Rupiah Terus Tersungkur, Rp18.000 per Dolar AS Makin Dekat
- account_circle -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Kurs rupiah terhadap dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pelemahan tukar rupiah terus terjadi. Mengawali perdagangan Kamis (2/7/2026), mata uang Indonesia kembali tersungkur sehingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, kurs rupiah melemah 26 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS. Posisi tersebut semakin mendekatkan rupiah ke ambang Rp18.000 per dolar AS.
Pelemahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, rupiah juga ditutup melemah 45 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp17.952 per dolar AS. Dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.907 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
“Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payrolls) malam ini,” ungkapnya.
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun tercatat naik dalam sehari dari 4,36 persen menjadi 4,49 persen.
Dia menyampaikan bahwa The Fed hampir dipastikan menaikkan suku bunga pada bulan Desember tahun ini dengan kemungkinan secepatnya September 2026. Kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut sebesar 85 persen.
Terkait data NFP AS, diperkirakan menambah 110 ribu pekerjaan pada bulan Juni 2026.
“Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing,” ujar Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
