Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah dan Danantara resmi mempertimbangkan skema baru untuk menangani utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil alih pembiayaan infrastruktur, sementara Danantara menangani operasional. Model ini disebut selaras dengan Undang-Undang Perkeretaapian, namun para ekonom mengingatkan adanya risiko besar bagi APBN.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa pembagian peran ini sebenarnya sudah sesuai kerangka hukum. Infrastruktur seperti rel dan jembatan merupakan tanggung jawab negara, sedangkan sarana dan layanan menjadi ranah operator. Menurut dia, prasarana Whoosh mencakup sekitar 80 persen biaya proyek sehingga wajar menjadi beban negara.

Namun, ia mengingatkan bahwa proyek Whoosh sejak awal diklaim bisa berjalan dengan skema business-to-business (B2B), padahal sejarah menunjukkan proyek kereta cepat hampir selalu membutuhkan campur tangan negara. “Dari awal dikatakan bisa B2B murni, ternyata tidak. Sejak awal pemerintah terlibat, desainnya pasti berbeda,” ujarnya.

Peringatan Risiko Fiskal dari Indef

Pandangan lebih kritis disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman. Menurutnya, pembagian beban ini tidak otomatis menyelesaikan akar masalah. Ia menilai proyeksi pendapatan Whoosh terlalu optimistis sehingga risiko kekurangan dana operasional tetap membayangi.

Jika pemerintah mengambil alih prasarana tanpa memperbaiki desain pendanaan, utang yang seharusnya menjadi tanggung jawab korporasi dapat berubah menjadi beban fiskal negara. “Ini berpotensi hanya memindahkan masalah ke APBN,” ujar Rizal.

Ancaman Contingent Liabilities

Kekhawatiran serupa datang dari Core Indonesia. Peneliti senior, Yusuf Rendy Manilet, menilai skema ini berisiko menciptakan contingent liabilities atau kewajiban bersyarat yang bisa membengkak di masa depan. Hal ini bertentangan dengan prinsip awal proyek yang dikemas sebagai investasi B2B.

Yusuf menilai penyelesaian yang paling sehat adalah melalui mekanisme korporasi, seperti debt-to-equity swap, penyesuaian tenor pinjaman, atau membentuk SPV agar aset dan utang lebih transparan. Menurutnya, dukungan pemerintah tetap bisa diberikan tetapi harus terbatas dan terukur.

Utang Jumbo Masih Menjadi Tantangan

Sebagai catatan, proyek Kereta Cepat Whoosh menelan biaya sekitar US$7,27 miliar atau sekitar Rp120 triliun, dengan 75 persen pembiayaan berasal dari China Development Bank (CDB). Bunga pinjaman ditetapkan 2 persen per tahun dengan tenor 40 tahun.

Dengan besarnya nilai investasi dan pendapatan yang belum stabil, restrukturisasi ini menjadi langkah penting, namun para ekonom menegaskan perlunya disiplin fiskal agar APBN tidak menjadi penutup kekurangan dana operator.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah akan kembali beroperasi pada kuartal I-2026. Tambang tersebut sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya akibat insiden longsor material basah. Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan saat ini perusahaan masih mengandalkan dua tambang lainnya, yakni Deep Mill Level […]

  • BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek

    BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Meski memiliki basis investor yang sangat aktif, hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Provinsi Jambi yang secara resmi mencatatkan sahamnya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melihat potensi besar sektor dunia usaha daerah yang belum tergarap maksimal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan […]

  • Said Iqbal Terima Aturan Baru UMP 2026, Demo Buruh di Istana Ditunda

    Said Iqbal Terima Aturan Baru UMP 2026, Demo Buruh di Istana Ditunda

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan menerima aturan baru penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 yang ditetapkan pemerintah. Seiring dengan itu, aksi demonstrasi buruh yang semula direncanakan berlangsung di depan Istana Negara pada Jumat (19/12/2025) resmi ditunda. Said Iqbal mengatakan, penerimaan tersebut diberikan dengan catatan […]

  • Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya? Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja. 1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab Iran sebenarnya membidik aset […]

  • Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    Bos BGN Tegaskan Status Ahli Gizi di Program MBG Usai Pernyataan Cucun Viral

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat suara terkait status ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal viral dan menuai kritik. Cucun sebelumnya menyebut MBG tidak memerlukan ahli gizi, melainkan cukup pengawas gizi yang bisa direkrut dari lulusan SMA dan diberi pelatihan selama tiga […]

  • OJK, PPATK, dan BSSN Sepakati Sinergi Penguatan Integritas dan Keamanan Sektor Jasa Keuangan

    OJK, PPATK, dan BSSN Sepakati Sinergi Penguatan Integritas dan Keamanan Sektor Jasa Keuangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terpisah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga integritas serta keamanan sektor jasa keuangan. PKS antara OJK dan PPATK meliputi penguatan koordinasi pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Tindak Pidana […]

expand_less