Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tumbang Lagi! Kurs Nyaris Sentuh Rp18.000

Rupiah Tumbang Lagi! Kurs Nyaris Sentuh Rp18.000

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penguatan rupiah tidak mampu bertahan lama. Memasuki perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2026) nilai tukar rupiah kehilangan tenaga di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Mengutip Antara, kurs rupiah dibuka melemah 29 poin atau tergerus 0,16 persen ke posisi RpRp17.992 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia mampu menguat di level Rp 17.963 per dolar AS.

Dikutip dari CNBC International, rupiah melemah saat dolar AS stabil di dekat level terendah dalam dua minggu pada hari ini. Karena investor mengurangi taruhan pada kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Sementara itu, analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar AS akan bergerak menguat pada perdagangan Senin, seiring pernyataan dovish dari Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh.

“Rupiah pada perdagangan hari ini memiliki ruang penguatan pada kisaran di Rp17.920-Rp17.970 dipengaruhi oleh faktor global melemahnya index dollar seiring dengan pernyataan Gubernur The Fed yang dovish menggiring ekspektasi pasar atas pembatalan kenaikan suku bunga tahun ini dan harga minyak yang terus turun,” ujarnya.

Mengutip Anadolu, pasar sebelumnya memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober mencapai 82 persen. Namun, setelah rilis data nonfarm payroll Amerika Serikat (AS) untuk Juni tercatat lebih rendah dari perkiraan pasar, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari 67 persen menjadi 63 persen, didukung optimisme terhadap perkembangan geopolitik.

Menurut Rully, Gubernur The Fed lebih berhati-hati (dovish) mengenai kondisi inflasi AS ke depan karena dampak dari kenaikan harga minyak di semester pertama dan pengaruhnya terhadap inflasi di semester kedua.

Kendati begitu, kondisi data tenaga kerja lebih mengkhawatirkan The Fed yang dampaknya akan lebih dalam terhadap perekonomian AS.

“Dari domestik, masih menjadi faktor pemberat bagi penguatan rupiah terkait data-data ekonomi antara lain ruang fiskal, defisit neraca perdagangan, dan cadangan devisa,” ungkap dia.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

    Harga Plastik Melonjak 80%, Pemerintah Cari Solusi Selamatkan UMKM

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi menyusul lonjakan harga plastik di dalam negeri yang mencapai 30 hingga 80 persen. Kenaikan ini dinilai berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai keluhan […]

  • AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan resmi merilis rincian kesepakatan dagang besar senilai USD 350 miliar pada Jumat (14/11). Kesepakatan ini mencakup investasi raksasa Korea Selatan di AS, pemangkasan tarif impor, hingga kolaborasi strategis di sektor pertahanan, energi nuklir, dan kecerdasan buatan. Kesepakatan tersebut diumumkan setelah pertemuan Oktober lalu antara Presiden Korea Selatan […]

  • Update Harga Sembako Jambi Hari Ini, Cabai Naik hingga 15 Persen

    Update Harga Sembako Jambi Hari Ini, Cabai Naik hingga 15 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo pada Selasa (7/4/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil, meski sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan dan penurunan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bawang terpantau tidak mengalami perubahan harga. Harga beras medium seperti Beras […]

  • Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

    Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kembalinya investor asing ke pasar saham domestik sebagai sinyal positif, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (2/2/2026). Penjabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK yang juga Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp […]

  • Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Masuknya merek-merek asal China ke pusat perbelanjaan di Indonesia kini menjadi magnet baru bagi pengunjung. Fenomena ini tak hanya mengubah lanskap industri ritel, tetapi juga menjadi strategi penting bagi pengembang besar seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam menjaga traffic mal dan memperkuat daya tarik tenant di tengah ketatnya persaingan bisnis properti. Tren […]

  • Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

    Penetapan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penambahan gelar pahlawan nasional akan ditentukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini termasuk pembahasan mengenai salah satu tokoh yang diusulkan, yakni Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. “Nanti, ya, nanti itu [penetapan gelar pahlawan] akan ditentukan oleh Presiden,” ujar Fadli Zon saat ditemui awak […]

expand_less