Taman Setiti Jambi, Tempat Liburan Keluarga yang Kini Tinggal Cerita
- account_circle say say
- calendar_month 30 menit yang lalu
- print Cetak

Dokumentasi dan informasi visual dari kanal YouTube DORiTV.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Ada masa ketika liburan keluarga tidak perlu jauh-jauh. Cukup membawa anak, menyiapkan bekal dari rumah, lalu berangkat menuju Taman Wisata Indah Setiti. Bagi sebagian warga Jambi, nama Taman Setiti mungkin langsung membawa ingatan puluhan tahun silam. Masa ketika tempat wisata belum sebanyak sekarang dan pergi ke taman rekreasi menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu, terutama saat akhir pekan atau musim liburan sekolah.
Taman Setiti yang dulu berada di Kabupaten Batang Hari dan setelah pemekaran wilayah, taman tersebut masuk di kawasan Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, dibangun sekitar 1984. Tempat ini kemudian dikenal sebagai salah satu taman rekreasi keluarga yang cukup populer di Jambi.
Banyak yang datang bukan sekadar untuk berjalan-jalan. Anak-anak punya dunianya sendiri di sana. Ada area permainan, patung-patung hewan, goa buatan hingga danau buatan. Taman Setiti juga menjadi tempat berkumpul keluarga. Orang tua duduk menikmati suasana, sementara anak-anak berlarian dan bermain. Kamera mungkin belum secanggih sekarang, tetapi momen-momen di sana tetap tersimpan dalam ingatan.
Sekitar 2009, aktivitas Taman Setiti mulai berhenti. Saat didatangi pada 2012, sebuah catatan perjalanan menyebut taman tersebut sudah tutup sekitar tiga tahun dan kondisinya membutuhkan renovasi besar. Harapan untuk menghidupkannya kembali sempat muncul. Namun, kejayaan masa lalu ternyata sulit dikembalikan.
BACA JUGA : Sejarah Taman Setiti Jambi
Pada 2014, lokasi tersebut bahkan sudah disebut sebagai “eks Taman Setiti” dalam pemberitaan ANTARA terkait aktivitas eksplorasi minyak. Kini, Taman Setiti sebagai tempat wisata memang nyaris tinggal nama. Namun jejaknya belum benar-benar hilang. Nama Simpang Setiti masih dikenal dan digunakan masyarakat sebagai penanda kawasan Muaro Pijoan.
Bagi generasi yang pernah datang ke sana, Setiti bukan sekadar taman wisata. Ia adalah kenangan. Tentang liburan sederhana, tawa anak-anak, sepeda air di danau buatan, bekal dari rumah, dan perjalanan keluarga yang mungkin tak pernah terpikir akan menjadi bagian dari nostalgia puluhan tahun kemudian. Taman Setiti boleh hilang dari peta tempat wisata Jambi. Tetapi bagi mereka yang pernah bermain di sana, ceritanya mungkin tidak pernah benar-benar tutup.
- Penulis: say say
