Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul
- account_circle say say
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

Penyusutan debit air mulai dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari Sungai Batanghari, terutama para petani ikan keramba di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap kondisi Sungai Batanghari. Debit air sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu menyusut cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Minimnya pasokan air dari daerah hulu ditambah tidak adanya hujan selama hampir satu bulan terakhir menjadi penyebab utama turunnya tinggi muka air sungai. Akibatnya, sejumlah titik di aliran Sungai Batanghari kini menjadi lebih dangkal dari kondisi normal.
Fenomena surutnya air juga terlihat dari munculnya hamparan pasir di beberapa bagian sungai yang sebelumnya tertutup air. Kondisi ini menjadi tanda berkurangnya volume air akibat musim kemarau yang masih berlangsung.
Dampak penyusutan debit air mulai dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari Sungai Batanghari, terutama para petani ikan keramba di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
Kamal, salah seorang petani ikan keramba, mengatakan air sungai yang semakin surut membuat kualitas air memburuk dan menjadi lebih keruh. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ikan yang dipelihara di keramba mati.
“Air menjadi keruh dan banyak ikan yang mati. Kami juga kesulitan saat memberi pakan karena kondisi air yang semakin dangkal,” ujar Kamal.
Menurutnya, apabila musim kemarau terus berlangsung tanpa hujan, kerugian yang dialami petani ikan dipastikan akan semakin besar. Para pembudidaya pun berharap hujan segera turun agar debit air Sungai Batanghari kembali normal dan kualitas air membaik.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi belum dapat memastikan secara rinci ketinggian muka air Sungai Batanghari saat ini. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijak karena musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
BPBD juga mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak musim kemarau, mulai dari potensi kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga ancaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada Sungai Batanghari.
- Penulis: say say
