Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Geliat Kerajinan Bongsang di Sumedang Meningkat Jelang Idul Adha, Produksi Tembus Ratusan Ribu

Geliat Kerajinan Bongsang di Sumedang Meningkat Jelang Idul Adha, Produksi Tembus Ratusan Ribu

  • account_circle say say
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Aktivitas perajin bongsang di Sumedang kembali menggeliat menjelang Idul Adha. Di sejumlah dusun seperti Andir, Kecamatan Sumedang Utara, suara anyaman bambu terdengar sejak pagi, menandai meningkatnya permintaan wadah tradisional ramah lingkungan tersebut.

Bongsang, wadah berbahan dasar bambu yang dianyam secara manual, telah lama digunakan masyarakat sebagai tempat pembungkus daging kurban. Tradisi ini kini kembali diminati seiring meningkatnya kesadaran penggunaan bahan non-plastik.

Di salah satu rumah panggung di Dusun Andir, Dadang Gunawan memulai aktivitasnya sejak subuh. Dengan tangan terampil, ia membelah, meraut, lalu menganyam bilah bambu menjadi bongsang tanpa bantuan mesin.

“Di sini hampir semua belajar dari keluarga. Sejak kecil sudah terbiasa melihat orang tua membuat bongsang,” ujar Dadang.

Kerajinan ini diwariskan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu dan tetap bertahan sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat.

Menjelang Idul Adha, ritme produksi pun berubah. Jika pada hari biasa satu keluarga mampu memproduksi sekitar 400 bongsang per hari, maka saat permintaan meningkat jumlahnya bisa mencapai 500 hingga 600 unit per hari, bahkan dengan tambahan jam kerja hingga malam.

Dalam satu bulan, produksi satu rumah tangga berkisar antara 10.000 hingga 12.000 bongsang, tergantung ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja keluarga.

Hasil produksi tersebut biasanya dijual dalam satuan “kantet” berisi 100 bongsang. Harga per kantet berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000. Pada periode ramai seperti menjelang Idul Adha, satu keluarga pengrajin dapat meraih omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.

“Kalau lagi ramai, hampir tidak ada waktu berhenti. Pesanan terus datang,” kata Dadang.

Di balik aktivitas rumah tangga tersebut, industri bongsang di Sumedang menunjukkan perputaran ekonomi yang cukup signifikan. Tercatat lebih dari 60 kepala keluarga masih aktif sebagai pengrajin di satu wilayah sentra.

Dengan rata-rata produksi sekitar 10.000 bongsang per bulan per keluarga, total produksi dari satu sentra dapat mencapai lebih dari 160.000 bongsang setiap bulan.

Jumlah tersebut belum termasuk produksi dari wilayah lain seperti Cisarua, Wado, dan daerah perbatasan yang juga memiliki tradisi kerajinan bambu serupa.

Kondisi ini menunjukkan adanya jaringan ekonomi rakyat berbasis rumah tangga yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi, dengan pola produksi sederhana: rumah sebagai tempat kerja, bambu sebagai bahan utama, dan keterampilan tangan sebagai modal utama.

Selain bernilai ekonomi, keberadaan bongsang juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik saat distribusi daging kurban.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun di Pasar Angso Duo, Beras Belido Justru Naik

    Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun di Pasar Angso Duo, Beras Belido Justru Naik

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Selasa (14/7/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil. Namun, beberapa komoditas strategis mengalami perubahan harga, terutama cabai dan bawang yang turun, sementara Beras Belido justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga Cabe Merah Besar turun 8,57 […]

  • Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    Tidak Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Dekati Rp3 Juta

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari dua produk logam mulia buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak stabil pada perdagangan Senin, (26/1/2026). Meski tidak mengalami pergerakan, namun kedua produk logam mulia itu tetap berada di level atas. Berdasarkan data resmi dari laman Pegadaian, harga emas UBS untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp2.974.000. Sementara itu, harga emas […]

  • Habis Ngegas, Emas Antam Rem Mendadak! Turun Rp5.000, Cek Disini

    Habis Ngegas, Emas Antam Rem Mendadak! Turun Rp5.000, Cek Disini

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sempat menguat, harga emas batangan produksi Antam akhirnya berbalik arah. Pada perdagangan hari ini, Selasa (26/5/2026), harga emas Antam tercatat turun tipis sebesar Rp5.000 per gram. Kini, emas Antam dibanderol Rp2.798.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.803.000 per gram. Koreksi ini sekaligus mematahkan tren kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya […]

  • Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk Kawal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

    Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk Kawal MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Satgas P2SP bertujuan untuk mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, dan menyelaraskan […]

  • Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    Harga Cabe Jelang Pergantian Tahun Naik Hingga 14,29 Persen

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Kota Jambi terpantau relatif stabil menjelang pergantian tahun. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 31 Desember 2025, sebagian besar harga sembako di Pasar Angso Duo dan Pasar Rakyat Talang Banjar tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, tercatat mengalami kenaikan harga. Di Pasar […]

  • Kulit Pinang yang Dulu Jadi Sampah Kini Disulap Jadi Briket, Inovasi Mahasiswa KKN di Muaro Jambi

    Kulit Pinang yang Dulu Jadi Sampah Kini Disulap Jadi Briket, Inovasi Mahasiswa KKN di Muaro Jambi

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bertahun-tahun, kulit pinang di Desa Kunangan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, hanya dianggap sebagai sampah. Limbah dari perkebunan pinang itu biasanya menumpuk di pekarangan rumah, dibakar, atau dibiarkan membusuk tanpa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Tumpukan kulit pinang yang selama ini tidak bernilai justru disulap menjadi briket arang, bahan […]

expand_less