Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

Bahlil Targetkan LPG Diganti DME Batu Bara Mulai 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia berencana mengganti penggunaan gas LPG dengan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara mulai tahun 2026. Langkah ambisius ini diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Program ini sejatinya sudah digagas sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun sempat mandek setelah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) kehilangan mitra investasi utama dari Amerika Serikat, Air Products & Chemical Inc.

Kini, proyek tersebut kembali dihidupkan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan penuh dari Satgas Hilirisasi Energi.

“Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,3 juta ton. Jadi kita masih impor sekitar 6,5–7 juta ton. Karena itu kita harus mulai beralih ke DME,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menjelaskan, proyek gasifikasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi hilirisasi sumber daya alam yang diharapkan mampu menekan impor LPG secara signifikan. Pemerintah bahkan telah memberikan insentif fiskal berupa royalti 0% untuk proyek DME agar menarik investor baru.

“Ini nanti mitranya dengan Danantara, dan teknologinya bisa dari China atau Eropa. Kita sedang finalisasi,” ungkap Bahlil.

Dimethyl Ether (DME) adalah gas sintetis yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG. DME dihasilkan dari proses gasifikasi batu bara kalori rendah yang diubah menjadi gas, lalu diproses menjadi DME (CH₃OCH₃).

Menurut data Kementerian ESDM, karakteristik fisika dan kimia DME sangat mirip dengan LPG, sehingga dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada seperti tabung, pipa, dan sistem distribusi. Selain batu bara, DME juga bisa dibuat dari biomassa, limbah organik, dan gas metana batubara (CBM), menjadikannya bahan bakar yang relatif fleksibel dan ramah lingkungan.

Meski target implementasi DME ditetapkan untuk tahun 2026, sejumlah kalangan menilai proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi biaya produksi dan kepastian regulasi.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, mengatakan bahwa proyek hilirisasi batu bara masih terkendala aspek keekonomian, termasuk harga teknologi, kerja sama offtaker, serta pembiayaan proyek.

“Harga jual DME masih belum kompetitif dibanding LPG impor. Pemerintah sudah memberi insentif, tapi keekonomian proyek masih harus diperkuat,” ujar Hendra.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Sudirman Widhy Hartono. Menurutnya, hasil studi kelayakan dari sejumlah perusahaan menunjukkan harga jual DME lebih tinggi dari harga patokan LPG impor, membuat proyek ini belum layak secara komersial.

“Inilah yang membuat program hilirisasi DME masih jalan di tempat,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ekonom Senior CORE Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai pemerintah perlu realistis. Bila keekonomian DME sulit diperbaiki, maka pengembangan jaringan gas kota (jargas) berbasis LNG domestik bisa menjadi alternatif yang lebih efisien.

“Subsidi awal memang besar, tapi jangka panjang bisa hemat devisa dan mengurangi subsidi impor LPG,” ujarnya.

Apabila terealisasi, penggunaan DME dapat memberikan sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia:

  • Mengurangi ketergantungan impor LPG hingga 80%.
  • Mendorong nilai tambah batu bara domestik melalui hilirisasi.
  • Membuka lapangan kerja baru di sektor energi dan pertambangan.
  • Menghemat devisa negara dari impor LPG yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan investor swasta, terutama dalam penyediaan pendanaan, teknologi, dan pasar jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Pegadaian Hari Ini Emas Galeri24 dan UBS Sudah Rp3,2 Juta per Gram

    Di Pegadaian Hari Ini Emas Galeri24 dan UBS Sudah Rp3,2 Juta per Gram

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian masih terus menguat pada perdagangan hari ini. Kenaikan harga tersebut baik untuk produk buatan Galeri24 maupun UBS. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, Jumat (30/1/2026), harga emas Galeri24 naik tinggi menjadi Rp 3.260.000 per gram dari awalnya Rp 3.068.000 per gram. Kenaikannya mencapai Rp 192.000. Sedangkan untuk harga emas UBS juga […]

  • Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    Ekonomi Indonesia: Diproyeksi Tumbuh 5% pada 2026, Naik 5,2% pada 2027

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5% pada 2026, dan 5,2% pada 2027. Pertumbuhan ini lebih rendah dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Meski demikian, Dalam Laporan Bertajuk Fondasi Digital untuk Pertumbuhan oleh Bank Dunia edisi Desember 2025 menyebut, proyeksi pertumbuhan tersebut masih menandakan […]

  • Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali bersemangat pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah kini menguat ke level Rp16.889 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia bergerak menguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.889 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup berada diposisi Rp16.911 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata […]

  • Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum stabil. Dibuka pada perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025), rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka terdepresiasi 0,25% atau 39 poin ke Rp16.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11% atau 0,11 poin ke 99,97. Sementara […]

  • Emas UBS-Galeri24 Stabil di Rp2,9 Juta

    Emas UBS-Galeri24 Stabil di Rp2,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan pada Jumat, 6 Februari 2026, tercatat stabil di Sahabat Pegadaian. Emas UBS dipatok Rp2.988.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di Rp2.974.000 per gram. Harga ini sama dengan catatan kemarin sore dan dapat berubah sewaktu-waktu. Emas Galeri24 dijual mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara emas UBS tersedia dari 0,5 gram […]

  • Merosot Lagi, Segini Harga Perak Antam yang Terbaru

    Merosot Lagi, Segini Harga Perak Antam yang Terbaru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam terus merosot. Pada perdagangan Jumat (24/4/2026), ambles sebesar Rp650 ke level Rp48.300 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp48.950. Hal itu diketahui dari daftar harga perak yang tertera dari laman logam mulia yang sebagai acuan Jambisnis.com. Pergerakan harga perak Antam ini mengikuti harga perak dunia. Antam […]

expand_less