Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pemerintah dan Danantara resmi mempertimbangkan skema baru untuk menangani utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil alih pembiayaan infrastruktur, sementara Danantara menangani operasional. Model ini disebut selaras dengan Undang-Undang Perkeretaapian, namun para ekonom mengingatkan adanya risiko besar bagi APBN.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa pembagian peran ini sebenarnya sudah sesuai kerangka hukum. Infrastruktur seperti rel dan jembatan merupakan tanggung jawab negara, sedangkan sarana dan layanan menjadi ranah operator. Menurut dia, prasarana Whoosh mencakup sekitar 80 persen biaya proyek sehingga wajar menjadi beban negara.

Namun, ia mengingatkan bahwa proyek Whoosh sejak awal diklaim bisa berjalan dengan skema business-to-business (B2B), padahal sejarah menunjukkan proyek kereta cepat hampir selalu membutuhkan campur tangan negara. “Dari awal dikatakan bisa B2B murni, ternyata tidak. Sejak awal pemerintah terlibat, desainnya pasti berbeda,” ujarnya.

Peringatan Risiko Fiskal dari Indef

Pandangan lebih kritis disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman. Menurutnya, pembagian beban ini tidak otomatis menyelesaikan akar masalah. Ia menilai proyeksi pendapatan Whoosh terlalu optimistis sehingga risiko kekurangan dana operasional tetap membayangi.

Jika pemerintah mengambil alih prasarana tanpa memperbaiki desain pendanaan, utang yang seharusnya menjadi tanggung jawab korporasi dapat berubah menjadi beban fiskal negara. “Ini berpotensi hanya memindahkan masalah ke APBN,” ujar Rizal.

Ancaman Contingent Liabilities

Kekhawatiran serupa datang dari Core Indonesia. Peneliti senior, Yusuf Rendy Manilet, menilai skema ini berisiko menciptakan contingent liabilities atau kewajiban bersyarat yang bisa membengkak di masa depan. Hal ini bertentangan dengan prinsip awal proyek yang dikemas sebagai investasi B2B.

Yusuf menilai penyelesaian yang paling sehat adalah melalui mekanisme korporasi, seperti debt-to-equity swap, penyesuaian tenor pinjaman, atau membentuk SPV agar aset dan utang lebih transparan. Menurutnya, dukungan pemerintah tetap bisa diberikan tetapi harus terbatas dan terukur.

Utang Jumbo Masih Menjadi Tantangan

Sebagai catatan, proyek Kereta Cepat Whoosh menelan biaya sekitar US$7,27 miliar atau sekitar Rp120 triliun, dengan 75 persen pembiayaan berasal dari China Development Bank (CDB). Bunga pinjaman ditetapkan 2 persen per tahun dengan tenor 40 tahun.

Dengan besarnya nilai investasi dan pendapatan yang belum stabil, restrukturisasi ini menjadi langkah penting, namun para ekonom menegaskan perlunya disiplin fiskal agar APBN tidak menjadi penutup kekurangan dana operator.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    Bos Nvidia: AI Akan Gantikan Manusia, tapi Ciptakan Banyak Pekerjaan Baru

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini makin jadi sorotan karena kemampuannya yang luar biasa dalam membantu pekerjaan manusia. Tapi di balik kemajuan itu, muncul kekhawatiran: apakah AI akan mengambil alih pekerjaan manusia? CEO Nvidia, Jensen Huang, punya pandangan menarik soal ini. Dalam wawancara bersama CNN, Huang mengatakan bahwa dirinya 100 persen […]

  • Pemesanan Obligasi BTN Tembus Rp 4,57 Triliun, Lampaui Target Emisi Dua Kali Lipat

    Pemesanan Obligasi BTN Tembus Rp 4,57 Triliun, Lampaui Target Emisi Dua Kali Lipat

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan pemesanan obligasi hingga Rp 4,57 triliun dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB). Jumlah tersebut melampaui target emisi awal Rp 2,3 triliun, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap instrumen surat utang BTN. Penerbitan ini mencakup obligasi subordinasi dan obligasi berwawasan sosial (social bond). Produk tersebut diterbitkan BTN […]

  • Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi 20 Poin Menjadi Rp16.590 per Dolar AS

    Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi 20 Poin Menjadi Rp16.590 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (13/10/2025), terkoreksi. Rupiah turun ke level Rp16.590 per dolar AS. Dikutip dari Antara, rupiah melemah sebesar 20 poin atau 0,07% menjadi Rp16.590 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.570 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan nilai tukar (kurs) […]

  • DPRD Jambi dan PTPN IV Regional 4 Perkuat Sinergi untuk Pengembangan Kebun Rakyat

    DPRD Jambi dan PTPN IV Regional 4 Perkuat Sinergi untuk Pengembangan Kebun Rakyat

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi I DPRD Provinsi Jambi dan PTPN IV Regional 4 Jambi memperkuat kolaborasi dalam program pengembangan kebun rakyat guna mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kerja sama ini ditegaskan dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung hangat di Ruang Sawit, lantai 3 Region Office PTPN, Senin (24/11/2025). Salah satu fokus pembahasan adalah Fasilitasi Pembangunan […]

  • Robert Lewandowski Segera Berakhir, Barca Buru Penyerang Baru

    Robert Lewandowski Segera Berakhir, Barca Buru Penyerang Baru

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Barcelona tengah mencari penyerang baru untuk menggantikan Robert Lewandowski. Sang striker veteran mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Musim lalu, Lewandowski tampil luar biasa dengan torehan 42 gol dari 52 laga. Ia membawa Barcelona meraih treble domestik dan mencapai semifinal Liga Champions. Namun musim ini berbeda. Striker Polandia itu baru mencetak empat gol dari […]

  • Rupiah Menguat  0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat 0,06 Persen Menjadi Rp16.706 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Senin (24/11/2025). Diperdagangan awal pekan ini rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.716 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar yang bercampur antara perkembangan geopolitik global dan rilis data ekonomi domestik yang […]

expand_less