Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

BPS Catat 7,46 Juta Orang Masih Menganggur pada Agustus 2025, Angkatan Kerja Capai 154 Juta

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 7,46 juta orang Indonesia masih berstatus pengangguran per Agustus 2025. Jumlah ini menurun tipis sekitar 4.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring meningkatnya jumlah angkatan kerja di Tanah Air. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025. Dari total 218,17 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154 juta orang tercatat sebagai angkatan kerja, meningkat 1,89 juta orang dibandingkan Agustus 2024.

“Angkatan kerja yang tidak terserap menjadi pengangguran sebesar 7,46 juta orang, atau turun 4.000 dibandingkan Agustus 2024,” ujar Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/11/2025).

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 146,54 juta orang, naik 1,90 juta orang dari tahun sebelumnya. Rinciannya, 98,65 juta orang bekerja penuh, 36,29 juta orang bekerja paruh waktu, dan 11,60 juta orang berstatus setengah pengangguran.

Meski angka pengangguran turun, BPS mencatat peningkatan jumlah penduduk usia kerja sebanyak 2,80 juta orang dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk produktif terus meningkat, namun penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan bagi pemerintah.

Selain itu, BPS juga menyoroti peningkatan pekerja informal yang masih mendominasi pasar tenaga kerja nasional, meskipun proporsi pekerja formal mengalami kenaikan tipis. Pemerintah melalui berbagai program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan vokasi, dan program padat karya diharapkan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru serta menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengentasan pengangguran dan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintahannya. Ia menyebutkan bahwa kerja sama lintas kementerian dan peningkatan investasi menjadi kunci agar penciptaan lapangan kerja dapat berkelanjutan.

Dengan tren positif di sisi angkatan kerja, BPS optimistis pasar tenaga kerja Indonesia menuju arah perbaikan, terutama bila didukung kebijakan ekonomi yang inklusif dan pro-produktivitas.

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan mengalami cuaca hujan ringan hingga hujan petir pada Selasa, 4 November 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah bagian tengah dan timur provinsi. Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, Kabupaten Batanghari dan Kota Jambi […]

  • Tambang batubara

    Harga Tiga Kategori Batubara Naik Tipis di Periode Kedua November

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga batubara acuan (HBA) periode kedua November 2025 mengalami kenaikan di tiga kategori. Penurunan hanya terjadi pada kategori batubara dengan kandungan kalori 6.322 GAR. Seperti diketahui, ada empat kelompok batubara berdasarkan kandungan kalori. Mengutip data terbaru yang dirilis Kementerian ESDM, Kamis (15/11), HBA kandungan 6.322 kalori turun USD 1,72 per ton dibanding harga […]

  • Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah mengimpor 100.000 unit kendaraan niaga jenis pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menuai kritik. Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai kebijakan impor dalam jumlah besar tersebut perlu dikaji ulang. Ia mempertanyakan alasan pemerintah tidak memaksimalkan kapasitas industri otomotif dalam negeri. “Kenapa harus impor dalam jumlah besar? […]

  • Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    Ladang Minyak Abu Dhabi Diserang Drone

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ladang minyak utama di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dilaporkan diserang drone pada Senin (16/3), memicu kebakaran dan penghentian sementara operasional fasilitas energi tersebut. Serangan terjadi di ladang minyak Shah yang memiliki kapasitas produksi sekitar 70.000 barel per hari. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Pemerintah Uni Emirat […]

  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

    Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.956, Pengamat Sebut Faktor Penyebabnya Ini

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah sore ini. Rupiah terkoreksi sebesar 1,50 poin atau 0,01 persen di level Rp 16.956 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.955. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan ini terutama didorong oleh serangkaian faktor eksternal yang menguatkan dolar. Sementara kekhawatiran atas proyeksi […]

  • Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan langsung oleh pelaku industri tahu dan tempe. Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha perajin kecil. Berdasarkan pantauan di sentra industri tahu tempe Cibuntu, Kota Bandung, harga kedelai impor naik […]

expand_less