Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

Harga Minyak Hari Ini Melemah, Pasar Tak Lagi Harap Damai Rusia-Ukraina

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia pada perdagangan Selasa (31/12/2025) atau Rabu pagi waktu Indonesia bergerak melemah tipis. Penurunan terjadi seiring meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laporan CNBC, harga minyak Brent turun 2 sen ke level USD 61,92 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 13 sen menjadi USD 57,95 per barel.

Meski melemah, kedua patokan harga minyak global itu masih mencatatkan penguatan lebih dari 2 persen pada sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan sempat dipicu serangan udara Arab Saudi ke wilayah Yaman serta tudingan Rusia terhadap Ukraina yang dinilai merusak proses negosiasi perdamaian.

Analis UBS Giovanni Staunovo menilai, pasar kini mulai menyesuaikan ekspektasi. Pelaku pasar tidak lagi berharap adanya terobosan signifikan terkait perdamaian Rusia dan Ukraina dalam waktu dekat.

“Pasar sudah mengoreksi pandangannya dan tidak mengantisipasi kesepakatan damai dalam jangka pendek,” ujar Staunovo.

Selain faktor geopolitik, isu pasokan juga menjadi perhatian. Blokade Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela serta gangguan ekspor minyak Caspian CPC Blend akibat cuaca buruk turut menopang harga minyak, meski belum cukup kuat untuk mendorong reli lanjutan.

Ketegangan di Timur Tengah juga meningkat setelah Arab Saudi menegaskan bahwa keamanan nasionalnya merupakan garis merah. Riyadh bahkan mendukung seruan agar pasukan Uni Emirat Arab meninggalkan Yaman dalam waktu 24 jam.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan kemungkinan dukungan terhadap serangan lanjutan ke Iran jika negara tersebut melanjutkan pengembangan program rudal balistik dan nuklir.

Namun demikian, para analis menilai sentimen kelebihan pasokan global masih membayangi pasar minyak. Kondisi tersebut diperkirakan akan menekan harga minyak pada kuartal pertama 2026, seiring meningkatnya suplai di pasar internasional.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-69 Provinsi Jambi, Ketua DPRD M Hafiz Fattah Ajak Warga Teladani Semangat Para Tokoh Pendiri

    HUT ke-69 Provinsi Jambi, Ketua DPRD M Hafiz Fattah Ajak Warga Teladani Semangat Para Tokoh Pendiri

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mengingat dan meresapi semangat para tokoh pendiri Provinsi Jambi dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi, Selasa (6/1/2026). Ajakan tersebut disampaikan Hafiz saat membuka rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jambi yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi […]

  • Pasar Pekerja Kebersihan dan ART di Asia Tenggara Tembus Rp 2.493 Triliun, Ayasan Dorong Transformasi Blue-Collar

    Pasar Pekerja Kebersihan dan ART di Asia Tenggara Tembus Rp 2.493 Triliun, Ayasan Dorong Transformasi Blue-Collar

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah gempuran teknologi dan otomasi, sektor tenaga kerja berbasis keterampilan praktis seperti kebersihan, perawatan, dan layanan rumah tangga justru tumbuh pesat. Lonjakan permintaan di kawasan Asia Tenggara bahkan mendorong nilai pasar mencapai Rp 2.493 triliun, menandakan potensi besar di balik profesi yang sering kali dipandang sebelah mata. Pekerjaan yang melibatkan empati dan […]

  • Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

    Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Tiongkok kembali memperketat kontrol ekspor mineral tanah jarang (rare earth) pada Kamis (9/10/2025). Tiongkok memperluas larangan atas teknologi pemrosesan dan produksi magnet rare earth, serta secara eksplisit menargetkan pengguna asing di sektor pertahanan dan semikonduktor. Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China (MOFCOM), hanya dua hari setelah sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat […]

  • 71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    71 Sekolah Tutup Usai Ditemukan Asbes Beracun di Bak Pasir Anak-Anak

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 71 sekolah di Canberra, Australia, terpaksa ditutup pada Senin (17/11/2025) setelah ditemukannya serat asbes beracun di dalam bak pasir bermain anak-anak. Keputusan ini diambil usai hasil uji laboratorium memastikan pasir hias di area bermain terkontaminasi asbes jenis krisotil. Asbes merupakan mineral berserat yang dulu banyak digunakan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang […]

  • Trump Cari Kesepakatan Mineral di Asia untuk Tekan China

    Trump Cari Kesepakatan Mineral di Asia untuk Tekan China

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah melakukan lawatan ke Asia dengan misi strategis: menandatangani sejumlah kesepakatan ekonomi dan mineral penting untuk memperkuat rantai pasokan global dan menekan dominasi China di sektor mineral strategis Lawatan ini akan menjadi pemanasan diplomatik sebelum pertemuan langsung antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung usai […]

  • Tol Serang–Panimbang Siap Jadi Penggerak Ekonomi Baru Banten

    Tol Serang–Panimbang Siap Jadi Penggerak Ekonomi Baru Banten

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional dengan berkontribusi dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Serang–Panimbang, yang diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian dan pariwisata di Provinsi Banten. Pembangunan Tol Serang–Panimbang bukan sekadar membuka jalur baru di Banten, tapi membuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi dan […]

expand_less