17 Produk UMKM Merangin Tembus Indomaret, Siap Mejeng di Ribuan Gerai
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

FOTO/Ilustrasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabar menggembirakan datang dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Merangin, Jambi. Sebanyak 17 produk lokal dari 13 pelaku UMKM berhasil menembus jaringan ritel modern Indomaret. Langkah tersebut ditandai dengan tuntasnya pengisian formulir komitmen sebagai pemasok resmi kepada PT Indomarco Prismatama.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Merangin Andrie Fransusman mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pelaku UMKM dan pemerintah daerah.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen bersama. Kita terus mengawal proses pemilihan atau kurasi yang ketat dan transparan. Ini bukti nyata bahwa UMKM Merangin siap naik kelas dan bersaing di pasar nasional,” kata Andrie.
Menurut dia, proses kurasi tidak mudah. Pada tahap awal, terdapat 21 produk yang dinyatakan lolos dengan sejumlah catatan perbaikan minor serta kelengkapan legalitas.
Pelaku UMKM kemudian bergerak cepat melengkapi berbagai persyaratan. Hasilnya, 17 produk dari 13 pelaku usaha berhasil memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis.
Persyaratan tersebut antara lain sertifikat halal, izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah seluruh proses administrasi pemasok rampung, produk-produk khas Merangin tersebut dijadwalkan mulai masuk ke jaringan gerai ritel modern. Pemkab Merangin menargetkan peluncuran resmi produk UMKM tersebut paling lambat September 2026.
“Setelah tahap finalisasi administrasi pemasok, produk-produk lokal khas Merangin tersebut dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi untuk masuk ke etalase gerai-gerai pasar ritel,” ujar Andrie.
Masuknya produk lokal ke jaringan ritel modern menjadi peluang besar bagi UMKM Merangin untuk memperluas pasar. Produk yang sebelumnya banyak beredar di pasar lokal kini memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi pelaku UMKM, masuk ke ritel modern juga bukan sekadar soal menambah titik penjualan. Standar legalitas dan kualitas yang harus dipenuhi menjadi bagian penting dalam proses UMKM naik kelas.
Andrie mengatakan, sinergi antara kreativitas pelaku usaha, fasilitasi pemerintah, dan keterbukaan sektor swasta diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah.
Selain memperluas pasar, langkah tersebut diharapkan membuat produk khas Merangin semakin dikenal di luar daerah. Pemkab Merangin memastikan pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak berhenti setelah produk masuk ritel modern. Pemerintah daerah akan terus membantu pelaku usaha, khususnya dalam pemenuhan aspek legalitas dan berbagai standar yang menjadi syarat untuk memperluas jaringan pemasaran.
“Kami berharap langkah ini menjadi pemicu dan motivasi bagi pelaku UMKM lainnya di Merangin. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mewujudkan ekosistem usaha yang mendukung kemandirian ekonomi daerah,” tegas Andrie.
Dengan 17 produk yang siap masuk jaringan Indomaret, UMKM Merangin kini memiliki pijakan baru untuk naik kelas. Target berikutnya bukan hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memperluas distribusi dan membawa nama produk lokal Merangin ke pasar yang lebih luas.
- Penulis: say say
