Pemerintah Siapkan Perpres Baru, Pertamina Bisa Impor Energi dari AS Tanpa Lelang
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar

PT Pertamina (Persero)
JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memberi kewenangan khusus kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengimpor energi dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tanpa melalui proses lelang atau bidding. Regulasi ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan tarif antara Indonesia dan AS yang dicapai pada Juli 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, aturan tersebut saat ini sedang dibahas oleh kementerian dan lembaga terkait. “Ini bagian dari kesepakatan reciprocal tarif. Jadi hanya untuk perusahaan AS, tanpa bidding untuk perusahaan Amerika Serikat,” ujarnya saat menghadiri 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Airlangga menjelaskan, Perpres ini diharapkan dapat mengurangi defisit perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat yang mencapai sekitar US$18 miliar. Salah satunya melalui percepatan realisasi komitmen impor energi Indonesia dari AS senilai US$15 miliar, meliputi minyak mentah, bensin, dan LPG.
Selain energi, Indonesia juga telah menyepakati pembelian produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas.
Mengacu pada dokumen kerangka kerja kesepakatan dagang RI–AS yang dirilis situs resmi Gedung Putih, beberapa komitmen dagang yang akan berjalan antara kedua negara meliputi:
- Pengadaan pesawat udara senilai US$3,2 miliar
- Pembelian produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar
- Pembelian energi (LPG, minyak mentah, bensin) senilai US$15 miliar
Airlangga menambahkan, penyelesaian Perpres akan bergantung pada penandatanganan final kesepakatan tarif antara Indonesia dan AS. Saat ini kedua negara masih menunggu finalisasi legal drafting dari dokumen tersebut.
“Sebetulnya hampir semua teks sudah dibahas. Kita sudah kirim ke AS, tinggal finalisasi legal drafting-nya. Targetnya tahun ini,” ungkapnya.
Pemerintah berharap regulasi ini dapat memperkuat hubungan dagang strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat sekaligus mendorong efisiensi pasokan energi nasional.
- Penulis: syaiful amri



Saat ini belum ada komentar