Tiga Investor Garap Jalan Khusus Batubara, Pemprov Jambi Dorong Percepatan
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Pembangunan jalan batubara di Jambi
JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris kembali menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara guna mendukung peningkatan produksi dan pendapatan daerah. Pada 2025, Provinsi Jambi tercatat menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor batubara sebesar Rp 112 miliar. Rinciannya berasal dari iuran tetap (landrent) sebesar Rp 6,11 miliar dan iuran produksi atau royalti sebesar Rp 105,96 miliar.
Menurut Al Haris, kontribusi sektor batubara selama ini cukup signifikan dalam menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembangunan infrastruktur, pembiayaan aparatur, hingga program pendidikan dan kesehatan.
Namun, potensi penerimaan tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan apabila infrastruktur pendukung, khususnya jalan khusus batubara, dapat segera diselesaikan.
“Besaran DBH sangat dipengaruhi oleh tingkat produksi. Jika distribusi lancar, produksi bisa meningkat,” ujar Al Haris.
Selama ini, distribusi batubara di Jambi masih mengandalkan jalan umum. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menerapkan pembatasan operasional truk serta pengaturan jadwal angkutan, yang berdampak pada terbatasnya produksi.
Pemerintah Provinsi Jambi mencatat terdapat tiga investor yang terlibat dalam pembangunan jalan khusus batubara.
Pembangunan oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) sepanjang 108 kilometer telah dimulai, namun masih menghadapi kendala sosial di jalur menuju Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Saat ini, pemerintah tengah melakukan verifikasi perizinan serta memfasilitasi penyelesaian persoalan di lapangan.
Sementara itu, pembangunan jalan oleh PT Inti Bangun Sarana (IBS) menunjukkan progres yang cukup signifikan. Dari total rencana sepanjang 101 kilometer, sekitar 72 kilometer telah terselesaikan.
Adapun proyek jalan khusus yang dikerjakan PT Putra Bulian Properti (PBP) sepanjang 143 kilometer masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan perkembangan berarti.
Al Haris berharap seluruh proyek tersebut dapat dipercepat penyelesaiannya sehingga distribusi batubara tidak lagi bergantung pada jalan umum.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar