Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ekspor Indonesia Tumbuh 8,14 Persen, Tapi Masih Kalah dari Vietnam dan Singapura

Ekspor Indonesia Tumbuh 8,14 Persen, Tapi Masih Kalah dari Vietnam dan Singapura

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Namun, dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Singapura, posisi Indonesia masih tertinggal dalam hal nilai dan struktur ekspor.

Dalam paparannya di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Budi menyebut total nilai ekspor Indonesia tahun ini telah mencapai US$209 miliar, meningkat 8,14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, surplus perdagangan Indonesia juga meningkat signifikan hingga 50,94 persen, dari US$22,16 miliar pada 2024 menjadi US$33,48 miliar tahun ini.

“Ekspor kita meningkat 8,14 persen dibanding tahun lalu. Ini tren positif di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Budi.

Meski capaian tersebut menunjukkan kemajuan, Mendag menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, pekerjaan rumah pemerintah masih cukup besar dalam memperkuat sektor industri manufaktur agar bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya.

“Kalau dibandingkan dengan Vietnam dan Singapura, kita masih tertinggal. Ekspor Singapura mencapai US$550 miliar, sementara Vietnam sudah US$350 miliar,” kata Budi.

Budi menjelaskan bahwa keunggulan ekspor Singapura dan Vietnam terletak pada struktur ekonomi yang berbasis manufaktur bernilai tambah tinggi. Negara-negara tersebut mampu mengolah bahan baku menjadi produk akhir yang lebih kompetitif untuk pasar global.

“Singapura mengimpor bahan baku dan bahan setengah jadi, kemudian mengolahnya di dalam negeri dan mengekspornya kembali sebagai produk bernilai tambah. Vietnam juga menunjukkan transformasi industri yang luar biasa selama dua dekade terakhir,” jelasnya.

Mendag Budi menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang benar dalam melakukan transformasi ekonomi. Saat ini, sekitar 70 persen ekspor Indonesia berasal dari industri pengolahan, berbanding terbalik dengan kondisi 15 tahun lalu yang didominasi ekspor bahan mentah.

“Kalau 15 tahun lalu, 70 persen ekspor kita bahan mentah dan 30 persen industri pengolahan. Sekarang sudah terbalik, ini artinya ada kemajuan,” ucapnya.

Meski demikian, Budi menilai kualitas industri pengolahan Indonesia masih perlu ditingkatkan agar setara dengan Singapura dan Vietnam. Ia menekankan pentingnya penguatan basis industri manufaktur dalam negeri untuk mendorong ekspor bernilai tinggi dan memperluas pasar global.

“PR kita masih besar. Yang penting sekarang bagaimana memperkuat basis industri supaya bisa bersaing, seperti yang dilakukan Vietnam dan Singapura,” pungkas Budi.

Pemerintah akan terus berupaya memperkuat hilirisasi industri, menarik investasi di sektor manufaktur, serta memperluas pasar ekspor nontradisional, termasuk ke kawasan Afrika dan Timur Tengah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan ekspor Indonesia ke depan tidak hanya meningkat secara nilai, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    Operasi Zebra 2025 Digelar 14 Hari di Jambi, Remaja 15–24 Tahun Jadi Sasaran Utama

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ditlantas Polda Jambi resmi menggelar Operasi Zebra 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Fokus utama operasi tahun ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang banyak melibatkan remaja usia 15–24 tahun. Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Polda Jambi pada Senin (17/11/2025) sore. Dirlantas Polda […]

  • Perang Timur Tengah Memanas! Prancis-Inggris Bantu AS, Tel Aviv Porak-Poranda Dihantam Rudal Iran

    Perang Timur Tengah Memanas! Prancis-Inggris Bantu AS, Tel Aviv Porak-Poranda Dihantam Rudal Iran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Ketegangan konflik di Timur Tengah semakin meningkat setelah Inggris mengerahkan kapal perang canggih HMS Dragon ke kawasan Mediterania Timur. Langkah ini dilakukan di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus memanas sejak akhir Februari. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa pengerahan kapal perang tersebut bertujuan memperkuat pertahanan di wilayah Siprus, khususnya […]

  • Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan. Sejumlah bahan pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih bertahan di level sebelumnya. Harga beras premium berada di […]

  • Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memberikan insentif pajak untuk aksi korporasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dalam proses merger dan konsolidasi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Ia menilai permintaan insentif pajak untuk aksi […]

  • Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    Kemnaker Tegas: Perusahaan Wajib Miliki RPTKA, 94 WNA Ilegal Didepak dari KEK Sei Mangkei

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan sikap tegas terhadap seluruh perusahaan di Indonesia yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) tanpa izin resmi. Pemerintah memperingatkan agar seluruh perusahaan mematuhi regulasi dan mekanisme penggunaan TKA sesuai peraturan yang berlaku. Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, mengatakan bahwa Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) merupakan syarat […]

expand_less