Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ekspor Indonesia Tumbuh 8,14 Persen, Tapi Masih Kalah dari Vietnam dan Singapura

Ekspor Indonesia Tumbuh 8,14 Persen, Tapi Masih Kalah dari Vietnam dan Singapura

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Namun, dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam dan Singapura, posisi Indonesia masih tertinggal dalam hal nilai dan struktur ekspor.

Dalam paparannya di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Budi menyebut total nilai ekspor Indonesia tahun ini telah mencapai US$209 miliar, meningkat 8,14 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, surplus perdagangan Indonesia juga meningkat signifikan hingga 50,94 persen, dari US$22,16 miliar pada 2024 menjadi US$33,48 miliar tahun ini.

“Ekspor kita meningkat 8,14 persen dibanding tahun lalu. Ini tren positif di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Budi.

Meski capaian tersebut menunjukkan kemajuan, Mendag menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, pekerjaan rumah pemerintah masih cukup besar dalam memperkuat sektor industri manufaktur agar bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya.

“Kalau dibandingkan dengan Vietnam dan Singapura, kita masih tertinggal. Ekspor Singapura mencapai US$550 miliar, sementara Vietnam sudah US$350 miliar,” kata Budi.

Budi menjelaskan bahwa keunggulan ekspor Singapura dan Vietnam terletak pada struktur ekonomi yang berbasis manufaktur bernilai tambah tinggi. Negara-negara tersebut mampu mengolah bahan baku menjadi produk akhir yang lebih kompetitif untuk pasar global.

“Singapura mengimpor bahan baku dan bahan setengah jadi, kemudian mengolahnya di dalam negeri dan mengekspornya kembali sebagai produk bernilai tambah. Vietnam juga menunjukkan transformasi industri yang luar biasa selama dua dekade terakhir,” jelasnya.

Mendag Budi menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah berada di jalur yang benar dalam melakukan transformasi ekonomi. Saat ini, sekitar 70 persen ekspor Indonesia berasal dari industri pengolahan, berbanding terbalik dengan kondisi 15 tahun lalu yang didominasi ekspor bahan mentah.

“Kalau 15 tahun lalu, 70 persen ekspor kita bahan mentah dan 30 persen industri pengolahan. Sekarang sudah terbalik, ini artinya ada kemajuan,” ucapnya.

Meski demikian, Budi menilai kualitas industri pengolahan Indonesia masih perlu ditingkatkan agar setara dengan Singapura dan Vietnam. Ia menekankan pentingnya penguatan basis industri manufaktur dalam negeri untuk mendorong ekspor bernilai tinggi dan memperluas pasar global.

“PR kita masih besar. Yang penting sekarang bagaimana memperkuat basis industri supaya bisa bersaing, seperti yang dilakukan Vietnam dan Singapura,” pungkas Budi.

Pemerintah akan terus berupaya memperkuat hilirisasi industri, menarik investasi di sektor manufaktur, serta memperluas pasar ekspor nontradisional, termasuk ke kawasan Afrika dan Timur Tengah.

Dengan langkah tersebut, diharapkan ekspor Indonesia ke depan tidak hanya meningkat secara nilai, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

    Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sejumlah persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaan Reforma Agraria. Salah satunya ketidaktepatan sasaran subjek Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA). Padahal, aturan sudah jelas bahwa penerima TORA harus memenuhi kriteria prioritas, antara lain warga yang tinggal di sekitar objek tanah. Kemudian, masyarakat […]

  • Harga Emas di Pegadaian Melesat Lagi

    Harga Emas di Pegadaian Melesat Lagi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami kenaikan dibanding perdagangan sebelumnya. Dua produk andalan yang diperjualbelikan Pegadaian, Galeri24 dan UBS kini semakin mahal. Berdasarkan data terbaru di laman Sahabat Pegadaian, Kamis (2/4/2026), harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram kini berada di level Rp 2.908.000 per gram. Mengalami kenaikan Rp10.000 dari sebelumnya Rp 2.898.000 per […]

  • Harga Perak Anjlok Parah, Kini Rp54.150 per Gram

    Harga Perak Anjlok Parah, Kini Rp54.150 per Gram

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mengikuti tren pasar komoditas global, perak Antam dan perak spot internasional menunjukkan koreksi harga hari ini. Harga perak bersertifikat Antam mengalami penurunan sebesar Rp800 dibandingkan hari sebelumnya. Dikutip dari laman Logam Mulia, Rabu (25/2/2026), harga perak produksi Antam kini di level Rp54.150 per gram akibat melemah sebesar Rp800. Sebelumnya, harga perak Antam pada […]

  • Dirjen Pajak Pecat 26 Pegawai karena Pelanggaran Berat, Purbaya: Era Main-Main Sudah Selesai

    Dirjen Pajak Pecat 26 Pegawai karena Pelanggaran Berat, Purbaya: Era Main-Main Sudah Selesai

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperkuat reformasi internal dengan langkah tegas. Sebanyak 26 pegawai pajak resmi dipecat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat, sementara 13 lainnya masih dalam pemeriksaan atas dugaan pelanggaran etik dan integritas. Langkah bersih-bersih di tubuh otoritas pajak tak lagi bisa ditawar. Di bawah kepemimpinan baru, DJP menunjukkan ketegasan dengan […]

  • Menkeu Purbaya Soroti Pemborosan Rumah Sakit, Tagihan BPJS Kesehatan Bengkak Gara-Gara Alkes Tak Efisien

    Menkeu Purbaya Soroti Pemborosan Rumah Sakit, Tagihan BPJS Kesehatan Bengkak Gara-Gara Alkes Tak Efisien

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pemborosan anggaran di sejumlah rumah sakit yang menyebabkan tagihan BPJS Kesehatan membengkak. Inefisiensi pengadaan alat kesehatan (alkes) dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya beban keuangan lembaga jaminan kesehatan tersebut. Dalam paparannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025), Purbaya mencontohkan adanya aturan Kementerian Kesehatan yang mewajibkan rumah sakit memiliki 10 […]

  • Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    Polemik Pajak Jalan Tol: Target Penerimaan Negara Berhadapan dengan Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa jalan tol memicu perdebatan luas. Kebijakan ini dinilai berada di persimpangan antara kebutuhan meningkatkan penerimaan negara dan menjaga daya beli masyarakat. Rencana tersebut masuk dalam strategi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk periode 2025–2029. Tujuannya memperluas basis pajak guna mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur, termasuk […]

expand_less