Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Harga Minyak Dunia Tembus US$104, Ketegangan Iran–AS dan Gangguan Pasokan Picu Kenaikan

Harga Minyak Dunia Tembus US$104, Ketegangan Iran–AS dan Gangguan Pasokan Picu Kenaikan

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (1/4), bertahan di atas level psikologis US$100 per barel di tengah kekhawatiran pasar terhadap pasokan global yang masih terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Kontrak minyak mentah Brent pengiriman Juni tercatat naik 0,63 persen ke posisi US$104,63 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei menguat 0,95 persen menjadi US$102,34 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang reli tajam sepanjang Maret, di mana harga Brent melonjak hingga 64 persen—menjadi kenaikan bulanan tertinggi sejak pencatatan data LSEG pada 1988.

Penguatan harga minyak terjadi meski muncul sinyal diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik. Pasar tetap berhati-hati lantaran belum ada kemajuan konkret dalam proses negosiasi.

Analis LSEG menyebut risiko terhadap pasokan global masih tinggi, terutama akibat serangan maritim yang berlanjut serta ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan konflik.

“Risiko terhadap pasokan tetap condong meningkat, didorong minimnya progres nyata diplomatik dan gangguan distribusi energi,” tulis analis dalam risetnya.

Harga minyak sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya setelah muncul laporan yang belum terkonfirmasi terkait kesiapan Iran mengakhiri konflik. Namun, ketidakpastian yang masih tinggi membuat harga kembali pulih.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebut operasi militer berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga pekan. Kendati demikian, pelaku pasar menilai kerusakan infrastruktur energi akibat konflik dapat berdampak jangka panjang terhadap suplai minyak global.

Selain itu, gangguan di Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan LNG dunia—turut menekan pasokan. Jalur tersebut belum sepenuhnya kembali beroperasi normal.

Di sisi lain, produksi minyak negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga dilaporkan turun signifikan pada Maret, imbas pembatasan ekspor dan gangguan distribusi.

Kondisi tersebut mendorong revisi proyeksi harga minyak global. Dalam survei terbaru Reuters, harga Brent diperkirakan rata-rata mencapai US$82,85 per barel pada 2026, naik tajam dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar US$63,85.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berikut Harga Terbaru Perak Antam Hari Ini

    Berikut Harga Terbaru Perak Antam Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam terpantau melejit pada Selasa (16/12/2025). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 950 ke level Rp 39.435 per gram. Kini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.258.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 11.387.213. Sedangkan perak […]

  • Sertifikat Kompetensi Gratis untuk Peserta Magang Nasional

    Sertifikat Kompetensi Gratis untuk Peserta Magang Nasional

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi gratis bagi peserta Program Magang Nasional Batch I. Kebijakan ini diharapkan menjadi penguat daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikat kompetensi merupakan bukti konkret atas kemampuan yang dimiliki peserta setelah menjalani program magang selama enam bulan di dunia industri. “Walaupun […]

  • Pupuk Indonesia Gandeng Aljazair demi Harga Pupuk Lebih Murah untuk Petani

    Pupuk Indonesia Gandeng Aljazair demi Harga Pupuk Lebih Murah untuk Petani

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional dengan mengamankan pasokan bahan baku pupuk. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan tambang fosfat Aljazair, Somiphos, dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Wamentan Sudaryono menegaskan, kerja sama internasional ini bertujuan menekan biaya […]

  • 10 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Terlambat

    10 Gejala Awal Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Waspada Sebelum Terlambat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyakit jantung kerap datang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika sudah memasuki tahap serius. Padahal, tanda-tanda awal sebenarnya sering muncul, tetapi kerap diabaikan atau disalahartikan sebagai keluhan ringan. Berdasarkan informasi dari Siloam Hospitals, mengenali gejala awal penyakit jantung sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. Salah satu gejala […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok tajam hari ini. Dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (9/3/2026), harga emas Antam ambrol Rp55.000 ke level Rp3.004.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada hari Jumat (6/3/2026) sempat melejit Rp35.000 ke level Rp3.059.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turun menjadi Rp2.757.000 […]

  • Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    Rupiah Lanjutkan Penguatan Pagi Ini, Jadi Rp 16.674 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah melanjutkan tren penguatannya. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (10/11/2025), nilai tukar rupiah menguat sebesar 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.674 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.690 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS bertahan stabil pada perdagangan awal Asia setelah serangkaian data ekonomi yang lemah memicu kekhawatiran pertumbuhan […]

expand_less