Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat.

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk target pembangunan lebih dari 2.400 kilometer jalan tol baru.

Namun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak berantai. Pengenaan PPN sebesar 11 hingga 12 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat mendorong kenaikan tarif tol secara efektif. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan biaya logistik dan memicu kenaikan harga barang.

Akademisi dan praktisi manajemen, Tedy Ardiansyah, menilai isu ini tidak semata persoalan fiskal, melainkan juga menyangkut efisiensi ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar penambahan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut dampak langsung terhadap rantai distribusi dan konsumsi masyarakat,” tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan menyatakan implementasi pajak baru akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik bahwa tambahan beban biaya transportasi akan menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilema ini mencerminkan tantangan klasik dalam kebijakan fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara masif. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas membuat perluasan objek pajak menjadi opsi yang sulit dihindari.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah peningkatan penerimaan negara sebanding dengan potensi tekanan terhadap daya beli dan inflasi?

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pantau terus perkembangan ekonomi, saham, harga sembako, dan harga emas terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp2,689 Juta per Gram

    Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp2,689 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi Antam anjlok lagi hari ini, Kamis (11/6/2026). Koreksi harga ini membuat emas Antam lebih murah dari hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun cukup dalam sebesar Rp24.000. Dengan penurunan tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.689.000 per gram. Kondisi ini dinilai membuka […]

  • Rupiah Dibuka Menguat, Balik Arah Zona Hijau

    Rupiah Dibuka Menguat, Balik Arah Zona Hijau

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan pergerakan positif. Pada perdagangan Kamis (16/4/2026), rupiah dibuka menguat di tengah dinamika pasar valuta asing global. Berdasarkan data terbaru dari Antara, rupiah menguat 2 poin atau 0,01 persen sehingga berada diposisi Rp17.141 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

  • Pendapatan Negara di Jambi Tembus Rp1,64 Triliun pada Triwulan I 2026

    Pendapatan Negara di Jambi Tembus Rp1,64 Triliun pada Triwulan I 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja pendapatan negara di regional Jambi pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan hasil positif. Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp1,64 triliun atau tumbuh 80,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi daerah serta efektivitas upaya pemerintah […]

  • CUAN Milik Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Singaraja Putra, Target Kuasai 51 Persen Saham

    CUAN Milik Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Singaraja Putra, Target Kuasai 51 Persen Saham

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), berencana mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sebagai bagian dari strategi memperluas jaringan usaha dan memperkuat aset grup. Manajemen CUAN mengungkapkan, perseroan saat ini tengah melakukan negosiasi dengan pemegang saham pengendali SINI terkait rencana pengambilalihan tersebut. Pembahasan mencakup mekanisme akuisisi, jumlah saham […]

  • Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Kerinci dipercaya menjadi tuan rumah pergelaran Turnamen Catur Bulanan Non Master ke-2 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi Tahun 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Februari 2026 dan akan dipusatkan di Aula SMAN 1 Kerinci. Turnamen catur bulanan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang digagas Pengprov […]

expand_less