Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

Menteri ATR/BPN Soroti Penerima TORA yang Banyak Salah Sasaran

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sejumlah persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaan Reforma Agraria. Salah satunya ketidaktepatan sasaran subjek Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA).

Padahal, aturan sudah jelas bahwa penerima TORA harus memenuhi kriteria prioritas, antara lain warga yang tinggal di sekitar objek tanah. Kemudian, masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada tanah, baik petani maupun buruh tani; serta kelompok masyarakat miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kategori desil satu (sangat miskin) dan desil dua (miskin dan rentan).

Namun dalam praktiknya, Nusron menyoroti adanya intervensi dan tekanan politik lokal yang menyebabkan penetapan subjek tidak sesuai ketentuan.

Situasi ini berpotensi memunculkan ketidakadilan baru dalam program Reforma Agraria.

“Jangan sampai karena tekanan politik lokal, orang-orang yang tidak tinggal di sekitar objek atau bukan petani justru mendapatkan jatah. Apalagi kalau yang mestinya menerima adalah mereka yang masuk desil satu dan desil dua,” tegasnya dikutip Kompas.com, Rabu (26/11/2025).

Untuk itu, Nusron meminta agar para kepala daerah dan anggota Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) ikut memastikan subjek penerima TORA benar berasal dari kelompok yang berhak. Subyek TORA harus kita prioritaskan kepada masyarakat miskin dan mereka yang hidupnya bergantung pada tanah.

“Jangan sampai keputusan ini dipengaruhi tekanan atau kepentingan politik,” ujar dia.

Keterlibatan tersebut sebagaimana sudah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2023. Perpres tersebut menyebutkan bahwa Ketua GTRA di tingkat daerah adalah kepala daerah secara ex-officio. Di tingkat pusat, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto bertindak sebagai Ketua GTRA, sedangkan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sebagai Ketua Harian.

Dalam struktur tersebut, Kementerian ATR/BPN memiliki mandat menyediakan dan menetapkan objek TORA, namun penetapan subjek penerima sepenuhnya berada pada kewenangan kepala daerah. Di hadapan bupati, wali kota, dan anggota GTRA se-Provinsi Bali, Nusron meminta agar penetapan subjek TORA dilakukan secara cermat dan berintegritas.

Dia mengingatkan kepala daerah untuk tidak memasukkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat hanya karena kedekatan politik atau imbal jasa.

“Kalau bisa diteliti betul oleh timnya, Pak Bupati. Pastikan penerima benar-benar tepat dan memberi manfaat,” pungkasnya.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Cetak Rekor Baru  US$ 64,22 per Troy Ons

    Harga Perak Cetak Rekor Baru  US$ 64,22 per Troy Ons

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak kembali mencetak rekor baru, setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5%–3,75%. Dikutip dari Reuters, Jumat (12/12/2025) harga perak spot naik hampir 4% ke level US$ 64,22 per troy ons, mendekati rekor tertinggi US$ 64,31 yang dicapai sebelumnya pada sesi tersebut. […]

  • Daftar 15 Sungai Terpanjang di Dunia, Membelah Benua Ribuan Kilometer

    Daftar 15 Sungai Terpanjang di Dunia, Membelah Benua Ribuan Kilometer

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sungai merupakan aliran air besar yang mengalir dari hulu ke hilir secara terus-menerus. Keberadaannya berperan penting sebagai sumber air bersih, irigasi, transportasi, hingga pembangkit listrik, sekaligus menjadi pusat peradaban sejak ribuan tahun lalu. Sejumlah sungai dikenal bukan hanya karena nilai historis dan ekologisnya, tetapi juga karena panjang alirannya yang membentang ribuan kilometer dan […]

  • Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10/2025). Rupiah dibuka dilevel Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.621 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS mengalami depresiasi sebesar 0,11% menuju posisi 98,67. Pergerakan […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    Harga Ayam Hidup Anjlok ke Rp18 Ribu per Kg

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan anjlok hingga Rp18 ribu per kilogram (kg), jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25 ribu per kg. Kondisi ini membuat peternak mengalami kerugian cukup besar. Berdasarkan data Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Harga Pokok Produksi (HPP) ayam hidup saat ini […]

  • Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun di Pegadaian Hari Ini

    Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun di Pegadaian Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kembali bergerak turun. Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 tercatat mengalami penurunan secara serentak. Koreksi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Jambi yang berencana menambah koleksi logam mulia. Pasalnya, harga beli emas kini lebih terjangkau dibandingkan perdagangan sebelumnya. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, emas […]

  • Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    Menkeu Purbaya Tambah Dana LPDP Jadi Rp 25 Triliun dari Hasil Sitaan Korupsi CPO

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana hasil sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 13,25 triliun resmi dialokasikan untuk memperkuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dengan tambahan tersebut, total dana abadi pendidikan kini mencapai Rp 25 triliun. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memanfaatkan aset hasil […]

expand_less