Senin, 25 Mei 2026
light_mode
Beranda » Properti » BPK Temukan Potensi Kerugian Rp1,33 Triliun di BTN

BPK Temukan Potensi Kerugian Rp1,33 Triliun di BTN

  • account_circle say say
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNSI.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kelemahan tata kelola kredit pemilikan rumah (KPR) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp1,33 triliun. Temuan tersebut tercantum dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II-2025 yang mengulas aspek pendapatan, biaya, dan investasi BTN.

BPK menyoroti lemahnya pengawasan dokumen kredit serta kurangnya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan KPR. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap kualitas aset dan kinerja keuangan perseroan.

Secara rinci, terdapat sejumlah permasalahan yang ditemukan. Pertama, sejumlah sertifikat kepemilikan rumah belum selesai dan masih berada di pihak ketiga seperti pengembang, notaris, Badan Pertanahan Nasional (BPN), maupun bank lain.

Kedua, terdapat sertifikat kepemilikan rumah yang tidak diketahui keberadaannya. Ketiga, BPK menemukan indikasi praktik pinjam nama oleh 1.215 debitur KPR dengan pembiayaan angsuran yang diduga ditanggung oleh PT BAS, dengan total baki debet mencapai Rp628,45 miliar.

Selain itu, BTN juga disebut belum mengimplementasikan klausul buy back guarantee dalam program KPR subsidi tertentu. Permasalahan lainnya adalah dokumen administrasi persetujuan kredit yang disusun oleh pengembang serta data profil debitur yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.

“Akibatnya, berpotensi merugikan BTN minimal Rp707,18 miliar dari proses penyelesaian sertifikat yang berlarut-larut dan Rp628,45 miliar dari debitur KPR pada PT BAS,” demikian tertulis dalam laporan IHPS II-2025.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan manajemen BTN untuk segera mengambil langkah perbaikan. Di antaranya dengan memperkuat pengawasan, mengevaluasi kebijakan penyaluran KPR, serta melakukan investigasi terhadap kredit perumahan yang melibatkan PT BAS.

BPK juga meminta Dewan Komisaris BTN meningkatkan pengawasan secara berkala terhadap penyelesaian sertifikat kepemilikan debitur.

Sementara itu, kasus yang melibatkan PT BAS kini telah masuk tahap penyidikan di Kejaksaan Negeri Karawang. Aparat penegak hukum telah melakukan penggeledahan dan memeriksa sedikitnya 91 saksi, termasuk pihak internal BTN, debitur, dan pengembang.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa perseroan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses hukum yang berjalan.

“BTN mengambil posisi proaktif dalam mendorong penegakan hukum. Seluruh saksi dari BTN yang diperiksa juga telah memberikan keterangan secara kooperatif,” ujar Ramon.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Pegadaian hari ini, Kamis (26/2/2026), terpantau mengalami penurunan. Emas batangan produksi UBS dan Galeri24 kompak melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan laman resmi Pegadaian, harga emas UBS turun Rp 17.000 menjadi Rp 3.082.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.099.000. Sementara itu, emas Galeri24 terkoreksi lebih dalam, yakni Rp 28.000 menjadi Rp 3.057.000 […]

  • Bursa Asia Menguat, Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 50.000 Poin Didorong Harapan Dagang AS–China

    Bursa Asia Menguat, Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 50.000 Poin Didorong Harapan Dagang AS–China

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/10/2025). Penguatan dipimpin oleh indeks Nikkei 225 Jepang yang untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus level 50.000 poin. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap kemajuan perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta dukungan sentimen positif dari Wall Street. Mengutip CNBC, indeks […]

  • RUU Perumahan Dikebut, Pemerintah Siapkan BSPS dan Rusun Bersubsidi untuk Daerah

    RUU Perumahan Dikebut, Pemerintah Siapkan BSPS dan Rusun Bersubsidi untuk Daerah

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perumahan seiring dengan penguatan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta pengembangan rumah susun (rusun) bersubsidi untuk daerah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan seluruh kepala daerah akan memperoleh alokasi kuota BSPS. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Wakil Ketua MPR RI, Menteri Hukum, […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 1 Desember 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan di Level Tertinggi

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini 1 Desember 2025: UBS dan Galeri24 Kompak Stagnan di Level Tertinggi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Pegadaian dari dua produk logam mulia, yakni UBS dan Galeri24, kompak stagnan pada perdagangan Senin, 1 Desember 2025. Stabilnya harga ini terjadi setelah beberapa hari sebelumnya emas sempat merangkak naik mendekati level Rp 2,5 juta per gram. Harga jual emas Galeri24 tetap di Rp 2.458.000 per gram, sementara emas UBS tidak […]

  • Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (10/12/2025). Rupiah dibuka terkoreksi 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.692 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,02 persen ke level 99,24. Pelemahan rupiah ini menjelang keputusan suku bunga The Fed pada hari ini. Sejumlah mata […]

  • Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    Pertumbuhan Industri Digital Dorong Kebutuhan Data Center di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan industri digital Indonesia terus meningkat seiring kemajuan teknologi artificial intelligence (AI). Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, permintaan atas pusat data (data center) di Indonesia diperkirakan meningkat sebesar 16,8 persen per tahun hingga 2029, setara dengan kapasitas 1,41 gigawatt (GW). Namun, peningkatan kebutuhan tersebut juga diikuti oleh lonjakan konsumsi energi listrik yang cukup besar. […]

expand_less