Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berencana mengganti penggunaan gas LPG dengan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara mulai tahun 2026. Langkah ambisius ini diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Program ini sejatinya sudah digagas sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun sempat mandek setelah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) kehilangan mitra investasi utama dari Amerika Serikat, Air Products & Chemical Inc.

Kini, proyek tersebut kembali dihidupkan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh dari Satgas Hilirisasi Energi.

“Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton. Jadi kita masih impor sekitar 6,5–7 juta ton. Karena itu kita harus mulai beralih ke DME,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menjelaskan, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi hilirisasi sumber daya alam yang diharapkan mampu menekan impor LPG secara signifikan. Pemerintah bahkan telah memberikan insentif fiskal berupa royalti 0% untuk proyek DME agar menarik investor baru.

“Ini nanti mitranya dengan Danantara, dan teknologinya bisa dari China atau Eropa. Kita sedang finalisasi,” ungkap Bahlil.

Dimethyl Ether (DME) adalah gas sintetis yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. DME dihasilkan dari proses gasifikasi batu bara kalori rendah yang diubah menjadi gas, lalu diproses menjadi DME (CH₃OCH₃).

Menurut data Kementerian ESDM, karakteristik fisika dan kimia DME sangat mirip dengan LPG, sehingga dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada seperti tabung, pipa, dan sistem distribusi. Selain batu bara, DME juga bisa dibuat dari biomassa, limbah organik, dan gas metana batubara (CBM), menjadikannya bahan bakar yang relatif fleksibel dan ramah lingkungan.

Meski target implementasi DME ditetapkan untuk tahun 2026, sejumlah kalangan menilai proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya produksi dan kepastian regulasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, mengatakan bahwa proyek hilirisasi batu bara masih terkendala aspek keekonomian, termasuk harga teknologi, kerja sama offtaker, serta pembiayaan proyek.

“Harga jual DME masih belum kompetitif dibanding LPG impor. Pemerintah sudah memberi insentif, tapi keekonomian proyek masih harus diperkuat,” ujar Hendra.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy Hartono. Menurutnya, hasil studi kelayakan dari sejumlah perusahaan menunjukkan harga jual DME lebih tinggi dari harga patokan LPG impor, membuat proyek ini belum layak secara komersial.

“Inilah yang membuat program hilirisasi DME masih jalan di tempat,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ekonom Senior CORE Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai pemerintah perlu realistis. Bila keekonomian DME sulit diperbaiki, maka pengembangan jaringan gas kota (jargas) berbasis LNG domestik bisa menjadi alternatif yang lebih efisien.

“Subsidi awal memang besar, tapi jangka panjang bisa hemat devisa dan mengurangi subsidi impor LPG,” ujarnya.

Apabila terealisasi, penggunaan DME dapat memberikan sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia:

  • Mengurangi ketergantungan impor LPG hingga 80%.
  • Mendorong nilai tambah batu bara domestik melalui hilirisasi.
  • Membuka lapangan kerja baru di sektor energi dan pertambangan.
  • Menghemat devisa negara dari impor LPG yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan investor swasta, terutama dalam penyediaan pendanaan, teknologi, dan pasar jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurs Rupiah masih Dibayangi Sentimen Potensi Negosiasi AS-Iran

    Kurs Rupiah masih Dibayangi Sentimen Potensi Negosiasi AS-Iran

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah pada Rabu (22/4/2026) pagi melemah 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.156 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.143 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kurs rupiah masih dibayangi potensi negosiasi antara AS dengan Iran. “Optimisme terhadap potensi kesepakatan damai di Timur Tengah meningkat […]

  • BPJS PBI Direaktivasi, Negara Tanggung Biaya Kesehatan Sementara

    BPJS PBI Direaktivasi, Negara Tanggung Biaya Kesehatan Sementara

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati langkah reaktivasi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Selama tiga bulan ke depan, seluruh layanan kesehatan peserta PBI akan tetap dibayarkan oleh pemerintah sebagai solusi sementara agar masyarakat tidak kehilangan akses layanan kesehatan. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kesepakatan tersebut diambil dalam rapat konsultasi […]

  • Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

    Bursa Asia Menguat 4 Mei 2026, Kospi Cetak Rekor

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada Senin pagi, 4 Mei 2026. Lonjakan dipimpin indeks Kospi yang melesat lebih dari 3 persen dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan. Indeks Hang Seng naik 1,4 persen, sementara Taiex melonjak 2,65 persen. Di sisi lain, ASX 200 hanya menguat […]

  • Rebound Kuat, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,85 juta

    Rebound Kuat, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,85 juta

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah mengalami tekanan pada perdagangan kemarin, kini harga emas Antam berbalik arah menguat tajam. Harga emas Antam hari ini, Selasa (7/4/2026), naik Rp19.000 menjadi Rp2.850.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada Senin (6/4/2026) sempat ambrol sebesar Rp26.000 ke level Rp 2.831.000 per gram. Adanya kenaikan yang terjadi ini membuat harga buyback emas […]

  • Emas Antam Tak Bergerak, Masih Tetap Rp 2.464.000 per Gram

    Emas Antam Tak Bergerak, Masih Tetap Rp 2.464.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam tak bergerak pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025). Emas Antam masih bertahan di level Rp 2.464.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga stabil di level Rp 2.324.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017 untuk semua […]

  • IHSG Dibuka Menguat pada Perdagangan Kamis Pagi

    IHSG Dibuka Menguat pada Perdagangan Kamis Pagi

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis pagi dengan pergerakan positif, seiring sentimen optimisme pelaku pasar terhadap kondisi pasar saham domestik. Pada awal sesi perdagangan, IHSG tercatat bergerak di zona hijau dengan penguatan puluhan poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan minat beli investor yang masih terjaga […]

expand_less