Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Dolar AS Turun Tipis
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Mata uang dolar AS dan rupiah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tersungkur pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Mata uang Indonesia semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, Rupiah dibuka di level Rp17.933 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diposisi Rp17.916 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penurunan tipis dolar AS. Mengacu pada data perdagangan, indeks dolar AS terkoreksi 0,06 persen ke level 101,223.
Pelemahan tersebut membuat jarak rupiah dengan level Rp18.000 per dolar AS semakin tipis. Pergerakan mata uang Indonesia masih dibayangi tekanan pasar valuta asing.
Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika dolar AS justru terkoreksi tipis. Berdasarkan data perdagangan, indeks dolar AS turun 0,06 persen ke level 101,223.
Mayoritas mata uang Asia mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini. Dari sembilan mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang menguat terhadap dolar AS. Sementara hanya dua mata uang yang melemah.
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini setelah naik 0,29 persen. Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,25 persen ke posisi JPY158,43 per dolar AS.
Dolar Taiwan menguat 0,21 persen, sementara baht Thailand naik 0,18 persen. Won Korea Selatan juga menguat 0,14 persen, disusul peso Filipina 0,11 persen dan dong Vietnam 0,05 persen.
Di tengah penguatan mayoritas mata uang kawasan, rupiah justru masuk zona merah. Mata uang Indonesia melemah 0,09 persen ke posisi Rp17.933 per dolar AS.
Dolar Singapura menjadi mata uang lain yang ikut melemah pagi ini dengan koreksi tipis 0,01 persen.(*)
Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
