Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertumbuhan Ritel Diprediksi Tertahan

Pertumbuhan Ritel Diprediksi Tertahan

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Impor dan melemahnya daya beli diperkirakan bakal mempengaruhi pertumbuhan industri ritel tanah air. Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pertumbuhan industri ritel pada 2025 akan tertahan di kisaran 6%.

Kondisi tersebut lantaran ritel terdampak oleh tekanan di sektor garmen dan melemahnya daya beli pada pertengahan tahun. Solihin memproyeksikan semua sektor ritel akan tumbuh antara 6%–9% secara tahunan sepanjang 2025, kecuali ritel garmen.

“Pertumbuhan di ritel garmen tahun ini berat, walaupun sudah ada pergeseran akibat pengetatan impor garmen. Selama arus impor garmen deras, peritel garmen nangis bombay,” ujar Ketua Aprindo Solihin dikutip dari Katadata.co.id, Jumat (14/11).

Solihin menambahkan, pertumbuhan industri ritel tertahan akibat pelemahan permintaan pasca-Ramadan 2025. Permintaan pada pertengahan tahun seharusnya meningkat selama periode liburan sekolah. Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Penjualan Ritel (IPR) pada Juni 2025 hanya tumbuh 1,3% secara tahunan, sementara pada Maret 2025 tercatat pertumbuhan tertinggi sembilan bulan pertama, yakni 5,5%.

Solihin memperkirakan pertumbuhan ritel pada Oktober 2025 kembali melemah karena minimnya transaksi, namun kuartal terakhir diproyeksi meningkat hingga 9%–12%. Ia optimistis transaksi ritel pada November–Desember 2025 akan tumbuh antara 12%–15% seiring musim liburan Natal dan Tahun Baru. “Kami berharap pertumbuhan ritel pada kuartal terakhir setidaknya 10%. Namun pertumbuhan ritel sepanjang tahun ini sulit mencapai 10% tanpa lonjakan signifikan di akhir tahun,” kata Solihin.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong pelaku usaha ritel melakukan digitalisasi dan berjualan daring untuk mendorong perekonomian. Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerja Sama Ekonomi Internasional Bappenas, P.N. Laksmi Kusumawati mengatakan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi operasi toko melalui optimalisasi rantai pasok, peningkatan keamanan, dan pencegahan kerugian. Kontribusi transaksi di lokapasar diperkirakan naik menjadi 24% pada 2027.

“Nilai transaksi global di lokapasar diproyeksikan mencapai US$ 1,4 triliun pada 2022–2027, dengan 64% potensi berasal dari negara berkembang,” ujar Laksmi di Hotel Borobudur, Rabu (14/8). Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), transaksi e-commerce kuartal II 2025 naik 7,55% secara kuartalan.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendagri Usul Denda Bagi Warga yang Kehilangan e-KTP

    Wamendagri Usul Denda Bagi Warga yang Kehilangan e-KTP

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengusulkan penerapan sanksi denda bagi masyarakat yang kehilangan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI sebagai bagian dari evaluasi sistem administrasi kependudukan nasional. Menurut Bima, kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dokumen identitas resmi. Selama […]

  • Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    Tarif Listrik per kWh Terbaru Pelanggan PLN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penetapan tarif listrik mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tariff Adjustment. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan kurs, inflasi, ICP (Indonesian Crude Price), dan Harga Batu Bara Acuan (HBA). “Secara hitungan, tarif listrik Triwulan IV 2025 semestinya naik. Namun untuk […]

  • BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

    BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 7,46 juta orang Indonesia masih berstatus pengangguran per Agustus 2025. Jumlah ini menurun tipis sekitar 4.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di Tanah Air. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan hasil Survei […]

  • Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    Menkeu Purbaya Serahkan Sinkronisasi Data Dana Pemda ke BI, Selisih Capai Rp18,97 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan ikut campur dalam proses sinkronisasi data dana pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan. Ia menyebut, tanggung jawab penyelarasan data tersebut sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang memiliki akses langsung terhadap sistem perbankan nasional. “Enggak, bukan urusan […]

  • Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

    Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelombang orang kaya asal China dilaporkan mulai meninggalkan Singapura. Negara yang sebelumnya menjadi tujuan favorit para taipan dan keluarga superkaya dari daratan China kini tidak lagi dianggap sebagai “surga aman” setelah pemerintah memperketat regulasi keuangan dan pengawasan kekayaan. Mengutip CNBC, Minggu (16/11/2025), tren ini membalikkan arus besar sejak 2019 ketika banyak konglomerat China […]

  • Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun […]

expand_less