Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

Sungai Batanghari Surut Drastis, Ikan Keramba Mati dan Hamparan Pasir Mulai Muncul

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap kondisi Sungai Batanghari. Debit air sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu menyusut cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Minimnya pasokan air dari daerah hulu ditambah tidak adanya hujan selama hampir satu bulan terakhir menjadi penyebab utama turunnya tinggi muka air sungai. Akibatnya, sejumlah titik di aliran Sungai Batanghari kini menjadi lebih dangkal dari kondisi normal.

Fenomena surutnya air juga terlihat dari munculnya hamparan pasir di beberapa bagian sungai yang sebelumnya tertutup air. Kondisi ini menjadi tanda berkurangnya volume air akibat musim kemarau yang masih berlangsung.

Dampak penyusutan debit air mulai dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari Sungai Batanghari, terutama para petani ikan keramba di Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.

Kamal, salah seorang petani ikan keramba, mengatakan air sungai yang semakin surut membuat kualitas air memburuk dan menjadi lebih keruh. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ikan yang dipelihara di keramba mati.

“Air menjadi keruh dan banyak ikan yang mati. Kami juga kesulitan saat memberi pakan karena kondisi air yang semakin dangkal,” ujar Kamal.

Menurutnya, apabila musim kemarau terus berlangsung tanpa hujan, kerugian yang dialami petani ikan dipastikan akan semakin besar. Para pembudidaya pun berharap hujan segera turun agar debit air Sungai Batanghari kembali normal dan kualitas air membaik.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi belum dapat memastikan secara rinci ketinggian muka air Sungai Batanghari saat ini. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menggunakan air bersih secara bijak karena musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

BPBD juga mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak musim kemarau, mulai dari potensi kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, hingga ancaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada Sungai Batanghari.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum stabil. Dibuka pada perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025), rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka terdepresiasi 0,25% atau 39 poin ke Rp16.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11% atau 0,11 poin ke 99,97. Sementara […]

  • Harga Perak Hari Ini Menanjak Jadi Rp36.345 per Gram

    Harga Perak Hari Ini Menanjak Jadi Rp36.345 per Gram

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali menanjak hari ini, Rabu (3/12/2025). Perak Antam menguat Rp420 menjadi Rp36.345 per gram. Sementara itu, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 9.486.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 10.529.738. Sedangkan yang berat 500 gram adalah Rp 18.172.500, dengan harga […]

  • Aturan Baru Industri Tembakau Berpotensi Hilangkan 5,8 Juta Lapangan Kerja

    Aturan Baru Industri Tembakau Berpotensi Hilangkan 5,8 Juta Lapangan Kerja

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gabungan asosiasi Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia meminta perlindungan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait sejumlah rencana regulasi baru yang dinilai berpotensi mengganggu keberlanjutan industri tembakau nasional. Asosiasi menilai beberapa aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dapat memberikan dampak besar terhadap ekosistem industri tembakau yang selama ini menyerap jutaan tenaga […]

  • Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.746 per Dolar AS

    Rupiah Terus Merosot ke Level Rp16.746 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari zona merah. Dilansir dari Antara, Selasa (6/1/20260, rupiah dibuka pada level Rp16.746 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen dibanding penutupan pada Senin yang berada di level Rp 16.740 dolar AS. Sementara itu, indeks dolar naik 98,28. Saat ini, pergerakan mata uang […]

  • Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sungai Batanghari kembali menghadapi persoalan serius. Puluhan ton ikan milik petani keramba di lima desa wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan mati dalam beberapa bulan terakhir. Petani menduga kematian massal tersebut berkaitan dengan pencemaran air Sungai Batanghari. Kondisi diperparah dengan debit air sungai yang terus menyusut akibat musim kemarau. […]

  • LHKPN

    Kekayaan Bupati Dillah Hich Turun, Hurmin Naik Tinggi

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ada yang menarik dari LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara para kepala daerah di Provinsi Jambi. Ada perubahan jumlah kekayaan mereka. Ada yang meroket ada pula yang menyusut jauh. Tak ayal perubahan ini turut pula mengubah daftar kekayaan bupati/wali kota di Jambi. Sebelumnya banyak yang memberitakan kekayaan bupati dan wali kota ini […]

expand_less