Kamis, 23 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

  • account_circle say say
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat.

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk target pembangunan lebih dari 2.400 kilometer jalan tol baru.

Namun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak berantai. Pengenaan PPN sebesar 11 hingga 12 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat mendorong kenaikan tarif tol secara efektif. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan biaya logistik dan memicu kenaikan harga barang.

Akademisi dan praktisi manajemen, Tedy Ardiansyah, menilai isu ini tidak semata persoalan fiskal, melainkan juga menyangkut efisiensi ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar penambahan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut dampak langsung terhadap rantai distribusi dan konsumsi masyarakat,” tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan menyatakan implementasi pajak baru akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik bahwa tambahan beban biaya transportasi akan menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilema ini mencerminkan tantangan klasik dalam kebijakan fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara masif. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas membuat perluasan objek pajak menjadi opsi yang sulit dihindari.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah peningkatan penerimaan negara sebanding dengan potensi tekanan terhadap daya beli dan inflasi?

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pantau terus perkembangan ekonomi, saham, harga sembako, dan harga emas terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga di bawah level USD 100 per barel, menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat […]

  • Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperbarui ketentuan terkait wajib pajak yang dikecualikan dari kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT), khususnya bagi mereka yang berpenghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-3/PJ/2026 yang mulai berlaku sejak 16 Maret 2026 dan ditetapkan oleh Dirjen […]

  • Gubernur Bali I Wayan Koster Pastikan Nyepi dan Idulfitri 2026 Tidak Saling Ganggu

    Gubernur Bali I Wayan Koster Pastikan Nyepi dan Idulfitri 2026 Tidak Saling Ganggu

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bali, I Wayan Koster, memastikan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri tahun 2026 di Bali tidak akan saling mengganggu meskipun waktunya berdekatan. Koster mengatakan, kedua hari besar keagamaan tersebut sebenarnya tidak berlangsung bersamaan. Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, sementara Idulfitri diperkirakan berlangsung pada 21 Maret 2026. “Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada […]

  • AHY Temui Prabowo Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh

    AHY Temui Prabowo Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (3/11/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. AHY menyebutkan, pertemuannya dengan Presiden dilakukan untuk menyampaikan laporan perkembangan proyek dan meminta arahan terkait […]

  • CUAN Milik Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Singaraja Putra, Target Kuasai 51 Persen Saham

    CUAN Milik Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Singaraja Putra, Target Kuasai 51 Persen Saham

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), berencana mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan usaha dan memperkuat aset grup. Manajemen CUAN mengungkapkan, perseroan saat ini tengah melakukan negosiasi dengan pemegang saham pengendali SINI terkait rencana pengambilalihan tersebut. Pembahasan mencakup mekanisme akuisisi, jumlah saham […]

  • Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    Bursa Efek Indonesia Intensif Lobi MSCI

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengintensifkan komunikasi dengan MSCI di tengah upaya memperbaiki persepsi terhadap pasar saham domestik. Langkah ini dilakukan seiring mulai meredanya kekhawatiran penurunan status (downgrade) saham Indonesia dalam indeks global. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya aktif menjalin dialog dengan MSCI agar berbagai reformasi pasar modal yang tengah dijalankan […]

expand_less