Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Termahal, Biaya Nonton Tembus Ratusan Juta Rupiah
- account_circle say say
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mempromosikan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini diprediksi menjadi yang termahal sepanjang sejarah akibat lonjakan harga tiket dan akomodasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Turnamen Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi yang termahal sepanjang sejarah, seiring lonjakan harga tiket, akomodasi, hingga biaya perjalanan internasional yang harus ditanggung para penggemar.
Ajang sepak bola yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menghadirkan tantangan baru bagi fans. Untuk menyaksikan langsung pertandingan fase grup saja, biaya yang dibutuhkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut harga tiket ditentukan oleh mekanisme pasar. Artinya, semakin tinggi permintaan, harga akan terus meningkat.
Kondisi ini membuat Piala Dunia yang selama ini dikenal sebagai “olahraga rakyat” mulai bergeser menjadi hiburan premium. Tidak sedikit penggemar yang akhirnya mengurungkan niat karena tingginya biaya.
Data menunjukkan, penggemar dari Brasil harus menyiapkan sekitar USD 12.646 atau setara lebih dari Rp220 juta untuk menonton fase grup. Sementara fans dari Inggris dan Jepang juga menghadapi biaya di atas Rp190 juta.
Komponen biaya terbesar berasal dari tiket pertandingan, diikuti akomodasi hotel, serta transportasi internasional yang turut terdampak kenaikan harga energi global.
Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam industri sepak bola global. Piala Dunia tidak lagi sekadar perayaan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari industri hiburan bernilai tinggi yang semakin eksklusif.
Di sisi lain, mahalnya biaya justru berpotensi menurunkan jumlah penonton langsung di stadion. Beberapa laporan menyebut tingkat hunian hotel di kota tuan rumah belum sepenuhnya terisi, menandakan sebagian penggemar memilih menonton dari rumah.
- Penulis: say say

