Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

Rupiah Terpuruk, Perajin Tahu Tempe Khawatir Harga Kedelai Tembus Rp12.000

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai dirasakan langsung oleh pelaku industri tahu dan tempe. Harga kedelai impor terus mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha perajin kecil.

Berdasarkan pantauan di sentra industri tahu tempe Cibuntu, Kota Bandung, harga kedelai impor naik secara bertahap setiap pekan. Kenaikan tercatat rata-rata Rp100 hingga Rp200 per kilogram, seiring memburuknya nilai tukar rupiah.

Salah satu pelaku usaha tahu tempe, Angga, mengatakan bahwa kondisi saat ini cukup memberatkan perajin. Pasalnya, harga kedelai sebelumnya masih berada di level aman.

“Sekarang sudah di kisaran Rp9.000 sampai Rp10.000 per kilo. Kalau lagi normal biasanya Rp7.000 sampai Rp8.000,” ujar Angga, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, jika tren kenaikan ini terus berlanjut, perajin akan dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga jual atau mengurangi produksi.

Sementara itu, Ketua Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifuddin, menegaskan bahwa stok kedelai di pasaran sebenarnya masih mencukupi. Namun, persoalan utama terletak pada faktor nilai tukar rupiah dan sistem perdagangan kedelai yang masih bergantung pada swasta.

“Kalau harga kedelai sudah tembus Rp11.000 atau Rp12.000 per kilogram, itu sudah masuk harga psikologis dan akan sangat merepotkan perajin,” kata Aip.

Ia menilai kondisi ekonomi saat ini mengarah ke situasi tersebut, mengingat rupiah terus melemah tanpa intervensi signifikan. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada perajin, tetapi juga pada harga tahu dan tempe yang dikonsumsi masyarakat luas.

Gakoptindo pun mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna menahan kenaikan harga kedelai, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memperbaiki tata niaga kedelai nasional.

Tanpa kebijakan yang berpihak pada perajin, industri tahu tempe yang selama ini menjadi penopang pangan murah masyarakat berisiko semakin tertekan dalam jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pinjaman Online untuk Biaya Pendidikan: Solusi Cepat Saat Mendesak

    Pinjaman Online untuk Biaya Pendidikan: Solusi Cepat Saat Mendesak

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Biaya pendidikan, mulai dari uang pangkal, biaya semester, hingga perlengkapan belajar, kerap menjadi tantangan finansial bagi keluarga muda. Ketika dana darurat belum mencukupi, pinjaman online muncul sebagai solusi cepat dan praktis. Layanan ini menawarkan beberapa keuntungan: Cepat dan Praktis – Proses pengajuan bisa dilakukan secara online dari rumah tanpa harus ke bank. Tanpa […]

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

  • Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perdebatan mengenai biaya pembangunan rumah bergaya industrial dibandingkan dengan minimalis kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, benarkah jika rumah bergaya industrial lebih mahal ketimbang minimalis? Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto atau akrab disapa Boegar menegaskan, pertanyaan tersebut pada dasarnya tidak dapat dijawab secara absolut. “Biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh […]

  • Pemerintah Siapkan Perpres Baru, Pertamina Bisa Impor Energi dari AS Tanpa Lelang

    Pemerintah Siapkan Perpres Baru, Pertamina Bisa Impor Energi dari AS Tanpa Lelang

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memberi kewenangan khusus kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengimpor energi dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tanpa melalui proses lelang atau bidding. Regulasi ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan tarif antara Indonesia dan AS yang dicapai pada Juli 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, […]

  • Stok Beras Nasional 4,5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan Aman

    Stok Beras Nasional 4,5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan Aman

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok cadangan beras pemerintah saat ini dalam kondisi aman dan stabil, meski di tengah ketidakpastian global akibat gejolak di Timur Tengah. Menurut Amran, stok beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog kini mencapai sekitar 4,5 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Stok […]

  • Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru untuk ojek online (ojol), yang mencakup tarif, perlindungan, dan kesejahteraan pengemudi. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa aturan ini masih digodok dan dibahas intensif bersama seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan aplikasi ojol dan para pengemudi, agar regulasi relevan dan berpihak pada semua pihak. Perpres dipilih […]

expand_less