Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

  • account_circle say say
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, menandai posisi terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi valuta asing, khususnya dolar AS, yang dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Pada pembukaan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, rupiah berada di posisi Rp17.614 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global serta tekanan domestik yang belum mereda.

Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid menilai investasi dolar masih relevan, meskipun kurs saat ini berada di level tinggi. Menurut dia, pergerakan dolar tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga tingkat kepercayaan terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Selama belum ada perubahan signifikan, dolar berpotensi tetap kuat di kisaran Rp17.400 hingga Rp17.500,” ujarnya.

Kendati demikian, Aidil mengingatkan investor, terutama pemula, agar tidak tergesa-gesa. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi keuangan pribadi dalam keadaan sehat sebelum berinvestasi, termasuk memiliki dana darurat dan arus kas yang stabil.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai tukar bersifat fluktuatif. Jika rupiah menguat kembali, misalnya ke level Rp16.500, investor berpotensi mengalami kerugian dalam jangka pendek.

Dalam situasi pasar yang belum stabil, Aidil menyarankan memilih instrumen yang likuid, seperti dolar fisik atau simpanan valas. Instrumen ini dinilai lebih fleksibel karena mudah dicairkan saat dibutuhkan atau ketika nilai tukar menguntungkan.

“Jika kurs naik ke Rp18 ribu atau bahkan Rp20 ribu per dolar AS, investor bisa memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan,” kata dia.

Selain itu, dolar juga dinilai cocok untuk berbagai tujuan investasi, baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, dolar berfungsi sebagai pelindung nilai. Sementara dalam jangka panjang, dapat digunakan untuk kebutuhan seperti pendidikan luar negeri atau diversifikasi aset.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    Ekonomi Jepang Anjlok 0,4% di Q3 2025, Tertekan Tarif Dagang AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ekonomi Jepang tercatat mengalami kontraksi 0,4% pada kuartal III 2025. Data terbaru yang dirilis Senin (17/11/2025) menunjukkan aktivitas ekonomi Negeri Sakura melemah dalam periode Juli–September, setelah sebelumnya tumbuh 0,6% pada kuartal II. Meski kontraksi tersebut lebih baik dari proyeksi pasar sebesar minus 0,6%, ini menjadi penurunan pertama sejak awal 2024. Pelemahan terbesar datang […]

  • BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur

    BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun hingga Maret 2026, Jangkau 125 Ribu Debitur

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah, […]

  • Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    Warga Amerika Keluhkan Harga BBM Naik Tajam Akibat Konflik Iran

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat mulai memicu keluhan luas dari masyarakat. Kenaikan ini terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik antara Iran dan sekutunya, yang berdampak langsung pada pasokan energi global. Data dari American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga rata-rata bensin reguler kini telah menembus 4 dolar AS per galon. Angka […]

  • Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan membangun peternakan ayam terintegrasi. Bila ini terwujud maka, industri ayam tidak lagi “dimonopoli” oleh swasta. Selama ini, industri ayam termasuk produksi DOC (day old chick) masih sepenuhnya berada di tangan swasta. Dengan kondisi itu pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak. Karena itu pembangunan pabrik peternakan ayam ini diarahkan untuk […]

  • Januari 2026, Prabowo Teken Perjanjian Tarif RI–AS

    Januari 2026, Prabowo Teken Perjanjian Tarif RI–AS

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin mendekati tahap akhir penyelesaian Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa isu substansi dalam perjanjian tarif timbal balik tersebut pada prinsipnya telah disepakati oleh kedua negara. Hal itu disampaikan Airlangga usai pertemuan dengan Ambassador Jameson Greer dari United States Trade […]

  • Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun Lagi

    Harga Cabai di Pasar Angso Duo Turun Lagi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, mengalami perubahan pada Selasa (11/8/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sejumlah komoditas pangan tercatat stabil. Namun, beberapa jenis cabai dan daging ayam broiler mengalami penurunan harga. Penurunan paling signifikan terjadi pada cabai merah kecil yang turun 34,21 persen menjadi Rp25.000 […]

expand_less