Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Makin Tertekan! Nyaris Sentuh Level Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Makin Tertekan! Nyaris Sentuh Level Rp18.000 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Mata uang Indonesia melanjutkan tren pelemahan dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, rupiah kembali melemah 42 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.888 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan sentimen terhadap rupiah dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

“Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.850–17.975 per dolar AS seiring pelaku pasar menantikan hasil keputusan kebijakan moneter tersebut,” ucapnya.

Kenaikan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei 2026 menjadi penyesuaian pertama setelah bunga acuan berada pada level 4,75 persen sejak September 2025. Namun, rupiah masih terus melemah hingga sempat menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada awal Juni.

Melalui RDG BI Mingguan pada 9 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps. Sejak keputusan tersebut, rupiah secara bertahap kembali bergerak di bawah level Rp18 ribu per dolar AS.

Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026.

“Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen,” ungkap dia.

Sentimen lain berasal dari ketegangan geopolitik yang sempat menunjukkan tanda-tanda mereda setelah sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata. Sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata sementara.

Sementara AS menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan usulan tersebut, sehingga meningkatkan harapan akan de-eskalasi konflik

Namun, perbaikan sentimen tersebut hanya berlangsung sementara mengingat ketegangan kembali meningkat menyusul ancaman kelompok Houthi di Yaman memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

“Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, sehingga mendorong harga minyak mentah Brent naik 2,01 persen menjadi 91,01 dolar AS per barel,” kata Josua.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timur Tengah Memanas Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Pertamina Pantau Operasional dan Keamanan Kru

    Timur Tengah Memanas Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Pertamina Pantau Operasional dan Keamanan Kru

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Situasi ini mendorong PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan terhadap unit bisnisnya yang beroperasi di kawasan tersebut. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan perusahaan memantau secara intensif seluruh pekerja, armada, serta kegiatan operasional yang […]

  • Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    Forum Pemred Dorong Program “No Tax for Knowledge” untuk Jaga Kualitas Informasi

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred) Indonesia menginisiasi gerakan “No Tax for Knowledge”, sebuah dorongan relaksasi pajak bagi industri media guna menjaga keberlanjutan institusi jurnalistik dan memastikan masyarakat terus mendapatkan informasi yang kredibel. Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa media yang terverifikasi dan konsisten menyampaikan edukasi publik memerlukan dukungan kebijakan fiskal agar tetap […]

  • Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

    Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap kondisi Sungai Batanghari. Debit air sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu menyusut cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Minimnya pasokan air dari daerah hulu ditambah tidak adanya hujan selama hampir satu bulan terakhir menjadi penyebab utama […]

  • Stagnan! Harga emas UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    Stagnan! Harga emas UBS dan Galeri24 Kompak Stabil

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali stabil pada perdagangan hari ini, Senin (8/12/2025). Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, dua produk logam mulia UBS dan Galeri24 kompak tidak menunjukkan perubahan harga dibanding hari sebelumnya. Emas Galeri24 tercatat tetap di posisi Rp2.437.000 per gram. Begitu pula emas UBS juga stagnan diposisi Rp2.469.000 per gram. Kedua […]

  • Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

    Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, menandai posisi terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi valuta asing, khususnya dolar AS, yang dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven). Pada pembukaan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, rupiah berada di posisi Rp17.614 per dolar […]

  • Sudah 2000 Pesanan, GAC Umumkan Uji Coba Produksi Mobil Terbangnya

    Sudah 2000 Pesanan, GAC Umumkan Uji Coba Produksi Mobil Terbangnya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mobil terbang GAC Govy milik GAC segera diperbanyak produksinya. GAC telah mengonfirmasi terkait uji coba produksi kendaraan terbang mereka tersebut yang dilaksanakan di Guangzhou, China, pada Januari 2026. CarnewsChina mengabarkan bahwa kejelasan produksi masal untuk mobil terbang tersebut bisa menjadi acuan untuk mempercepat sertifikasi kelayakan terbang. Fasilitas ini memiliki bengkel khusus untuk perakitan […]

expand_less