Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Properti » Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

Rumah Bergaya Industrial Lebih Murah Ketimbang Minimalis, Benarkah?

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perdebatan mengenai biaya pembangunan rumah bergaya industrial dibandingkan dengan minimalis kerap muncul di tengah masyarakat. Namun, benarkah jika rumah bergaya industrial lebih mahal ketimbang minimalis?

Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Georgius Budi Yulianto atau akrab disapa Boegar menegaskan, pertanyaan tersebut pada dasarnya tidak dapat dijawab secara absolut.

“Biaya konstruksi sangat dipengaruhi oleh banyak variabel, mulai dari lokasi, spesifikasi material, kompleksitas desain, kualitas pengerjaan, hingga preferensi klien,” ujar Boegar dikutip dari Kompas.com, Kamis (26/3/2026).

Dia menjelaskan, secara konseptual terdapat perbedaan pendekatan antara arsitektur minimalis dan industrial yang turut memengaruhi struktur biaya.

Dalam arsitektur minimalis, kesederhanaan bentuk dan kejernihan ruang menjadi prinsip utama.

Namun, penerapannya justru menuntut presisi tinggi pada setiap detail. Dinding harus rata sempurna, sambungan material nyaris tak terlihat, serta finishing dilakukan dengan standar sangat halus. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga kerja terampil dan kontrol kualitas meningkat.

“Pendekatan minimalis sering kali berimplikasi pada biaya yang tidak rendah karena tuntutan kualitas pengerjaannya,” kata Boegar.

Sementara itu, pendekatan industrial mengedepankan kejujuran material dan ekspresi struktur.

Elemen seperti beton ekspos, baja, hingga instalasi utilitas dibiarkan terlihat sebagai bagian dari estetika ruang. Konsep ini dikenal dengan prinsip pulchrum splendor est veritatis, yakni keindahan sebagai pancaran dari kebenaran.

Dengan kata lain, tidak ada upaya menyembunyikan struktur atau memberikan lapisan finishing berlebih. Sehingga, berpotensi mengurangi biaya tambahan.

Meski demikian, Boegar mengingatkan bahwa desain industrial tidak otomatis lebih murah. Sebaliknya, beton ekspos dengan kualitas tinggi, justru lebih mahal. Misalnya, tetap membutuhkan pengerjaan presisi, mulai dari bekisting hingga campuran material yang terkontrol agar hasilnya tidak cacat.

Hal serupa juga berlaku pada penggunaan baja dan instalasi terbuka yang tetap memerlukan perlindungan terhadap korosi serta perencanaan teknis yang matang. Dengan demikian, perbandingan biaya antara rumah minimalis dan industrial sebaiknya dilihat sebagai spektrum, bukan perbedaan yang bersifat mutlak.

“Desain industrial bisa lebih ekonomis jika konsisten pada efisiensi konstruksi, sementara minimalis cenderung membutuhkan investasi pada finishing dan detail.

Pada akhirnya, peran arsitek adalah menyesuaikan desain dengan anggaran tanpa mengorbankan kualitas dan kenyamanan,” jelasnya.

Kesimpulannya, mahal atau tidaknya sebuah rumah tidak semata ditentukan oleh gaya arsitektur, melainkan bagaimana desain tersebut direncanakan dan direalisasikan.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    RI Butuh Rp3.500 Triliun untuk Atasi Krisis Iklim, APBN Cuma Sanggup 15%

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya Indonesia menekan dampak perubahan iklim menghadapi tantangan besar dari sisi pendanaan. Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mencapai Rp3.500 triliun, namun kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baru mampu menutupi sekitar 15% dari total kebutuhan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut pembiayaan menjadi elemen […]

  • Inilah Daftar Perusahaan Terbesar di Jambi

    Inilah Daftar Perusahaan Terbesar di Jambi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah geliat ekonomi daerah, Jambi menunjukkan dinamika bisnis yang cukup kuat. Sejumlah perusahaan besar, baik milik negara (BUMN) maupun swasta, menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Sektor energi, perkebunan, hingga infrastruktur masih menjadi pemain utama. Namun, industri pengolahan dan jasa lokal juga mulai menunjukkan peran yang tidak kalah penting. Di […]

  • Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand. […]

  • ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) melakukan efisiensi konsumsi listrik melalui sistem pencahayaan pintar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Direktur Operasional ITDC, Troy Waroka, mengatakan upaya ini dimulai dari kawasan The Nusa Dua, Bali, dan akan diperluas ke kawasan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami harus kreatif termasuk dalam […]

  • Quraish Shihab Mundur dari Dewan Pengawas Syariah BTN, Efektif Saat Pemisahan Unit Syariah

    Quraish Shihab Mundur dari Dewan Pengawas Syariah BTN, Efektif Saat Pemisahan Unit Syariah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ulama terkemuka Prof. Muhammad Quraish Shihab resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh manajemen BTN dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat, 7 November 2025. Dalam laporan yang ditandatangani oleh Direktur Utama BTN, Nixon […]

  • ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

    ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari PT Pertamina (Persero) mulai April 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghentikan impor solar secara bertahap. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

expand_less