Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 26,4 Persen di September 2025

Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 26,4 Persen di September 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Grup Astra di sektor alat berat dan pertambangan, melaporkan penurunan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp11,47 triliun, turun 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,59 triliun.

Penurunan laba terjadi meskipun pendapatan bersih relatif stabil di level Rp100,47 triliun, hanya naik tipis dibandingkan Rp99,56 triliun pada sembilan bulan pertama 2024. Adapun laba bruto perusahaan turun menjadi Rp22,03 triliun dari sebelumnya Rp25,72 triliun.

Kenaikan beban pokok pendapatan menjadi salah satu faktor penekan profitabilitas perusahaan. Hingga September 2025, beban pokok tercatat Rp78,43 triliun, naik dari Rp73,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba sebelum pajak juga turun menjadi Rp15,49 triliun, dibandingkan Rp20,75 triliun per September 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp3,74 triliun, laba tahun berjalan UNTR mencapai Rp11,75 triliun, dengan kontribusi dari kepentingan nonpengendali sebesar Rp273,1 miliar.

Dari sisi kinerja saham, laba per saham dasar dan dilusian turun menjadi Rp3.160 per saham, dibandingkan Rp4.293 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski laba turun, total aset perseroan meningkat menjadi Rp178,71 triliun pada akhir September 2025, dari Rp169,48 triliun di akhir 2024. Sementara total ekuitas juga naik menjadi Rp102,58 triliun, menunjukkan posisi keuangan yang tetap solid.

Manajemen United Tractors menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat diversifikasi bisnis non-batu bara untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, termasuk di sektor energi terbarukan, pertambangan emas, dan konstruksi infrastruktur.

“Kami berkomitmen melanjutkan strategi diversifikasi bisnis agar kinerja tetap berkelanjutan di tengah perubahan tren industri global,” ujar manajemen UNTR dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih terjadi. Pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Indonesia melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah mengalami penurunan 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp18.014 per dolar AS. Kepala […]

  • Bahlil Umumkan Pengelola Resmi 45 Ribu Sumur Rakyat pada Desember 2025

    Bahlil Umumkan Pengelola Resmi 45 Ribu Sumur Rakyat pada Desember 2025

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan mengumumkan pengelola resmi sumur rakyat pada Desember 2025. Langkah ini dilakukan setelah Kementerian ESDM merampungkan pendataan sekitar 45.000 sumur minyak ilegal yang tersebar di berbagai daerah. Bahlil mengungkapkan, tim Kementerian ESDM saat ini tengah melakukan proses verifikasi lapangan serta sosialisasi kepada […]

  • Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Prabowo, Ditetapkan Jadi Deputi Gubernur BI

    Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Prabowo, Ditetapkan Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah lolos uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI. Ia menegaskan telah meninggalkan Partai Gerindra sebelum proses seleksi dimulai demi menjaga independensi bank sentral. Thomas yang akrab disapa Tommy mengungkapkan bahwa dirinya telah melepas jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret […]

  • IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 20,53 poin (0,25%) ke posisi 8.294,89 pada sesi pertama, Jumat (24/10/2025). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.291–8.310. Penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang melonjak 3,78% di awal sesi pertama. Berikutnya ada […]

  • 120 Pecatur Ikuti Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi ke-3 di Sarolangun, Dorong Regenerasi Atlet Jambi

    120 Pecatur Ikuti Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi ke-3 di Sarolangun, Dorong Regenerasi Atlet Jambi

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Turnamen catur bulanan ke-3 tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Sarolangun pada 25–26 April 2026 mendapat sambutan luas dari kalangan pecinta catur di Provinsi Jambi. Hingga dua hari menjelang pelaksanaan, tercatat sekitar 120 pecatur telah memastikan diri untuk ambil bagian dalam ajang tersebut. Peserta yang mendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai […]

  • Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    Plus Minus Skema Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah dan Danantara resmi mempertimbangkan skema baru untuk menangani utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Dalam skema tersebut, pemerintah akan mengambil alih pembiayaan infrastruktur, sementara Danantara menangani operasional. Model ini disebut selaras dengan Undang-Undang Perkeretaapian, namun para ekonom mengingatkan adanya risiko besar bagi APBN. Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan bahwa pembagian […]

expand_less