Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat.

Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk target pembangunan lebih dari 2.400 kilometer jalan tol baru.

Namun, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak berantai. Pengenaan PPN sebesar 11 hingga 12 persen sesuai ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dapat mendorong kenaikan tarif tol secara efektif. Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan biaya logistik dan memicu kenaikan harga barang.

Akademisi dan praktisi manajemen, Tedy Ardiansyah, menilai isu ini tidak semata persoalan fiskal, melainkan juga menyangkut efisiensi ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar penambahan penerimaan negara, tetapi juga menyangkut dampak langsung terhadap rantai distribusi dan konsumsi masyarakat,” tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan kebijakan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Menteri Keuangan menyatakan implementasi pajak baru akan mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran publik bahwa tambahan beban biaya transportasi akan menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilema ini mencerminkan tantangan klasik dalam kebijakan fiskal. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan sumber pendanaan baru untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara masif. Di sisi lain, ruang fiskal yang terbatas membuat perluasan objek pajak menjadi opsi yang sulit dihindari.

Meski demikian, kebijakan ini tetap menyisakan pertanyaan besar: apakah peningkatan penerimaan negara sebanding dengan potensi tekanan terhadap daya beli dan inflasi?

Ke depan, pemerintah dituntut merumuskan kebijakan yang lebih presisi agar keseimbangan antara pembangunan dan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Pantau terus perkembangan ekonomi, saham, harga sembako, dan harga emas terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam pada Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp53.000 menjadi Rp2.943.000 per gram dari sebelumnya Rp2.996.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.665.000 per gram. Pergerakan […]

  • Temui Investor, Airlangga Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia

    Temui Investor, Airlangga Tegaskan Arah Kebijakan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas kebijakan ekonomi nasional di hadapan para investor institusional. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menekankan bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah terukur guna menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global dan perkembangan sektor […]

  • Robert Lewandowski Segera Berakhir, Barca Buru Penyerang Baru

    Robert Lewandowski Segera Berakhir, Barca Buru Penyerang Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Barcelona tengah mencari penyerang baru untuk menggantikan Robert Lewandowski. Sang striker veteran mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan performa. Musim lalu, Lewandowski tampil luar biasa dengan torehan 42 gol dari 52 laga. Ia membawa Barcelona meraih treble domestik dan mencapai semifinal Liga Champions. Namun musim ini berbeda. Striker Polandia itu baru mencetak empat gol dari […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi Stabil Akhir Oktober 2025, Cabe dan Beras Alami Perubahan Harga Tipis

    Harga Sembako di Kota Jambi Stabil Akhir Oktober 2025, Cabe dan Beras Alami Perubahan Harga Tipis

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi terpantau relatif stabil menjelang akhir Oktober 2025. Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar komoditas seperti beras, gula pasir, daging ayam, minyak goreng, telur, dan tepung tidak mengalami kenaikan berarti. Namun, beberapa komoditas utama seperti cabe rawit, beras premium, […]

  • Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Tembus Rp55.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Tembus Rp55.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, relatif stabil pada Kamis (6/8/2026). Namun, ada satu komoditas yang bergerak naik cukup mencolok, yakni cabai rawit hijau yang mencapai Rp55.000 per kilogram. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau naik 27,27 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut […]

  • Warga Dua Desa di Kerinci Bertahun-tahun Hidup Tanpa Listrik, PLN Terkendala Izin Hutan Lindung

    Warga Dua Desa di Kerinci Bertahun-tahun Hidup Tanpa Listrik, PLN Terkendala Izin Hutan Lindung

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan kepala keluarga di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, hingga kini masih hidup tanpa penerangan listrik dari PLN. Dua desa yang terdampak yakni Desa Trans Bermas di Kecamatan Siulak dan Desa Masgo di Kecamatan Gunung Raya, dua wilayah yang dikenal subur dan menjadi salah satu sentra pertanian di daerah tersebut. Meski menjadi lumbung pangan, […]

expand_less