Menurutnya, fokus utama BI saat ini harus bergeser sepenuhnya pada stabilisasi Mata Uang Rupiah, meskipun berisiko memperlambat pertumbuhan kredit.

“Prioritas utama Bank Indonesia saat ini harus berfokus pada stabilisasi rupiah,” ujar Riefky. Ia menyoroti kinerja rupiah yang tergolong buruk dengan pelemahan 5,50% secara year to date (ytd), hanya lebih baik dari lira Turki dan rupee India.

Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA David Sumual dan Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto cenderung memproyeksikan BI akan menahan suku bunga. Myrdal menilai kenaikan suku bunga saat ini justru berisiko membebani sektor riil yang sudah tertekan oleh mahalnya dolar AS dan biaya ekspansi bisnis.

Keputusan final BI-Rate siang ini akan menjadi sinyal krusial bagi arah ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Cabai Rawit Merah Justru Naik

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun, Cabai Rawit Merah Justru Naik

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin (19/1/2026). Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura khususnya cabai masih mengalami pergerakan harga, baik penurunan maupun kenaikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar dan cabai merah […]

  • Manfaat Kayu Manis: Turunkan Gula Darah dan Tingkatkan Imunitas

    Manfaat Kayu Manis: Turunkan Gula Darah dan Tingkatkan Imunitas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kayu manis tidak hanya dikenal sebagai rempah dapur, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional. Salah satu manfaat utama kayu manis adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan dan antibakteri dalam kayu manis diyakini mampu melawan infeksi dan menjaga sistem imun tetap optimal. Selain itu, kayu manis […]

  • Mendagri Tito Tekankan Inovasi Kepala Daerah untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan

    Mendagri Tito Tekankan Inovasi Kepala Daerah untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kreativitas, keberanian, dan inovasi kepala daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat menjadi narasumber dalam talk show Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas” yang […]

  • Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tariff Adjustment. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan kurs, inflasi, ICP (Indonesian Crude Price), dan Harga Batu Bara Acuan (HBA). “Secara hitungan, tarif listrik Triwulan IV 2025 semestinya naik. Namun untuk […]

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

  • Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk […]

expand_less