Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS, mendorong minat investasi valas meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, menandai posisi terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi valuta asing, khususnya dolar AS, yang dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Pada pembukaan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, rupiah berada di posisi Rp17.614 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global serta tekanan domestik yang belum mereda.
Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid menilai investasi dolar masih relevan, meskipun kurs saat ini berada di level tinggi. Menurut dia, pergerakan dolar tidak hanya dipengaruhi faktor global, tetapi juga tingkat kepercayaan terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Selama belum ada perubahan signifikan, dolar berpotensi tetap kuat di kisaran Rp17.400 hingga Rp17.500,” ujarnya.
Kendati demikian, Aidil mengingatkan investor, terutama pemula, agar tidak tergesa-gesa. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi keuangan pribadi dalam keadaan sehat sebelum berinvestasi, termasuk memiliki dana darurat dan arus kas yang stabil.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai tukar bersifat fluktuatif. Jika rupiah menguat kembali, misalnya ke level Rp16.500, investor berpotensi mengalami kerugian dalam jangka pendek.
Dalam situasi pasar yang belum stabil, Aidil menyarankan memilih instrumen yang likuid, seperti dolar fisik atau simpanan valas. Instrumen ini dinilai lebih fleksibel karena mudah dicairkan saat dibutuhkan atau ketika nilai tukar menguntungkan.
“Jika kurs naik ke Rp18 ribu atau bahkan Rp20 ribu per dolar AS, investor bisa memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan,” kata dia.
Selain itu, dolar juga dinilai cocok untuk berbagai tujuan investasi, baik jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, dolar berfungsi sebagai pelindung nilai. Sementara dalam jangka panjang, dapat digunakan untuk kebutuhan seperti pendidikan luar negeri atau diversifikasi aset.
- Penulis: say say

